ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 14 - Tiba Di Indonesia


__ADS_3

Bandara International Soekarno Hatta


Jam 10:00


Alexa di Dorong sandra dengan kursi roda turun pesawat, Alex, F4 dan team medis mengiringinya. F4 menenteng belanjaan alex dan alexa tadi. Sekarang mereka sudah duduk di sebuah cafetaria sambil memesan minuman.


Para pengawal membawa Koper koper mereka turun pesawat , Kepala pengawal mengurus dokumen di ruangan khusus kantor imigrasi.


Monica turun meminjam kursi roda bandara lalu kembali ke pesawat memapah celline duduk di kursi roda lalu mendorong celline keluar pesawat. sampai pintu pesawat monica kembali lagi bolak balik ke pesawat mengambil delapan koper besar bawaan mereka, terakhir ia kembali ke pesawat mengambil paper bag berlogo H dan meletakkan di pangkuan celline. susah payah dia mendorong celline bergantian mendorong delapan koper setahap demi setahap menuju bagian imigrasi umum. dan berbaris disana mengantri , dimana antriannya sepanjang jalan tol


Kepala pengawal datang membagikan dokumen yang sudah selesai. Team alex segera keluar melewati imigrasi menuju pintu keluar bandara


Kenneth, Giovani, Abraham, Angeline tampak sudah menunggu, dibelakang mereka ada belasan pengawal


Melihat Lexa di dorong oleh sandra dengan kursi roda, Abraham langsung emosi. "Kenapa putriku alex?" tanyanya dengan dingin. tiga orangtua lainnya menatap alex tajam


"Lexa gapapa pih, mereka semua tak mengijinkan lexa jalan, mereka memperlakukan lexa seperti orang sakit" lexa mengadu sambil berdiri dan memeluk papinya manja.


seketika empat orang tuanya menghela nafas lega . "tak apa, itu namanya alex menyayangimu, tak mau kamu kelelahan nak" jawab giovani . mereka pun bergantian memeluk alex dan alexa


"lexa ada membelikan tas kembaran tapi beda warna untuk mama dan mami, lexa suka modelnya bisa buat ke party" lexa mengambil dua paper bag ditangan jefry dan menyerahkan pada kedua ibunya


"Wah bagus sekali, terima kasih nak" giovani mencium pipi lexa dan memeluknya setelah melihat isi paper bag


"Alex juga ada beli tas kembar buat mama mami lexa" ucap alex sambil mengambil paper bag dari tangan F4 dan menyerahkan pada kedua ibunya dan lexa


"Terima kasih nak, mami suka sekali tasnya" puji angeline sambil memeluk alex setelah melihat tas pemberian alex. alex mengangguk


"Oh kalian hanya punya ibu tak punya ayah?" sindir abraham merajuk. lexa spontan kebingungan


alex mengambil dua buah paper bag bertulisan Louis vuitton dan menyerahkan pada dua ayahnya


"kapan kamu membelinya?" bisik lexa,

__ADS_1


"saat di hermes tadi aku diam diam lebih dulu membelinya dan memyerahkan pada pengawal, supaya kita tidak malu karena aku tau monica tak akan mampu membayar belanjaannya, aku tak mau kita terseret atas ulahnya" jawab alex, lexa mengangguk


"ini tas kerja, harganya tak seberapa, alex beli kembaran buat papa dan papi supaya ada kenang kenangan kepulangan kami" ucap alex sopan .


abraham dan ken memeriksa tas pemberian alex. "bagus sekali tasnya Terima kasih nak, tadi papi hanya bercanda, kalian pulang saja papi sudah senang, prestasi kalian merupakan kebanggaan bagi kami" ucap abraham sambil memeluk alex . alex hanya tersenyum


"Tunggu sebentar" kenneth dan abraham menemui team medis dan menyerahkan sebuah amplop berisi uang sebuah amplop berisi tiket pesawat pada mereka


"Terima kasih sudah mengantarkan putra putri dan calon cucu kami dengan selamat Dokter dan suster" kata mereka berdua sopan


"Sebentar lagi pengawal akan mengantar kalian ke imigrasi untuk kembali dengan pesawat komersil, sekali lagi terima kasih bantuannya" ucap ken dan abraham .


"Kami dengan senang hati mengantar nona besar dan tuan muda. itu kebanggaan kami , sampai ketemu lain waktu, bila membutuhkan kami jangan segan menghubungi kami" ucap team medis


"usia kandungan nona besar 32 minggu, estimasi lahiran empat sampai tujuh minggu lagi, tolong berhati hatilah menjaga nona besar karena ukuran babynya melebihi berat badan normal" ken abraham mengangguk, lalu pengawal mengantar para team medis ke imigrasi


ken dan abraham kembali bergabung dengan keluarga mereka.


disudut bandara


- Team pengawal Cosa Indo segera membawa teamnya naik ke dua buah alphard hitam yang mengantar mereka kembali ke apartemen untuk istirahat , tugas mengawal sudah di gantikan cosa indo


- sebuah mobil lebih duluan jalan membawa koper alex dan alexa lalu mengantarkan ke tempat tinggal mereka berdua


"Kita makan siang dulu, sudah jam 12 nanti lexa dan alex lapar" ajak kenn,


"Selamat siang Tuan Geraldo, Nyonya Geraldo dan Tuan Abraham, Nyonya Angeline" Sapa Heru dan Dimas bersamaan


"Siang" jawab abraham dan ken dingin


"Bawa yang lain ke mobil franky" perintah abraham "Baik tuan" jawab franky


- alex, Alexa, Angeline, Giovani segera naik ke alphard putih paling depan sambil menunggu ayah mereka

__ADS_1


- Franky, jackson, Segera naik ke alphard putih kedua sambil menunggu jefry, hendrick, sandra yang mengawal dua tuan besar mereka


- dua belas pengawal sudah mengisi alphard putih ketiga dan keempat


"Maaf, Apakah Tuan ada melihat putri kami? tadi mereka pulang bersama Tuan Muda Alex" Tanya Heru sopan , ken menatap sandra


"Lapor Tuan besar, Untuk monica dan celline sedang antri di imigrasi untuk chop pasport, mungkin sesaat lagi akan keluar, kami tadi melalui jalur khusus" jawab sandra


"Lapor Tuan besar, tadi Celline mencoba mencelakakan nona besar dengan menjegal kaki nona besar membuat nona hampir tersungkur dipesawat. untung saja Tuan muda, saya dan jefry berhasil menahan tubuh nona jadi tidak sampai ada kejadian berbahaya" lapor franky


"Sandra sudah memberikan pelajaran pada Celline dengan mematahkan tulang kering kakinya dan sekaligus supaya mereka tidak mencoba mencelakakan nona besar lagi selama di pesawat sampai ke Indonesia, jadi mungkin sekarang monic sedang kesulitan mendorong kursi roda celline" tambah franky


"Beraninya kau mematahkan kaki anakku" Heru menyerang sandra,


sandra langsung mengelak dan memberikan tendangan telak ke rahang heru. terjadilah pertarungan di antara mereka. matius mencoba membantu calon mertuanya malah mendapat tendangan fatal dari franky , matius langsung tersungkur . charles maju membantu, franky sekali terjang saja, dia langsung terhempas di lantai


"Membosankan" kata abraham pada kenneth. keduanya menatap malas pada pertarungan itu


"Lebih membosankan kalau kau yang bertarung, tak sampai semenit sudah KO mereka" ledek kenn


akhirnya heru tersungkur kena tendangan sandra. dimas dan markus segera minta maaf pada sandra


"Nona nona.. tenanglah.. maafkan om heru" pinta markus sopan


"Kalau kalian sekeluarga ingin bertarung dengan aku, silahkan cari lapangan yang luas dan sepi, agar aku bisa sekalian mengubur kalian" ledek franky


"Tidak franky, maafkan om saya" pinta markus , franky dan sandra mendengus


Dari arah pintu ketibaan, tampak monic keluar dibantu dua porter , satu porter mendorong troly koper satu lagi mendorong kursi roda celline.


heru, dimas, charles, markus, matius segera berlari menyusul monic yang terlihat kelelahan, charles langsung mengambil alih kursi roda adiknya dari tangan porter


Ken, abraham dan pengawalnya segera naik ke mobil tanpa melihat ke arah mereka lagi

__ADS_1



__ADS_2