Alice Revange

Alice Revange
Memanfaatkan Keadaan


__ADS_3

Alice membulatkan matanya. Kenapa ia di tuduh mencelakai calon anaknya? Apa ia benar-benar hamil? Alice mencoba mengingat ingat semuanya.Tapi yang ia ingat hanya saat ia dilemparkan ke sungai oleh Erick. Tapi entah kenapa ia bisa disini, bersama orang orang asing yang mengatakan bahwa dirinya adalah Lisa? Atau jangan-jangan ia bertransmigrasi seperti di novel novel? Tapi apapun itu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku harus memanfaatkan keadaan ini untuk membalaskan dendam ku!


"Dengar aku baik baik, jika kau sampai berani mencelakai calon anakku maka...." ucapan Keenan tergantung karena sebuah benda kenyal membungkam mulutnya.


Keenan mematung, ini pertama kalinya Lisa menciumnya dalam keadaan sadar.


Karena tak ada pergerakan, Lisa melanjutkan aksinya, ia ******* pelan bibir itu, membuat Keenan tanpa sadar membuka mulutnya. lidah Lisa menyelinap masuk ke dalam mulut Keenan. Saling bertukar Saliva dan menari di dalamnya, menggoda lidah Keenan untuk membalasnya.


Keenan membalas serangan Lisa, ia yang memang mencintai wanita pirang itu sejak lama tak segan untuk melancarkan aksinya. Bahkan tangannya tak tinggal diam, meremas benda kenyal yang selalu ia impikan.


Ciuman Keenan menurun ke leher jenjang Lisa, ia memang sempat emosi saat mendengar Lisa mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara memotong urat nadinya, lantaran selalu gagal melenyapkan nyawa di rahimnya. Ditambah berita mengenai kekasih baru Kelvin, yang baru baru ini mencuat di sosial media.


Lisa meremas rambut Keenan, dan mendesah manja yang terdengar seperti irama indah di telinga Keenan.


Keenan membuka kancing baju Lisa, karena tenggorokannya sangat kering, meminta segera dibasahi.


"Kenapa? Kau masih tak mau aku sentuh?" Keenan mendongakkan kepalanya, karena Lisa menarik bajunya agar Keenan tak membukanya.

__ADS_1


"Tidak, tapi..." Lisa sengaja menggantung ucapannya agar pria di atasnya semakin penasaran.


"Apa"


"Aku malu" jawab Lisa menundukkan kepalanya.


Keenan baru ingat, kalau ini rumah sakit. Ia buru buru mengambil ponselnya di saku celana dan menghubungi kontak seseorang.


"Halo, selamat pagi tuan Keenan. Ada yang bisa saya bantu" sapa Boy.


"Dimana kau sekarang?"


"Jangan masuk" ucap Keenan terputus putus karena tangan nakal Lisa tak mau diam.


"Anda mengatakan apa tuan?" Tanya Boy tak paham, sinyalnya yang tidak bagus atau pendengar nya yang bermasalah?


"Larang siapapun masuk kedalam ruangan istri ku"

__ADS_1


"Anda baik baik saja tuan?" Tanya Boy karena dari suara tuannya terdengar kalau tuannya sedang menahan rasa sakit atau semacamnya.


"Aku tidak apa apa, jalanan saja apa yang aku perintahkan" perintah Keenan, melemparkan ponselnya sembarangan.


Dan tanpa sengaja penggilan telpon beralih menjadi panggilan VC dan mengarah kearah dua insan yang berada diatas brankar rumah sakit.


Terlihat Keenan menarik tangan Lisa yang diam diam menyusup ke dalam celana yang dikenakan Keenan.


"Kau harus bertanggung jawab, karena telah membuat ku kelaparan honey"


"Tentu, dan aku juga ingin melihat seberapa gagahnya seorang Keenan saat diatas ranjang"


Keenan menarik sudut bibirnya, "Aku tidak tahu kau amnesia atau memang sedang menguji seberapa kemampuan ku. Tapi jika kau amnesia, maka akan ku buat kau mengingat segalanya"


Boy membulatkan matanya, saat melihat tuannya membuka seluruh pakaiannya hingga tel*njang bulat.


Dan pada detik berikutnya ia langsung mematikan sambungan video call sebelum tuannya melakukan hal yang sama pada istrinya.

__ADS_1


"Astaga, apa tuan sengaja memperlihatkan ini agar aku bisa belajar darinya? Tapi kenapa? Apa tuan tidak tahu kalau jiwa jomblo ku sangat tersiksa?" Gumam Boy mempercepat langkah kakinya, sebelum ada perawat atau dokter yang masuk kedalam ruang nona nya.


__ADS_2