Alice Revange

Alice Revange
Taman


__ADS_3

"what, poster is this?" pekik Briana merobek poster itu hingga tak berbentuk.


"Nona, apa yang anda lakukan"


Briana tak menjawab, ia melangkah melewati scurity hendak masuk. Namun pergerakannya terhenti karena scurity lain mencengkram lengannya.


"Lepaskan"


"Maaf, jika anda tetap bersikeras kami akan menyeret anda"


Briana tak mengindahkan ucapan kedua scurity tersebut, ia menghempaskan tangan scurity yang mencengkram lengannya, hendak masuk.


Namun kedua scurity itu tak diam saja, mereka menyeret tubuh seksi Briana keluar bak binatang.


"Hei apa yang kalian lakukan? lepaskan! Kalian tuli ya" pekik briana.


"Lebih baik anda jangan pernah datang ketempat ini lagi jika anda masih ingin selamat"


Briana berdiri hendak memaki kedua scurity itu namun ia urungkan niatnya, begitu melihat pakaian nya yang hampir koyak karena diseret tadi.


"Awas saja kalian, ku pastikan kalian berdua menyesal" pekik Briana buru buru masuk kedalam mobilnya sebelum ada yang melihat penampilan nya yang kotor dan berantakan layaknya gelandangan.


"Hallo tuan" ucap salah satu scurity setelah menggeser ikon hijau ke atas.


"Kerja yang bagus, lain kali kalian bisa melakukan lebih dari itu jika dia masih nekat" ucap Keenan.


"Baik tuan"


"Kalian dapat bonus 50% dari gaji kalian"


"Terimakasih tuan" ucap kedua scurity bersamaan.

__ADS_1


"Sial, dasar scurity keparat. Awas saja, kan ku pastikan kalian menyesali perbuatan kalian" gerutu Briana sambil mengganti mini dressnya.


"Jaga matamu, jika masih ingin melihat mentari terbit esok"


"ba ... Baik nona" ucap supir terbata bata.


......................


"Seperti yang kita lihat di grafik penjualan, bulan ini penjualan kita lebih rendah dari bulan sebelumnya dimana bulan ini perusahaan kita hanya menjual sekitar...."


Brakkkkkk


Ucapan seorang karyawan yang tengah berpresentasi di depan pun terhenti, begitu juga tatapan semua orang yang sedang tertuju pada Brian.


"Maaf, lanjutkan" ucap Brian.


Brian memijit pelipisnya, bagaimana bisa ia terus terusan memikirkan Lisa hingga tak bisa konsentrasi pada pekerjaannya. Padahal penjualan bulan itu turun drastis, belum tahu apa penyebabnya.


......................


Lion membuka jendela, pandanganya tertuju pada taman yang biasa ia kunjungi setiap akhir pekan bersama mommy nya. Sayu sayu ia mendengar suara recorder yang merdu.


Tanpa menunggu persetujuan, ia bergegas turun dari mobil yang diikuti oleh kedua bodyguard.


"Tuan muda, anda ingin kemana?"


Lion tak menjawab, ia terus berjalan mengikuti suara rekorder itu hingga sampai ke sebuah kursi taman bercat putih.


Lisa menghentikan aktivitasnya, "Huh, andai saja aku bisa bertemu Lion"


"Mommy"

__ADS_1


"Ya, aku merindukan suaranya" gumam Lisa memejamkan matanya.


"Aku rindu mommy" ucap Lion memeluk leher Lisa dari belakang.


"Lion ini benar kamu?"


"Yes, who is Mommy's handsome son?" tanya Lion.


"Mommy merindukan Lion" ucap Lisa memeluk tubuh mungil putranya. Meski baru sehari tak bertemu, tapi rasanya ia begitu merindukan putranya yang setiap hari mewarnai hidupnya.


"Mommy kenapa tidak balik ke rumah Daddy? Kata Daddy mommy pergi ke luar kota, tapi mommy disini"


"Maaf mengganggu, tapi tuan muda harus pulang sekarang" ucap salah satu bodyguard.


"Mommy ayo"


"Emm lion, mommy tidak bisa ikut"


"Kenapa? Rumah Daddy besar, disana kasurnya juga empuk pasti mommy suka"


Lisa terdiam, memikirkan kata kata yang enak didengar.


"Lion ayo kita pulang" ucap seseorang.


Lion membalikkan badan, begitu juga Lisa.


"Daddy"


"Pulang lah dengan bodyguard mu, sebentar lagi ada les matematika"


Lion mengangguk, "Ayo Mommy" ajak Lion menarik tangan Lisa namun Lisa hanya diam ditempat.

__ADS_1


"Lion, biarkan mommy mu. Sebentar lagi ia harus kembali kerja" ucap Keenan memberikan alasan pada putranya.


"Oke, mommy jangan lama lama kerjanya. Lion tunggu mommy di mansion, good bye mommy" ucap Lion melambaikan tangan.


__ADS_2