Alice Revange

Alice Revange
Nina


__ADS_3

Flash back


Brakkkk, pintu terbuka lebar terlihat sepasang mata yang menatap marah.


Briana tak menghiraukan, apapun yang terjadi Keenan harus menjadi miliknya.


Dengan langkah lebar Lisa menarik rambut Briana sekuat tenaga, hingga terjungkal dan rambut wanita itu bertebaran di lantai.


"Akhh, sialan kau" umpat Briana, bukan hanya bokongnya yang terasa sakit tapi kepalanya juga.


Cekrek cekrek cekrek


Lisa mengambil foto Briana yang masih telanj*ng, "Pergi dari sini atau ku viral kan fotomu" ancam Lisa.


Dengan perasaan kesal Briana memungut pakaiannya dan meninggalkan dua insan itu sebelum fotonya yang tak memakai busana menjadi top tranding di sosial media.


"Sayang" lirih Keenan, suaranya terdengar seperti sedang menahan sesuatu.


"Keenan kau..." belum sempat Lisa berbicara, Keenan membungkam bibir Lisa dengan bibirnya.


"Emh..." Lisa berusaha mendorong Keenan, bukannya menjauh Keenan justru menariknya hingga jatuh ke atas tubuh pria itu.


"Keenan lepas ...."


Keenan tak memberikan Lisa kesempatan untuk mengelak, tangan kekarnya merobek jumbo dress yang dikenakan Lisa hingga tak berbentuk.


"Aku mencintaimu Lisa" lirih Keenan menatap tubuh indah lisa. Lisa mematung, ada rasa bahagia sekaligus sedih di lubuk hatinya.

__ADS_1


"Apa ini? Apa aku mulai mencintai Keenan? Tapi bagaimana bisa? Bukankah aku hanya ingin Memanfaatkan Keenan agar balas dendam ku terwujud? Tapi kenapa aku senang saat Keenan mengatakan cinta pada ku? Dan kenapa juga aku sedih kalau ucapan itu hanya ditujukan kepada pemilik tubuh ini?" gumam Lisa dalam hati.


Flashback off


......................


Brakkkk


Kelvin yang sedang menyeruput kopinya sontak tersedak mendengar suara pintu yang dibuka dengan cukup keras.


Sedangkan Helen yang sedang berdandan, pipinya menjadi terkena lipstik gara gara terlalu kaget. "Siapa yang...." ucapan Helen terhenti kala melihat siapa yang datang.


Wanita berwajah pucat, rambut rontok hingga beberapa sisi kepalanya botak, dilengkapi dress putih yang melekat ditubuhnya.


"Akhhh Nina.... Ampun jangan sakiti aku" teriak Helen histeris.


"Hay, apa maksud kalian? Apa ada hantu disini" pekik Briana kesal. Bukannya disambut kedua makhluk itu malah berlagak seperti sedang melihat hantu.


"Kau...."


"Aku Briana, memangnya siapa?" geram Briana kesal.


Helen dan Kelvin saling menatap, dan detik berikutnya "Ha ha ha ha"


"Apanya yang lucu?"


"Tidak ada, tapi sepertinya kau lebih cocok memerankan film menjelang magrib dari pada Novia" ucap Kelvin tanpa bisa menghentikan tawanya.

__ADS_1


"aku memang pintar berakting, tapi tidak film itu juga"


"Tapi penampilan mu lebih menakutkan dari Nina" ucap Helen, sekuat tenaga menahan tawanya.


"Apa maksud kalian? Kalian menyamakan aku Princess Briana dengan tokoh Nina?"


"Lihat lah sendiri, kau pasti akan langsung setuju" ucap Kelvin menyerahkan cermin pada Briana.


"Akhh" Briana melempar cermin itu ke tembok hingga terdengar suara yang nyaring dari pecahan cermin yang jatuh kelantai.


"Bagaimana? kau mirip dengan Nina bukan?" tanya Helen terkikik


"Diam, semua ini gara gara buntelan keparat itu" sentak Briana, ia benar-benar tidak terima kegagalan nya mendapatkan Keenan dan sekarang penampilan nya menjadi tidak karu-karuan gara gara Lisa.


"Buntelan keparat? Siapa maksudmu?" tanya Kelvin mendadak serius.


"Jangan katakan kalau kau gagal mendapatkan Keenan"


"Siapa lagi kalau bukan Lisa Maier, dia telah menghancurkan rencana ku yang nyaris berhasil! Dan sekarang rambutku rontok gara gara dia"


Helen dan Kelvin tercengang, bagaimana bisa Lisa menggagalkan rencana yang sudah disusun sedemikian rupa?


Apakah Keenan memberitahu Lisa sebelum ia pergi? Jadi Lisa curiga dan menyusul Keenan ke hotel? tapi kenapa? Bukankah Lisa membenci Keenan?


Seharusnya Lisa membiarkan itu terjadi, agar ada alasan rusaknya rumah tangga keduanya.


Dan Keenan yang akan kena imbasnya, nama baik nya hancur, perusahaannya bangkrut dan hidup gelandangan. Setelah itu Briana Lah yang akan menjadi Dewi penyelamat bagi Keenan.

__ADS_1


__ADS_2