
Seminggu di apartemen, alexa dilarang keras keluar oleh keempat orangtuanya yang over protective. ia hampir mati kebosanan.
Apartemen itu memiliki tiga kamar, satu untuk calon bayinya, kamar bayi sudah penuh perlengkapan bayi diisi oleh giovani. angelina bahkan tak punya kesempatan melakukan apapun. sehari setelah lexa pulang, giovani membawa semua peralatan bayi dan mengisi kamar itu
Hari ini lexa bertekad mau keluar
"Sandra please ijinkan aku keluar, aku hampir mati stress karena bosan" mohon lexa "aku akan mengajak ibuku please"
sandra segera menjauh untuk menghubungi majikannya dan melaporkan kemauan lexa. akhirnya disetujui dengan beberapa persyaratan
"nona bersiaplah, kita akan jalan jalan sesuai kemauan nona. kita akan ke mall makan steak" ucap sandra , mata lexa berbinar binar
"Mami ayo kita ke mall makan makan, lexa mau makan steak" ajaknya "papi sudah mengijinkan"
angeline dan lexa pun segera bersiap siap. saat membuka pintu apartemen. wajah lexa langsung berubah datar. F4 ada di hadapannya beserta enam pengawal berbadan tegap. angeline ingin tertawa tapi dia tahan . mana mungkin suaminya membiarkan mereka pergi begitu saja. batinnya
"Nona duduklah, kami akan mendorong nona" ucap franky. lexa menatapnya datar "aku akan memukulmu kalau kalian mengikutiku apalagi menyuruhku duduk di kursi roda" ancam lexa garang. wajahnya persis abraham sedang marah
"sayang jangan persulit mereka. apa kamu mau mereka dihukum karena kamu?" bujuk angeline. akhirnya lexa duduk di kursi roda dengan manyun
sandra dan franky hampir terbahak bahak melihat wajah lexa yang lucu tapi mereka tahan takut nonanya kembali merajuk
***
Shawn Mall
Sejam mereka berkeliling, tapi tak ada yang dibeli oleh lexa, akhirnya ia membeli topi baby boy yang kelihatan lucu.
giovani ternyata menyusul mereka dan bergabung. akhirnya lexa mengajak dua ibunya menuju steak house yang dia inginkan . lexa makan dengan lahap
"pelanlah tak ada yang merebut makananmu" tegur angeline "enak mi" ucap lexa gembira
habis makan dia memikih berjalan saja, karena pinggangnya kram terlalu lama duduk. dua ibunya mengijinkan
lexa ingin membeli sebuah kalung berliontin salib buat bayinya , ia mengajak dua ibunya naik ke lantai atas dimana toko berlian terkenal berada. sebelumnya ia singgah ke toilet dulu .
monica bersama charles melihat alexa keluar dari toilet, timbul ide jahat mencelakakan lexa. tapi melihat banyaknya pengawal ia segera menyusun rencana jahat.
Saat lexa mau menaiiki escalator. monica berlari sekencang kencangnya menabrak lexa sampai lexa terhempas ke lantai. sandra yang di belakang dua nyonya besar dan pengawal lain tak sempat melakukan pencegahan tapi pengawal sudah menahan kedua lengan monica
__ADS_1
"Mih..sakit mih" rintih lexa. franky dan hendrick segera mengangkat lexa duduk di kursi roda, di paha lexa keluar darah. angeline menangis setengah berlutut memeluk anaknya
"Sayang.. katakan mana yang sakit.. katakan pada mama nak" giovani menangis
"sakit mah" rintih lexa memegangi perutnya.
angeline segera bangun menatap monica
BRAKKKK BRAKKKK
dua tendangan yang sangat cepat sekali menghajar dada dan kepala monica, monica langsung terhempas memuntahkan darah segar dan terkapar di lantai
sandra, F4 dan para pengawal membeku sesaat melihat kejadian yang begitu cepat. semua pukulan angelina sangat telak, kejam dan di bagian yang vital
angelina mau maju lagi, terdengar teriakan gio. "angel lexa kesakitan. kita ke rumah sakit, biarkan abraham dan ken yang mengurus anak itu"
"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan putri dan cucuku, aku akan mengeluarkan jantungmu dan ku beri makan kepada buaya" teriak angeline sambil meraung pada monica yang sudah setengah sadar itu
"hendrick gendong lexa ke rumah sakit" teriak gio . franky segera menggendong lexa dan berlari melalui conecting door antara SHAWN Mall dengan SHAWN International hospital. yang lain juga ikut berlari termasuk pengawal yang menyeret monica .
Franky meletakkan tubuh lexa di brankar IGD.
"Nyonya keluarlah dulu biarkan kami bekerja" usir perawat itu sampai semua keluar ruangan
Kenneth dan Abraham berlari kearah mereka , angeline dan giovani meraung raung menangis di pelukan suami mereka
"Keluarga nona alexa vebiolla shawn" panggil dokter IGD "kami orangtuanya dokter" jawab abraham
"Harus di lakukan tindakan SC sekarang, silahkan urus prosedurnya"
"lakukan yang terbaik dokter" ucap kenneth cepat. "Dia pemilik Rumah sakit ini jadi tak perlu prosedur, jalankan semua yang terbaik" tunjuk ken pada abraham
dokter terkejut "ba-baik tu-tuan" team medis segera mendorong brankar alexa ke OK untuk di operasi, smua orang mengejar brankar lexa yang terus berteriak kesakitan
keempat orangtua, menunggu diluar ruang operasi dengan cemas, abraham dan ken masih berusaha menenangkan istri mereka . jangan tanya sandra, f4 dan pengawal, mereka sudah berlutut sejak tadi
setelah angeline dan giovani sudah agak tenang, ken dan abraham menemui orang yang berlutut itu
"Bangun semuanya, jelaskan padaku apa yang terjadi, dua puluh orang tak bisa menjaga nona besar dan calon cucuku, apakah kalian sudah bosan hidup hah?" teriak ken marah
__ADS_1
Abraham sudah malas basa basi, kakinya sudah siaga mau menghabisi semua orang itu. semua mendapat firasat tak enak segera menahan nafas
"Hubby.. hubby.." angeline memeluk pinggang suaminya " bukan salah mereka, bahkan aku dan gio dibelakang lexa tadi, aku yang salah hubby" angeline memohon pada suaminya
"Benar hubby.. kami disana, ini salah kami, bukan mereka, ampuni mereka hubby" mohon gio juga pada suaminya
"Kalian bangun semua, sandra ceritakan apa yang terjadi" ucap ken agak pelan takut menakuti istrinya , ya kelemahan ken adalah istrinya yang lemah lembut
semua akhirnya bangun dengan gemetaran. sandra menceritakan semua kejadian kecuali tentang aksi mengerikan angeline
"Pengawal tangkap monica sekarang bawa ke hadapanku" teriak abraham . tapi mereka tak bergeming. "kalian berani membangkang hah?"
"Tuan, monica di ICU sekarang, kami tak mampu mengeluarkannya" ucap hendrick dengan gemetar
"Bagaimana bisa ? apa yang terjadi?" tanya abraham
"Ekhmm.. Hubby.. ehmmm.." ucap angeline takut melihat suaminya marah
"kenapa angel?" tanya abraham dingin
"Tadi.. dia melukai anakku. aku tak bisa mengendalikan diri, aku bahkan tak pernah memarahi lexa sejak lahir, jadi aku menghajarnya, tapi hanya dua kali saja. sungguh hanya dua kali, tak tau kenapa dia di ICU sekarang" ucap angeline menunduk. takut suaminya marah .
abraham, ken, giovani, sandra, F4 hanya menatap angeline dengan tatapan datar
(bagaimana tak masuk ICU kalau semua pukulan angeline sangat kejam dibagian vital, ia menendang tepat di dadanya dan otaknya sampai tulangnya patah dan tengkoraknya retakππππ sampai muntah darah begitu)
"ceritakan hendrick" ucap abraham. dia malas bertanya pada istrinya.
hendrick dengan hati hati menceritakan adegan tadi dengan lengkap. abraham menatap angeline datar . angeline segera memeluk suaminya agar tak marah
"Aku tak marah, cuma kamu memukulnya di tempat umum nanti mengundang paparazi, malah terungkap identitas kita dan banyak yang akan mencelakai alexa" ucap abraham lembut mengusap rambut istrinya
"Maafkan aku, aku hanya emosi tadi" abraham mengangguk
"lupakanlah, aku akan mengurusnya nanti"
"semoga anda tak mati monic" batin semua orang
__ADS_1