ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 51 - Kesedihan Harvey


__ADS_3

"Tuan Harga dari CEO kami 7 Juta USD" ucap akemi pada klien didepannya


"6 Juta USD" ucap lawan bicaranya


"6,5 Juta USD close atau kita jual ke Klien London besok pagi" tegas harvey pada alexa. alexa menyampaikan perintah harvey


"Tuan last price, 6,5 Juta USD, atau CEO kami memberi kepada perusahaan luar negeri" Tutup akemi "Semua pembayaran wajib dimuka"


"Deal" jawab pria itu. Akemi menyerahkan surat kontrak, setelah klien menandatangani, Akemi masuk ke ruangan meminta tanda tangan Harvey, Harvey membaca teliti lalu menandatanganinya . Akemi keluar ruangan dan menyelesaikan transaksi


Setelah dana masuk ke rekening HL Group. hendrick akemi berjabat tangan dengan klien tersebut lalu mereka berpisah . Hendrick dan Akemi bergabung dengan harvey alexa


"Lexa uang anakmu sangat mengerikan" kata hendrick, akemi mengangguk setuju "Mereka negosiasi harga sedikitpun tak goyah"


"Papih dan papa yang mendidik mereka sejak kecil, jadi sedikit banyak mereka menduplikasi kakek mereka" jawab lexa


"Mom avi mau beli Laptop Tulip , besok kita harus mencarinya sampai dapat"


"Saya akan menemani Tuan kecil mencari, saya lebih mengenal lokasi jepang" jawab akemi , alexa mengangguk


"Ayo temui opa di atas" ajak lexa . mereka segera naik


"Mom opa memberi sasa jam, laptop, dan berlian" lexa terkejut.


"uncle ini mahal sekali"


"semua memiliki GPS, jangan sampai dilepas" bisik takeshi, lexa mengangguk


"Harvey kemarilah, opa ada hadiah untukmu" harvey segera duduk disamping takeshi . takeshi melirik akemi. akemi mengajak semua orang turun dan mengosongkan lantai dua


asisten mengeluarkan tiga buah box dan menyerahkan di hadapan harvey


- box pertama berisi laptop tulip termahal yang diinginkan harvey tadi


- box kedua berisi jam tangan pintar termahal didunia


- box ketiga berisi kalung, gelang cincin bertahta berlian bertuliskan HL


"OMG Awesome. thank you opa" harvey memeluk takeshi

__ADS_1


- dilaptop ada icon sos, klik sos saat emergency , bala bantuan akan tiba


- di jam pintar ada tombol merah, klik kalau ada bahaya, ada tombol kuning kalau membutuhkan bantuan, jangan klik dua tombol kalau tak terdesak


- Di perhiasan ada GPS akan active selalu meski musuh mematikan signal GPS jadi jangan pernah lepas. kecuali momy atau oma angeline yang melepasnya. bila ukuran tangan dan jari berubah temui opa, opa akan mengganti ukurannya. Di dalam liontin ada tombol yang bisa ditekan dalam keadaan bahaya, ninja akan muncul membunuh semua lawanmu. jangan sampai ada yang melihat bandul kalung tetap simpan dalam baju


"Terima kasih opa, opa awesome" harvey segera mengenakan semua pemberian opanya


"uncle semua terlalu mahal buat mereka" kata alexa terkejut


"Mereka satu satunya pewarisku, kalau bukan pada mereka kemana kuhabiskan uangku?" tanya takeshi "Y aku akan wariskan pada harvey saat dia dewasa" lexa mengangguk pasrah


"Opa ada pekerjaan, opa harus kembali. Saori dan nanako akan menjaga harvey dan sasa. Tatsuki akan menjaga momy selama kalian dijepang. bila ada keperluan bisa langsung hubungi opa" lexa dan harvey menunduk patuh . mereka turun menghampiri sasa , setelah menciumi sasa. takeshi segera berangkat


"Onty avy sudah diberi opa laptop yang avy mau" kata harvey bahagia. akemi memeluknya dan mengusap kepalanya "selamat nak"


"opa juga beri sasa gift" pamer sasa, harvey melirik laptop adiknya


"itu laptop mahal, jagalah dengan hati hati de" pesannya. sasa mengangguk


"Ayo pulang ke penthouse" ajak harvey sambil merangkul ibunya dan menggandeng sasa


"Jangan kemana mana kalau tak penting, jaga sasa baik baik ya harvey. kami akan berangkat sekarang. bila ada sesuatu segera hubungi uncle" pesan hendrick. harvey mengangguk . mereka pun segera berangkat


"Kak sasa antuk" rengek sasa.


hilang semua kedewasaannya jika sudah di rumah. jam jepang adalah jam tiga, di indonesia jam satu siang. waktu tidur siang sasa. hari ini ia belum tidur siang jadi mulai rewel. biasa ia tidur siang bersama neneknya


"Kita kekamar ya de" ajak harvey


"No.. sasa mau oma" ia mulai menangis dengan sedih. hera segera menggendongnya kekamar ditemani harvey. hera menekan videocall omanya dan meletakkan ipad di meja menghadap sasa yang berbaring di ranjang


"siang sayang.. kenapa cucu oma yang cantik menangis. nanti hilang cantiknya" goda angeline "sasa miss oma" rengeknya sambil menyeka air matanya. angeline tertawa. ia mulai bercerita dongeng untuk sasa. tak sampai lima menit sasa tidur pulas. tak hanya sasa tapi harvey juga.


Jam 17:30


hendrick, alexa, akemi, tatsuki memasuki penthouse dengan ceria. kerjasama mereka sukses. mereka segera membersihkan diri


sasa terbangun dan kembali menangis mencari grandmanya. hera kembali menekan videocall dan menampakkan wajah giovani

__ADS_1


"wah cucu grandma ya cantik baru bangun ya. kenapa menangis sayang. nanti hilang cantiknya" sasa segera menyeka air matanya


giovani tertawa terbahak bahak "cucu grandma pulang nanti belikan mochi buat grandma ya, kalau tidak beli grandma akan menangis" canda giovani agar sasa lupa tangisannya


"sasa akan beli buat grandma yang banyak" katanya yakin "jangan banyak, satu kotak saja isi kacang sayang" sasa mengangguk


"tapi grandma sedih sekarang" kata giovani memasang wajah sedih "cucu cantik belum mandi dan makan, grandma sedih"


"sasa akan mandi dan makan sekarang grandma jangan sedih ya. sasa sayang grandma"


"baiklah, mandi yang harum dan cantik lalu makan, jangan lupa kirim poto habis mandi dan sedang makan ya sayang" sasa mengangguk lalu memutuskan sambungan telepon


"Mandi onty" pinta sasa. zerah tertawa dan siap memandikan sasa. ia juga menyiapkan pakaian harvey


jam 18:00


sepasang anak itu sudah menunggu di ruang tamu. hendrick sudah di sofa. harvey tampak murung


zerah mengirim potonya pada abraham dan ken, abraham dan ken segera melakukan conference video call pada harvey. harvey terlihat bersemangat "Avi kira opa granpa lupa pada harvey" katanya sendu "tidak, kami baru tiba di rumah dan langsung hubungi harvey"


"bagaimana kontraknya sukses?" tanya ken padahal ia sudah dikabari zerah "Semua beres, sasa dan avi dberi laptop mahal sama opa takeshi" ucapnya menunjukkan laptop mereka


"wah senang ya? laptopnya bagus sekali" puji opanya "avi sasa sudah makan?" tanya ken , harvey menggeleng


"ini mom sudah turun , avi sasa akan makan sekarang grandpa opa" lapor harvey. "baiklah selamat makan, hati hati dijalan, jaga momy dan sasa nak" pesan mereka. sambungan pun mereka putuskan


Mereka jalan jalan ke street food memilih makanan. harvey duduk di kios dengan wajah sendu, ia melihat sekeluarga kecil di belakang meja mereka. ia merindukan suasana itu sejak kecil tapi tak pernah terwujud


hendrick melihat ke arah tatapan harvey, ia merasa sangat kasihan pada harvey yang sangat dekat dengan kakek nenek dan orangtuanya.


"Kenapa nak?" tanya hendrick hati hati, harvey menyeka air matanya tapi hendrick sempat mengambil potonya. harvey hanya menggeleng dan memasang wajah datar


hendrick mengirimkan video dan poto kesedihan harvey kepada alex dan alexa dengan caption


semoga kalian menyadari ego dan keras kepala kalian sudah melukai anak kalian, ia merindukan keluarga bahagia seperti oranglain bukan orangtua gila seperti kalian sampai diam diam sering menangis sendiri


sepanjang perjalanan harvey diam menghabiskan makanannya. jam 22:00 mobil box menjemput mereka menuju markas takeshi . harvey tetap memasang wajah dingin menutupi kesedihannya


__ADS_1


__ADS_2