ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 23 - Cemburu lagi


__ADS_3

Pagi ini alexa ke kantor dengan lemas, ia agak terlambat tiba. karena tadi harvey menangis tak mengijinkannya keluar rumah. angeline dan perawat membujuknya susah payah. sampai akhirnya angeline membawa harvey dan mainannya ke taman. baru harvey berhenti memangis dan lexa bisa bekerja


"Kamu kira diperusahaan ini kamu bisa seenaknya hah?" bentakan alex di airphone membuat lexa sedih


"Maaf tuan, tadi ada urusan di rumah. lain kali tidak akan saya ulangi lagi" jawabnya sedih . alex terdiam sesaat . "antarkan kopiku sekarang" ia segera memutuskan sambungan airphonenya


lexa membawa segelas kopi ke meja alex dengan wajah sendu "silahkan tuan, ini kopi anda" kata lexa sopan lalu segera keluar ruangan. alex menatapnya sampai punggung mungil lexa menghilang di balik pintu


"kenapa dia sedih sekali?" tanya alex dalam hati , ia mengambil ponsel dan menghubungi ayahnya


"ada masalah apa di rumah lexa pah? tadi lexa datang telat dan mukanya sedih" tanya alex langsung ke poin masalah


"putranya demam sejak kemarin, tadi putranya meraung ingin bersama lexa, jadi ia sedikit terlambat, berilah sedikit toleransi nak" ucap ken lembut , alex merasa bersalah sudah membentak lexa tadi


ia memutar otak sesaat lalu menghubungi hendrick melalui airphone "belikan aku beberapa mainan baby boy berusia 3 tahun, dalam sejam harus sudah ada di ruanganku" alex mematikan sambungan airphone


"bos gila" umpat hendrick. ia segera membuka aplikasi online dan memesan beberapa mainan . sejam kemudian sebuah kardus sudah tiba di ruangan hendrick . hendrick membawa ke ruangan alex


"lexa ke ruanganku" panggil alex dari airphone. lexa masuk dengan mata bengkak


"Pulang dan Selesaikan penyesuaian laporan keuangan satu tahun terakhir, waktumu tiga hari, kerjakan di rumah, jumat letakkan dimejaku" mata lexa langsung berbinar. "Baik Tuan"


"hendrick kau antar lexa pulang dan bawa dokumen serta kardus itu" perintah alex. hendrick mengangguk sambil membawa dua kardus besar itu


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


Apartemen sederhana abraham


"Mom .. mom.. kel.. kel" pekik harvey senang . keningnya di tempel penurun demam


hendrick langsung menggendong dan menciuminya dengan gemas. harvey tertawa terbahak bahak karena geli kena sisa kumis dan jenggot hendrick . mereka berguling guling di karpet


"saat hampir lahir, aku yang menggendong kalian. you see.. dia sangat akrab dengan unclenya" kata hendrick sambil tertawa . lexa ikut tertawa


hendrick membuka dua kardus besar dan sebuah kardus kecil. isi kardus kecil adalah anggur dan pir kesukaan harvey. "gep gep kel" katanya gembira. hendrick menciuminya


"car car" kata harvey sambil memeluk mobil mobilan besar pemberian hendrick. lagi lagi mereka bergulingan di karpet.


"mom jealous, you didnt love mom" kata lexa pura pura sedih "mom avi lop mom. hug hug" kata harvey memeluk dan mencium lexa. lexa tertawa


"kamu tak kerja nak?" tanya angeline terkejut melihat lexa di rumah, ia baru pulang membeli ikan karena mau memasak sup ikan buat harvey


"Bos gila itu marah karena lexa terlambat. setelah bentak bentak dia malah menyuruh lexa mengerjakan laporan di rumah , waktu lexa tiga hari" lapor lexa pada angeline

__ADS_1


"pantes saja dia menyuruhku membeli mainan" batin hendrick


"Ya sudah lanjutkan pekerjaanmu jangan sampai ditegur karena tak selesai" pesan angeline. hendrick pun pamit kembali ke kantor


"Bagaimana putranya lexa?" tanya alex saat hendrick sudah di ruangannya


"Demam bos, tadi masih di kompres saat kami tiba" jawba hendrick datar "berapa harga mainan tadi? aku akan mentransfer padamu" tanya alex sambil mengeluarkan ponsel


"Tak usah bos, saya ikhlas memberikan pada harvey, sejak kecil ia sangat dekat dengan saya, saya menganggapnya anak sendiri" jawab hendrick sambil tersenyum membayangkan harvey


"Tidak, aku yang akan memberinya" tolak alex


"Bos bisa membelikan mainan dilain hari" kata hendrick sambil keluar ruangan meninggalkan alex yang kesal


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


jam 18:00


Sore itu alex mengajak F4 ke mall, bersama sandra juga. Tujuannya TOKO MAINAN . dia ke toko mainan membeli beberapa mainan , hatinya terasa hangat memilih mainan itu. setelah membayar ia minta petugas mengirim ke alamat alexa.


"Jangan Tuan, nanti saya yang membawanya saja" ucap hendrick.


"Tidak, nanti kamu semakin akrab dengan anak alexa. apakah kau menyukai alexa?" tanya alex tajam. hendrick memasang wajah datar


"kau gila?" tanya jackson pada alex. hendrick segera meninggalkannya dengan wajah dingin


"tetap kirim ke alamat itu" pesan alex sebelum pergi . petugas toko mengangguk


mereka berjalan ke sebuah restoran yang terkenal enak. mereka memilih meja agak ke sudut menghindari orang berlalu lalang. ternyata ada monica dan celline disana.


seperti biasa monica langsung memeluk lengan alex dan duduk disampingnya menyerempet hendrick , hendrick segera bergeser karena jijik disentuh monica


"kalian habis darimana kak alex?" tanya monica , alex hanya diam


"Aku baru saja melihat alexa dan kekasihnya" ucap monic, alex langsung menatapnya "dia di ujung sana" tunjuk monica ke arah ujung ruangan lainnya yang tak terlihat dari meja mereka


Tak lama lexa lewat bersama adam , tangan kiri adam menggendong seorang anak kecil tangan kanannya membawa belanjaan. tapi yang kelihatan hanya punggung mereka saja. tapi alex dan lainnya tau itu adam. alex mau menghampirinya tapi di tahan monica ,


"jangan buat malu diri kakak, dia sudah punya kekasih, lepaskan lah kak" ucap monica , alex tak peduli ia menepis tangan monica tapi lexa sudah menghilang


Alex mengepalkan tangannya dengan wajah merah padam


🧸🧸🧸🧸🧸🧸

__ADS_1


Jumat Pagi


Jam 06:30


Alexa sudah duduk dimejanya. Dia menyiapkan pekerjaannya yang tertunda. ternyata sudah dikerjakan hendrick semuanya


Dia melihat hendrick mau masuk ke ruangannya. "Hendrick, terima kasih sudah membantu tugasku selama tiga hari ini" ucap lexa tulus


hendrick tersenyum dan mengusap puncak kepala lexa "bagaimana kamu tau aku yang mengerjakan hum?" tanyanya lembut. "aku mengenal tulisan memomu dimejaku" kata lexa tertawa .


"semangat ya" lexa mengangguk dan kembali ke mejanya, hendrick masuk ke ruangannya. tapi dia menemukan alex didekat mejanya dengan wajah menggelap


"Pagi tuan" katanya mengangguk sopan lalu berjalan ke mejanya, alex langsung menariknya masuk ke ruangan dan mengunci pintu. kembali menyeret lexa ke ruangan pribadinya "lepaskan aku, lepaskan, aku tak mau kesini, lepaskan "


"Apakah aku kurang bisa memuaskanmu, sampai hidupmu selalu di kelilingi banyak pria? apa kamu haus kasih sayang?" tanya alex tajam.


PLAKKK


"jangan campuri hidupku dan menyingkirlah, aku pun tak pernah mengurusmu bersama monica atau lainnya, hatiku bahkan mendoakanmu bahagia bersamanya, kenapa kamu harus selalu mencampuri urusanku" tamparan lexa mendarat di pipi alex


"kamu sendiri yang bilang aku mur-ahan dan ja-lang, buat apa kamu mengurusi wanita ja-lang dan mura-han ini hah?"


alex semakin marah mendengar ucapan lexa. akhirnya ia berhasil membuat alexa terbuai di ranjang besar itu sebanyak dua babak . lexa menangis di kamar mandi. setengah jam kemudian ia keluar melewati alex begitu saja menuju mejanya. ia segera meminum pil kontrasepsi tapi alex keburu melihatnya, menahan tangannya dan merebut bungkusannya . menarik lexa keruangannua


"apa maksudmu?" teriak alex dengan menggelegar, lexa diam saja mengabaikan alex


"aku bertanya padamu, apa maksudmu meminum pil anti hamil hah?" teriak alex makin marah


"Jangan buat aku semakin membencimu dan menghilang dari hidupmu, jaga batasanmu, kamu atasanku dan aku bawahanmu. sebatas itu hubungan kita" kata lexa dingin dan segera berdiri. alex menahan tangannya


"Kamu punya hati hah? sejak dulu hanya kamu yang aku cintai dan tak pernah tergantikan. aku selalu menunggumu kembali, aku selalu mencoba membencimu, tapi aku gagal dan gagal lagi. aku bahkan ikhlas menerimamu dan putramu agar aku bisa bersamamu. hari ini kamu bahkan tak bersedia mengandung anakku hah" teriak alex


lexa menepis tangannya dan berusaha keluar ruangan. alex memeluknya


"Kita berdua sudah tak ada jalan kembali lagi, maafkan aku, carilah wanita lain" ucap lexa dingin


"Tak akan, selamanya kamu milikku" teriak alex "kalau aku bisa melupakanmu, sejak lama sudah kulakukan, tapi aku tak mampu, berulang kali kamu menyakitiku dan menghianatiku, aku tetap tak mampu melepaskanmu di hatiku".


"jangan maling teriak maling, Sejak awal siapa yang menghianati siapa , hatimu paling tau"


"Apa maksudmu? sejak awal kamu yang selalu menghianati aku , dan aku selalu setia padamu"


"terserah" jawab alexa dingin "kamu hanya mencari dalih menutupi kesalahanmu" kata alex. lexa keluar ruangan meninggalkan alex

__ADS_1



__ADS_2