ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 26 - Menemui Tuan Nishinoya


__ADS_3

Pent House super mewah itu memiliki lima kamar , empat di lantai dua, satu kamar dilantai satu. mereka berempat tinggal di lantai dua. kamar lantai satu tidak mereka tempati


mungkin kalau bukan mengikuti alex. monica tak akan pernah menginjakkan kaki di penthouse semewah itu


mereka segera masuk ke kamar membersihkan diri setelah tiba di pent house. usai mandi, lexa turun mau mengambil air hangat karena cuaca terlalu dingin. saat tiba didapur. ia mencium aroma mie instant.


"Wah kak hendrick, kamu memasak mie tak mengajakku huh" omel lexa. "aku memasak satu untukmu, duduklah, sebentar lagi selesai"


"aku mau pedas" kata lexa berdiri disamping hendrick menatap mie itu dengan bersemangat


"jangan makan pedas nanti perutmu sakit" hendrick mengusap kepalanya. lexa mengangguk


"mau makan di balkon" kata lexa , hendrick membawa dua mangkuk mie instant ke balkon


"pakai syalmu, disini dingin" kata hendrick. lexa patuh dan mengenakan syalnya lalu memakan mie nya



mereka makan mie dengan lahap, mereka tak sadar, alex menatap mereka berdua dengan tajam.


"alex ayolah jangan kaku lexa tak nyaman bersamamu, kamu lihat lexa lebih nyaman dengan hendrick, brandon, adam dan bisa tertawa bahagia. lepaskan lexa dan biarkan ia bahagia, ia tak mencintaimu" ucap monic yang berdiri di belakang alex. alex langsung menggelap wajahnya.


keduanya masuk melihat alex , hendrick menunduk hormat menyapa alex "malam bos" sementara lexa ke dapur mencuci peralatan masak dan piring kotor . usai mencuci ia segera naik ke lantai dua. alex mengikutinya masuk ke kamar


"Keluarlah, aku mau tidur" kata lexa "Kau tidur denganku"


"aku tak mau, kau keluar sekarang"


"Kamu tau aku tak suka penolakan, jadi tidurlah bersamaku, aku hanya ingin memelukmu dan tidak melakukan hal lain" kata alex datar


akhirnya lexa mengunci pintu kamar dan mengganti pakaiannya dengan gaun tidur. masuk ke selimut dan tidur pulas. ia lelah sekali. alex memeluknya sampai pagi


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


jam 06:00


AVS Penthouse


Lexa bangun dan perlahan melepaskan lengan alex di perutnya dan segera kekamar mandi membersihkan diri. setelah memulas bedak bayi tipis di wajahnya dan sedikit lipbalm, lexa keluar kamar memakai sweater turtleneck lengan panjang, blazer dan celana panjang, kaos kaki.


tiba didapur hendrick tampak membuat carbonara dua porsi dan lasagna seporsi.


"Kau sudah bangun? aku membuat lasagna untukmu, makanlah masih panas" kata hendrick.


"nampaknya lezat sekali , harum hum" kata lexa sambil menghirup lasagnanya .


"hahaha alex yang mengajariku resep ini selama di asrama, aku body guard, bukan koki " kata hendrick

__ADS_1


mereka duduk dan menikmati sarapan paginya dengan duduk berhadapan. alex menuruni tangga


"Pagi bos, sarapanmu sudah tersedia, makanlah" ajak hendrick ramah , alex segera memakan makanannya dengan datar.


lexa menatap carbonaranya dengan berselera. "makanlah, liurmu jatuh gara gara carbonara ini" ledek alex. lexa buru buru mengusap mulutnya lalu menatap alex datar. hendrick dan alex tertawa terbahak bahak


lexa segera mengambil carbonara alex dengan garpu "ehmm enak sekali" puji lexa.


"makanlah, ini ada seporsi kusembunyikan . kita bagi tiga" kata hendrick dan membagi tiga bagian seporsi besar carbonara lada hitam


"kamu mau lasagna?" tanya lexa pada alex. "makanlah, nanti liurmu menetes lagi" ledek alex. hendrick terbahak bahak. lexa mencebik


"Kukira kamu tak punya selera humor kak" kata lexa sambil manyun


"siapa bilang? dia lebih gokil saat di asrama dulu" kata hendrick "ya kah?" hendrick mengangguk


mereka menghabiskan sarapan mereka sampai bersih. alexa mencuci piring dan alat makan, alex kembali kekamar untuk mandi. dia heran melihat posisi tasnya berubah. tadi malam ia meletakkan di kursi. kenapa sekarang ada dimeja. alex segera memeriksa tasnya. tak ada yang kurang tapi posisi dokumen ada yang salah


"mungkin tadi malam aku kelelahan dan salah menyusun" batinnya


usai mandi ia duduk menonton tv di ruang keluarga , monica disampingnya memeluk lengannya.


jam 08:00


lexa duduk di sofa mengenakan sepatunya dan bersiap pergi


"opa dan uncle akan menemuiku, sebentar lagi supir menjemputku" jawab lexa sambil membawa tas nya keluar ruangan


"alex aku lapar sekali" rengek monica


"Kalau lapar belilah makananmu, atau masak sendiri, asal ingat bereskan dapur orang" jawab alex datar


"ishh belikan untukku" rengek monica. hendrick merasa muak langsung baik ke atas. sementara monic menjulurkan tangan meminta uang pada alex


"apa?" tanya alex "aku mau beli sarapan aku tak ada uang"


"cari mesin ATM tarik uangmu, aku bukan suamimu atau siapapun denganmu, kau datang atas kemauanmu sendiri. seharusnya gajimu dipotong karena cuti" jawab alex datar


"kalau lexa yang meminta pasti aku beri, sayangnya dia tak pernah menginginkan uangku" kata alex sendu


"ayolah berikan aku 2000 yen saja buat membeli sarapan jalanan" akhirnya alex memberinya 2000 yen dan monica segera turun ke bawah


jam 11:30


hendrick turun dengan dengan sweater turtleneck grey lengan panjang dan setelan jas fashion, pria bertubuh kekar dengan tinggi 190 itu tampak tampan sekali. monica bahkan sampai terkesima.


hendrick duduk di sofa dan mengenakan sepatunya "kamu mau kemana?" tanya alex

__ADS_1


"Atas perintah Tuan Besar SHAWN, Tuan takeshi nishinoya akan menemuiku, supirnya menjemputku beberapa saat lagi, dia mengepalai gank yakuza disini" jawab hendrick. monica langsung pucat.


"kenapa tak ada yang mengajakku bertemu?" tanya alex


"Tuan muda.. lihatlah. seluruh ruangan ini penuh cctv, anda membawa wanita ular ini dan menempel seperti parasit di tubuh anda, tak akan terlepas dari jangkauan Shawn, Nishinoya, Geraldo.. Citra anda akan rusak nantinya dimata mereka, saranku buanglah wanita ular ini ke tempat sampah" hendrick segera keluar pintu utama. alex membeku . sementara monica makin pucat


Disebuah ruangan vip AVS Restoran group ada 3 orang menanti hendrick. Takeshi Nishinoya, Akihiro Nishinoya, Alexa Shawn. Hendrick bergidik melihat aura kedua pria tampan itu meski usia mereka tak lagi muda.


Takeshi segera memesan makanan dan mereka berempat makan dengan tenang, usai makan pelayan membersihkan piring kotor.


dua wanita yang sangat cantik mengantar alexa ke sebuah toko perhiasan di seberang restoran


"Aku harap kamu bisa menjaga cucuku dengan baik, bila terjadi sesuatu dengan cucuku, maka kamu tak perlu hidup lagi" ucap akihiro dengan wajah tenang tapi suaranya sangat menakutkan


"Saya akan berjuang meski nyawa saya taruhannya Tuan" jawab hendrick tegas dan sopan . bahasanya penuh keyakinan


"Alexa satu satunya penerus nishinoya dan shawn, nyawanya melebihi apapun yang ada di dunia, selama kalian di jepang akan ada pengawal bayangan yang menjaganya, jangan membuatnya sadar dan merasa tak nyaman" sambung takeshi, wajah tampannya juga sangat menenangkan tapi tiap ucapannya memiliki nada seperti membuat orang menciut


"Baik Tuan"


"Ada seekor ular dipent house, berulang kali hendak mencelakai keponakanku, bagaimana dia bisa ikut?"


"Tuan alex adalah jodoh nona alexa, nona alexa ada selisih paham membuatnya menjaga jarak dengan tuan alex, jadi tuan alex menggunakan wanita ular itu untuk membuat nona alexa cemburu sekaligus membuat nona menyadari perasaannya pada tuan alex"


"Bila dia melakukan sesuatu untuk mencelakai keponakanku, silahkan bunuh di tempat, sisanya aku akan mengurusnya"


"Baik Tuan"


"Jaga perasaanmu, Kamu tak bisa memiliki cucuku" pesan akihiro "karena cucuku tak mencintaimu jadi tak ada jalan untukmu"


"Saya memang mencintai nona alexa tapi tidak untuk memiliki, hanya untuk melindunginya, saya sadar ia milik tuan alex. saat mereka menikah, saya akan menikah" jawab hendrick tegas , dia tau dia tak bisa menipu dua orang didepan ini.


"Setelah ini kalian akan lama disini, aku akan memberikan proyek dan tender pada alexa, kamu harus mendampinginya sampai selesai" kata takeshi


"Siap Tuan"


"aku menyukaimu, kamu mau bergabung dengan gank ku?" tanya takeshi


"Nyawa saya diberikan Tuan Abraham, hidup mati saya untuk beliau dan keluarganya, maafkan saya Tuan"


Akihiro dan takeshi tertawa dan merangkul pundak hendrick "Kamu terbaik" puji mereka. hendrick kikuk seketika


"pakai kalung ini nak, kalau terjadi sesuatu dengan kamu, alexa dan alex yang bodoh itu, langsung tekan tombol dalam liontin, pasukan terdekat akan langsung membunuh musuhmu dan melindungi kalian, simpan dalam pakaianmu, jangan sampai terlihat oleh siapapun"


takeshi menyerahkan sebuah kalung mas putih dengan diagonal sebesar kelingking hendrick dan panjangnya melewati dada hendrick setelah dikenakan oleh hendrik


"Siap tuan"

__ADS_1



__ADS_2