
di emprio alex melihat sistem kerja putrinya sangat profesional terlepas ia masih anak usia 3.5 tahun.
"No.. Kalau tidak 2 juta USD sasa akan memberi pada pihak lain, masih banyak buyer yang menginginnya" Tegas sasa dengan marah. lexa menyampaikan pada hendrick sesuai ucapan sasa.
alex tercengang melihat cara negosiasi putranya bener bener gaya bicara abraham versi mini . ia menatap hera, adelia, zerah dengan datar
apalagi tak lama akemi masuk meminta sasa menandatangani berkas. harvey dan alexa membaca teliti berkasnya baru menyerahkan pada sasa, sasa membacanya beberapa saat. lalu menandatangani kontrak. akemi segera keluar ruangan
tiga puluh menit kemudian
"payment done" ucap hendrick dari seberang
"Katanya payment done" ucap lexa pada sasa
"Kak periksa uangnya" harvey memeriksa uangnya
"Done" jawab harvey
"Hendrick done" kata lexa.
hendick akemi bersalaman dengan klien itu , tak lama mereka masuk ke ruangan membawa dokumen
"Inikah pekerjaan kalian selama disini?" tanya alex. hendrick dan akemi mengangguk
"Sayang 2 juta USD itu berapa?" tanya alex pada sasa. ia menggeleng "sasa tak tau, kata oma dan grandma segitu" katanya polos.
alex, alexa, hendrick, akemi saling bertatapan . mereka malah baru tau bahwa sasa tak paham berapa 2 juta dollar
"sayang dua juta dollar itu bisa beli mobil, itu uang yang banyak" kata alex mencoba menjelaskan
"Tak apa apa banyak, kata oma dan grandma makin banyak makin bagus" alex mengangguk pasrah "iya nak oma dan grandmamu benar"
mereka pun berangkat ke ALX Restoran melanjutkan pertemuan mereka
"7 Juta USD , Net atau saya over ke buyer perancis" bentak harvey, alexa menyampaikan pada akemi sesuai ucapan harvey dan transaksi deal, terlihat saat akemi masuk meminta tanda tangan harvey
"payment done" kata hendrick
"Payment done" lexa menyampaikan pada harvey. harvey memeriksa rekening
"Done mom"
"Done hendrick"
tak lama hendrick dan akemi masuk kembali keruangan
"Sayang.. 7 Juta dollar itu berapa?" tanya alex pada harvey
"Buyer bisa mendapatkan 25 Juta US Dollar pertahun dengan pemasaran game avi, jadi kata oma dan grandma 30% harus buat avi, jadi avi jual 7 Juta USD, kata oma dan grandma, 7 Juta USD itu banyak" jawab harvey tegas
__ADS_1
"Iya banyak nak, tapi 7 juta USD itu berapa banyak nak?" tanya alex pelan. alex bingung apa yang di tegaskan oleh harvey kalau harvey sendiri tak tau
"Avi tak tau dad. coba tanya oma dan grandma, mereka lebih tau" jawab harvey , "atau avi tanya sekarang?" alex mengangguk. harvey segera menghubungi giovani. alex menghidupkan loudspeaker
"Sore oma.. ini avi, grandma sehat ?" tanya harvey
"Sehat sayang, sayang sudah meeting? sukses sayang? berapa jadinya?" tanya gio
"Kan oma bilang 6,5Juta USD sampai 7,5juta USD, atau berikan pada tuan Willson, buyer disini mau 7 juta USD dan sudah dibayar grandma, uangnya sudah direkening avi, nanti grandma periksa juga ya"
"Baiklah, selamat ya sayang. sayang sudah makan?"
"terima kasih grandma, avi sudah makan, grandma sudah?"
"sudah sayang"
"grandma avi mau tanya, 7 Juta USD itu berapa banyak?"
"Oh itu banyak sekali bisa beli mobil, tapi avi masih kecil tidak beli mobil dulu, kumpul saja sampai 7 Milliar USD baru avi beli mobil nanti kalau sudah besar, avi juga bisa beli gedung harvey group milik daddy itu" jawab giovani, alex menatap lexa datar
"Baiklah grandma"
"Bagaimana sasa sayang?"
"sasa sudah deal 2 juta USD, avi sudah periksa uangnya sudah masuk kerekening perusahaan sasa grandma. nanti grandma periksa juga"
"oh ya sudah nanti kalau sudah 2 Milliar USD kita beli gedung HG Group ya nak"
"jaga kesehatan ya sayang, grandma rindu kalian"
sambungan ponsel diputuskan harvey
***
"Saya dan akemi ada urusan bisnis di tokyo dan osaka, kebetulan Nyonya besar mendapatkan klien untuk Harvey dan Sasa di Tokyo dan Osaka, jadi kami diminta mendampingi selama mereka di jepang"
"Nyonya besar berpesan Harvey dan sasa tak boleh bertemu langsung dengan kliem bahkam identitas juga tidak bisa di bocorkan demi keselamatan mereka"
"Kalau di Indonesia mereka didampingi Nyonya besar, Negosiatornya ketiga perawatnya itu. tapi disini ketiga perawat terkendala bahasa jadi akemi yang take over kalau klien yang hanya bisa menggunakan bahasa jepang"
"Sisanya saya tidak tau apa apa, mengenai apakah mereka paham arti uang, saya juga tidak pernah bertanya tanya, itu bukan ranah saya mencampuri"
"keuntungan bagi kami, biaya perjalanan kami dibagi dua dengan HL Group, ditambah kami gratis cost akomodasi dan transportasi ya jelas kami hemat banyak"
hendrick menjelaskan panjang lebar, alex hanya diam
alexa menatap alex "jangan tatap aku, aku baru tau hari ini"
"Tuan Muda maaf interupsi, jangan banyak berpikir, kalau mau tau jelas tanyakan pada nyonya besar saja" potong adelia .
__ADS_1
akhirnya mereka pulang ke penthouse tanpa bersuara , sibuk dengan pikiran masing masing
****
Dikamar
Alexa berbaring dan terlihat melamun
"Kenapa sayang?" tanya alex
"Kenapa anak anak itu punya uang sebanyak itu, kukira mami dan mama hanya mengisi waktu bermain dengan mereka"
"Aku sudah memikirkan sejak tadi, biarkanlah mereka berkarya, mereka tidak melakukan hal merugikan"
"baiklah" jawab alexa
"Lebih baik memikirkan memberi adik pada mereka" kata alex genit , sambil memeluk lexa
"no aku mau sepasang saja, mengurus mereka sampai dewasa" alex mengangguk
"Mandi dan bersiaplah, aku mau mengajak anak anak berbelanja di hard rock , kita pakai kaos seragam" ucap lexa
Setelah membersihkan diri , alex mengajak anak istrinya ke mall AVS mall nomor satu di tokyo. milik alexa
Alexa membelikan beberapa pasang baju kaos putih dan celana diatas lutut untuk harvey dan beberapa kaos putih dengan rok jeans mini buat sasa
"Dad sasa mau belikan tas laptop buat kak avi, laptop kak avi sudah bertambah, tasnya tak muat lagi, nanti pakai uang sasa saja" kata sasa polos. alex tertawa
"Ayo kita beli" ajak alex "sasa mau tas?" tanya alex "mau yang hello kitty supaya sama dengan laptop sasa yang baru dibeli opa takeshi" alex mengangguk
"kak avi mana black card sasa, berikan pada daddy" rengeknya. avi membuka sepatunya dan ada retsleting didalam, avi menarik retsleting lalu mengambil black card sasa dari sana menyerahkan pada alex. alex terkejut melihat ketelitian anaknya menyimpan benda berharga
"simpan saja, dad yang bayar" avi kembali menyimpan kartunya didalam sepatunya
"sayang anak anak mau beli tas laptop baru" panggil alex pada alexa yang sedang memilih accesoris rambut buat sasa .
"Bayar dulu belanjaan ini, kita ke toko tas" ucap lexa. alex mengeluarkan kartunya kekasir
"Maaf Tuan, kartu anda tak dapat dipergunakan, belanjaan nyonya hanya 1000 yen" Ucap kasir.
"Dad opa ada menitipkan amplop untuk dad dan mom, avi lupa bilang" ucap harvey, ia mengeluarkan dua buah amplop coklat besar dari ranselnya
setelah membaca nama alex diamplop, alex memasukkan dalam tas ranselnya, amplop yang bernama lexa diserahkan pada lexa.
"Kamu simpanlah, tasku kecil tak bisa memuatnya" ucap lexa "kita pergunakan membeli barang anak anak"
"Opa bilang dad dan mom jarang membawa uang tunai, pakai itu saja kalau belanja"
"Opamu menyerahkan uang besar pada anak kecil" alex mencebik "opa bilang avi sudah besar pasti bisa menyerahkan pada dad dan mom" alex mengangguk
__ADS_1