
"Aku bilang lepaskan"
Salah satu bodyguard mendudukkan Lisa dengan paksa disamping Kelvin. Sedangkan bodyguard yang satu lagi memborgol tangan Lisa agar tak bisa melakukan perlawanan.
"Ayo kita mulai pernikahan nya" ucap Kelvin yang sudah tak sabar menjadikan Lisa sebagai miliknya.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Kelvin Boch dengan Lisa Maier binti Bobby Maier dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar 200 miliar tunai" ucap penghulu yang membuat mata Lisa berembun.
"Saya terima nikah dan kawinnya Lisa Maier binti Bobby Maier dengan maskawin...."
"Berhenti" pekik seseorang yang membuat ucapan Kelvin tergantung.
"Keenan" pekik Lisa, mendapati sosok tinggi nan gagah berdiri tak terlalu jauh darinya.
"Tangkap dia" pekik Kelvin, menyingkirkan rasa terkejutnya yang baru saja singgah.
Kedua bodyguard suruhan Kelvin berlari ke arah Keenan dengan membawa vas bunga.
Keenan yang mendapati serangan dadakan, refleks mundur beberapa langkah.
Salah satu bodyguard berambut keriting hendak memukul dengan vas yang sudah ia bawa. Namun dengan cepat Keenan mengunci pergerakan tangan bodyguard itu. lalu memutar tangannya 180°, hingga terdengar suara "krekkkk" yang diikuti "Akrhhhh"
Melihat bodyguard berambut pirang hendak melemparkan vas berukuran sedang kearahnya, dengan cepat Keenan menarik bodyguard berambut keriting menutupi tubuhnya. Pragggg, Vas bunga seharga 46 juta pecah bersamaan dengan menetesnya cairan berwarna merah yang mengotori lantai.
__ADS_1
Tanpa aba aba bodyguard berambut pirang berlari kearah Keenan dengan tangan kosong.
Namun tak butuh waktu lama Keenan berhasil melumpuhkan perlawanannya.
Melihat Keenan berhasil membuat kedua bodyguard itu tumbang, Lisa tersenyum penuh kebahagiaan. Berbeda dengan Kelvin yang terlihat cemas.
"Kau, lawan dia. Kalau perlu bunuh dia sekalian" ucap Kelvin pada Nevan.
"Tentu, itu perkara mudah untuk ku"
"Jangan mimpi, justru kalian lah yang akan mati di tangan Keenan" ucap Lisa dengan sorot mata tajam.
"Terserah kau mau berkata apa. Aku akan mengganti maharnya menjadi kepala Keenan" ucap Kelvin penuh penekanan.
"Keenan" pekik Lisa, karena tenaganya tak mampu melawan Kelvin yang menggendongnya pergi.
Mendengar suara Lisa, Keenan yang tadinya hendak menghadiahkan bogem mentah, mengurungkan niatnya.
"Lisa" lirih Keenan, ia segera berlari menyusul jejak Kelvin.
"Tunggu dulu bung, sepertinya kita belum kenalan" ucap Nevan menghadang langkah keenan.
"Aku tidak punya waktu meladeni mu" tegas Keenan.
__ADS_1
"Tapi aku benar benar ingin berkenalan denganmu" ucap Nevan, tak membiarkan Keenan menyusul tuannya. "Bagaimana jika kita mulai dengan...." Nevan melayangkan bogem ke perut Keenan. tak begitu sakit, karena keenan sempat menahannya meski sedikit terlambat.
"Aku akan menggaji mu tiga kali lipat dari yang tuanmu bayar. Tapi tolong bantu aku untuk menangkap tuanmu"
"Menarik, tapi aku tidak butuh omong kosong dari mu" ucap Nevan kembali melayangkan pukulannya.
"Jangan senang dulu, ini baru pemanasan, aku belum mengeluarkan jurus ku yang sebenarnya" ucap Nevan karena Kelvin berhasil lolos dari serangannya.
"Tenaganya begitu kuat, aku sampai kewalahan menghadapinya" batin Keenan.
"Aku memang kuat, dan terlalu hebat untuk kau kalahkan" ucap Nevan, yang seolah bisa membaca pikiran Keenan.
"Kau benar, kau memang terlalu hebat. Tapi kehebatanmu kau gunakan untuk hal tidak baik"
"Aku menggunakannya untuk berkerja, tidak merampok. Jadi siapa yang dikatakan jenius disini? Tuan Keenan Boch"
"Cih, namanya saja yang baik. Tapi kenyataannya tak lebih dari orang bodoh. Aku heran, mengapa banyak yang mengidolakan atlet silat seperti mu?"
"Karena aku hebat, dan tak terkalahkan!" ucap Nevan sambil melayangkan pukulan mautnya.
"Kau memang hebat, tapi bodoh"
"Kau..."
__ADS_1
"Aku jadi kasihan pada para penggemarmu, bagaimana jika mereka mengetahui idola mereka berkerja kotor dibelakang arena?" ucap Keenan tersenyum mengejek, membungkus rasa nyeri di perutnya.