
Di play ground
seorang anak laki laki berusia tujuh tahun tampaknya tertarik dengan sasa, ia mencoba mendekati sasa yang anti orang asing. sasa mengabaikannya dan bermain bersama harvey. karena anak itu terus menganggunya , akhirnya sasa mendorongnya agar menjauh tapi anak itu malah terhempas dan terjatuh. lucunya anak itu malah menangis
Harvey segera membantunya berdiri. tapi ia menepis tangan harvey. ia maunya dibantu sasa. sayangnya orangtuanya yang sejak tadi menelpon salah menilai. orangtua si anak menganggap harvey memukul anak mereka. ayah anak itu marah dan mau memukul harvey. harvey tak membalas dan diam saja. karena baginya adiknya yang salah
Tapi sebelum tamparan tiba di wajah harvey, tangannya di tahan oleh zerah. Adelia segera masuk ke play ground diam diam merekam kejadian itu. hera memanggil tuannya. mereka segera lari ke paly ground. tapi ken menghalangi mereka ikut campur. ken mau melihat kemampuan harvey menyelesaikan masalah
"Tuan, mereka hanya anak anak.. jangan main kasar pada tuan kecilku. ada apa apa selesaikan baik baik Tuan" tegur zerah
"Tak apa onty, avi yang salah" kata harvey "Uncle maafin avi. kejadian tadi tidak disengaja. sekali lagi maafin avi.. teman maafin saya " kata harvey membungkuk pada ayah anak itu
"Aku mau dia yang minta maaf, dia yang mendorongku sampai jatuh" tunjuk anak itu pada sasa
"Teman , ini adalah adikku, aku mewakilinya memohon maaf padamu teman" ucap harvey sopan sambil membungkuk ala ala jepang
Anak itu menangis "Dad aku mau gadis itu minta maaf, dia yang salah"
"Suruh adikmu minta maaf pada putraku" kata pria itu dengan pongah "Tuan aku akan mencoba bicara dengan adikku"
"De.. tadi dede mendorong kakak itu sampai terjatuh, dede minta maaf ya sayang" ucap harvey lembut mengelus kepala sasa
"No.. Dia mengganggu sasa duluan, menarik rambut sasa, mencubit pipi sasa. sasa sudah melarangnya tapi dia mengulangi terus. jadi sasa mendorongnya, sasa tak mau minta maaf" tolaknya
"De.. dia mengganggu sasa, dia salah. tapi sasa mendorongnya ya sasa salah. sasa minta maaf ya sayang" bujuk harvey lembut sambil mengusap kepala sasa tapi sasa menangis menolak
"Tuan maafkan aku, adikku tak mau minta maaf, ijinkan aku mewakili adikku meminta maaf" kata harvey sopan.
"Dasar anak tak tau diri, beraninya kau" ibu anak itu tiba tiba mau menampar sasa. zerah tak sempat menghalangi tapi tangan itu tak pernah sampai ke pipi sasa karena sasa langsung di gendong harvey sehingga nyonya itu hampir tersungkur. harvey menyerahkan sasa pada zerah
"Nyonya, kamu bisa memukulku , memarahiku, tapi jangan pukul adikku, ia masih kecil nyonya. bila adikku memiliki kesalahan mohon maafkan adikku" harvey membungkukkan badannya tapi wajahnya mulai dingin
tapi anak itu kembali menangis mendesak mau sasa minta maaf. sasa menolak tegas dan tak menangis. dia merasa dia tak salah. dia hanya membalas.
"Beraninya kau" Nyonya itu menampar wajah harvey
PLAKKKKKK
zerah dan adelia terkejut sampai terpana. sasa langsung menangis keras melihat kakaknya ditampar
__ADS_1
"Anak tak tau diri. kalian tak tau suamiku ya? suamiku adalah Wakil direktur pemasaran Shawn group pusat , suamiku bisa menghancurkanmu kapan saja. kau hanya butiran debu disini" teriak nyonya itu
《Alex langsung meminta sandra datang ke lokasi》
PLAKKK PLAKKKK
adelia menampar wanita itu dua kali
"Beraninya kau menampar Tuan Muda kecilku, kau kira kau siapa? kau akan menyesal atas perbuatanmu nanti" teriak adelia dan meletakkan harvey di balik punggungnya
PLAKKK PLAKKK
ayah anak itu menampar Adelia dengan sangat keras. sampai sudut bibirnya berdarah . ia kembali mengangkat tangannya tapi harvey mencengkramnya dengan kuat
"Tuan, jangan main tangan pada perempuan, kumohon bicaralah baik baik" ucap harvey dingin. tangan pria itu serasa mau remuk
Gio sudah tak tahan lagi, ia menerobos masuk.
PLAKKKK PLAKKKK PLAKKKK PLAKKKK
sepasang suami istri itu ditampar dengan keras sekali oleh giovani
Gio menendang pria itu sampai tersungkur
"Beraninya kau memukul cucuku, kau kira kau siapa hah? kau akan membayar perbuatanmu" teriak gio marah
"Avi.. mana yang sakit avi..?" gio memeluk harvey dan memeriksa pipinya yang sangat merah, sudut bibirnya mengeluarkan darah . gio merasa sakit sekali hatinya . ia meneteskan airmata
"Pasti sakit sekali ya sayang" gio memeluk cucunya.
"Avi gapapa grandma, tapi onty yang luka, dan dede ketakutan" jawab avi dingin menatap pasutri didepannya.
"beraninya kau memukul kami, kau tak tau siapa kami hah?" teriak wanita itu
untunglah sasa sudah di gendongan ken di luar play ground. jadi tak perlu menonton adegan kekerasan didalam
"Aku justru ingin tau kau siapa, supaya aku tau siapa yang akan kubuat menderita setelah memukuli cucuku" tantang gio , wanita itu maju mau menyerang gio.
BRUGHHH
__ADS_1
harvey menendangnya dan langsung terhempas "Nyonya aku tak pernah memukul perempuan, tapi anda mau memukul grandmaku, aku tak bisa membiarkanmu melakukannya" tegur harvey dingin
"Kupastikan kalian akan hancur, suamimu adalah wakil direktur pemasaran di shawn group . kau tau shawn group hah?? Perusahaan nomor satu dunia"
"Terima kasih sudah memberitau identitas suami anda nyonya, besok kita bertemu di kantor" kata sandra yang baru nongol
"Tuan Muda, bagaimana keadaan anda, Maafkan saya terlambat tiba" ucap sandra menyesal "Nyonya besar, bagaimana anda, ada yang luka?"
"Ia menampar pipi avi" kata gio marah , sandra segera memeriksa pipi harvey.hatinya sakit sekali
pasutri itu luar biasa kaget melihat kehadiran sandra, apalagi panggilan sandra pada dua orang itu
Alex, Alexa, Ken yang menggendong sasa segera masuk ke ruangan. Alexa memeluk harvey dan memeriksa pipinya . air matanya menetes. Alex ikut memeriksa pipi putranya
Pasutri itu semakin terkejut melihat kehadiran Alex, Lexa.
"Sayang, katakan pada mom, mana yang sakit" ucap lexa "Avi tak apa apa mom, dede gapapa kan?"
Avi menghampiri sasa dan mencium pipinya. melihat adiknya tak menangis ia sudah lega.
"Semoga besok kau akan baik baik saja" Teriak gio penuh ancaman
"Sandra besok kuharap mereka bertiga sudah berada di ruang meeting jam 13:00" kata lexa sambil mengajak harvey keluar play groundq
"Ayo kita pulang mah" ajak alex sambil memeluk ibunya . pasutri itu nyaris pingsan mendengar alex memanggil "Mah" pada gio
Mereka pulang tanpa bicara sepatah katapun. sampai di mansion shawn. mereka segera turun. perawat mengambil kotak p3k
abraham dan angeline yang baru selesai makan malam terkejut melihat pipi harvey . keduanya bangkit dan memeriksa seksama. hati mereka sakit sekali
"Siapa memukul wajah harvey?" tanyanya dingin menatap semua orang di ruangan itu
adelia menyerahkan video di ipadnya kepada abraham, angeline ikut menonton. angeline melotot. disana ada video cctv awal anak itu mengganggu sasa sampai video adelia
"Aku yang meminta membiarkan harvey menyelesaikan masalah " ucap ken , abraham menatapnya datar
"Memarahi avi pun kita tak pernah, beraninya dia memukul avi, dia kira dia siapa?" kata angeline marah tapi suara rendah. ia takut sasa terkejut
"Besok bereskan tangan yang dia pergunakan memukul cucuku pih"
__ADS_1