
Prag.... prag... pragg
terdengar suara benda jatuh yang begitu nyaring di lantai tiga, namun tak ada satupun maid yang berani mengecek, atau mereka yang memang menantang maut.
"Kelvin stop, apa yang kau lakukan?" pekik Helen.
Kelvin menatap sekilas, lalu melanjutkan aksinya.
Kali ini ia tidak melemparkan botol wine ke tembok, tapi meninju etalase penyimpanan botol wine hingga kacanya pecah dan ambruk, diikuti air wine yang yang membasahi kakinya.
"Ya ampun kelvin, apa yang ada dipikiran mu? satu botol wine ini harganya belasan juta, kenapa kau menghancurkan botol botol ini" maki Helen yang lebih tepat disebut sebagai racauan, seraya mencari botol yang masih terselamatkan.
"Ayolah mommy, kau tidak perlu bersikap seperti pemulung yang sedang mencari rezeki di tumpukan kaca. kau tinggal melempar black kard dan nanti siang akan datang belasan truk yang membawakan wine kesini" racau Kelvin.
"Tutup mulutmu, apa kau pikir ayah tirimu menyayangi kita? dia masih bisa kita kendalikan, semata hanya karena mommy masih menyimpan rahasia besar"
"Ya ya ya, memangnya seberapa penting rahasia itu? apakah akan membuat seisi dunia ini gempar?"
"Mungkin, selain itu rahasia ini bisa menghancurkan nama baik Andrew Back dan reputasi Andrew akan hancur, lalu bumm. semuanya hancur tanpa sisa"
__ADS_1
"lalu kenapa mommy tidak menyuruh pak tua itu membuat Keenan dan Lisa bercerai?"
"dengar Kelvin, Keenan sudah tidak berada dalam kendali Andrew. jadi mustahil jika Keenan mau menyerahkan Lisa tanpa sarat"
"Jika tidak mau menyerahkan, kenapa tidak diambil paksa?"
"huh, mommy benar benar tidak habis pikir! kenapa kau masih juga menginginkan gadis yang mengkhianati mu dengan saudara tirimu? terlebih disaat acara pertunangan mu berakhir? masih pantaskah dia menjadi menantu mommy?"
"Cukup mommy, aku tidak ingin mendengar sepatah katapun yang keluar dari mulut mommy, jika itu hanyalah hinaan yang mommy tujukan pada Lisa"
"huh, terserah kau saja" ucap Helen mengalah, karena tak ada gunanya ia bertengkar dengan putra semata wayangnya. yang ada Kelvin mengamuk dan melakukan hal bodoh yang dapat menghancurkan rencana yang sudah ia ranjang selama bertahun tahun.
"Tapi mommy tidak bilang rahasia apa yang mommy simpan"
"Aku tahu, hanya saja aku ingin jaga jaga siapa tahu malaikat maut datang menjemput mommy. dan aku tidak perlu takut untuk menikmati uang yang manis karena masih bisa memanfaatkan pak tua itu untuk mendapatkan apa pun yang aku mau"
"Kau ini, apa kau ingin mommy mu cepat mati?"
"Tidak, tapi kenapa mommy kukuh tidak ingin membagi rahasia besar itu padaku?"
__ADS_1
"Karena mulutmu ember, bisa bisa Andrew hancur sebelum masanya. mommy masih ingin menikmati manisnya uang"
"baiklah, tapi aku minta bantuan pada mommy"
"Katakan"
Kelvin mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu ke telinga Helen.
"Baiklah, itu hal kecil untuk mommy" ucap Helen tersenyum penuh percaya diri.
......................
Bach Company
terlihat seorang pria paruh baya tengah menatap lekat figura berukuran kecil ditangannya dengan buliran bening yang membasahi pipinya.
"Maaf" hanya kata itu yang dapat terucap dari mulut Andrew, jujur ia begitu menyesal. andai waktu dapat diputar kembali, sebisa mungkin ia akan menghalangi dirinya sendiri melakukan kebodohan dua puluh tahun silam.
Dan kini ia sudah mendapatkan balasan atas kesalahannya, ia begitu merindukan sosok Keenan putra kandungnya yang tak bisa ia temui.
__ADS_1
Andai dulu ia tidak ceroboh, pasti sekarang ia tengah bahagia bersama keluarga kecilnya. Tak perlu ia menikahi wanita ular itu, tak perlu ia menelantarkan anak kandungnya, dan pastinya tak perlu juga ia membuat putranya semakin menderita dengan memberikan jalan bagi Kelvin untuk menikahi Lisa putri musuhnya. Bahkan Andrew terpaksa bersujud di kaki Bobby agar musuhnya mau merestui pernikahan Lisa dan Kelvin, yang tentu saja itu karena ancaman dari wanita ular itu.
Bukan karena harta ia mati Matian menyembunyikan rahasia itu dari publik, tapi demi masa depan putranya. ia tak ingin putranya menderita karena kekurangan uang. ia ingin hidup Keenan terjamin, tanpa kekurangan apapun. ditambah perusahaan ini ada campur tangan Ella yang bisa dijadikan kenang kenangan, agar ia masih bisa mengingat senyum dan tawa Ella yang membuat hari harinya berwarna.