
"Kau sedang apa?" tanya Keenan yang membuat Lisa meloncat kaget.
"Aku sedang mencari ponsel dan kartu ATM ku, sepertinya aku lupa dimana aku menyimpannya"
"Ponsel, ATM, paspor dan barang barang penting milik mu ada ditangan ku" jawab Keenan santai.
"Kalau begitu kembalikan barang milik ku"
"Tidak akan"
"Why? itu kan milik ku, kenapa kau mencurinya"
"Mencuri? mungkin begitu" sahut Keenan santai, seolah tak merasa bersalah sedikitpun.
Lisa menyipitkan matanya, sepertinya jiwa berandal nya akan keluar.
Uhuk, Keenan hampir saja tersedak kopi hitamnya karena Lisa datang dengan menggebrak meja.
Lisa menarik kerah kemeja Keenan, "Dengar ya tuan Keenan yang terhormat, anda memang suami saya, tapi anda tidak bisa mengambil barang pribadi milik saya. Apalagi barang itu adalah hasil dari jerit payah saya"
Keenan terdiam, baru kali ini ia diperlakukan bak Cupu baru masuk sekolah.
"Sekarang aku mohon dengan sangat, tolong kembalikan barang milik ku atau...."
"Atau?"
......................
"Ampun, tolong hentikan" pekik Keenan. ia benar benar sudah tak bisa menahan hasratnya lebih lama lagi.
Lisa tak menghiraukan, ia terus menggoyangkan pinggulnya di atas milik Keenan.
"Akhh, tolong hentikan.... aku sudah tidak tahan" pikik Keenan, wajah nya memerah bak udang rebus. mungkin jika kamar ini tak kedap suara, para pekerja yang sudah terlelap akan terjaga akibat teriakan Keenan.
"No, I won't stop until you return my belongings"
(tidak, aku tidak akan berhenti sebelum kau mengembalikan barang barang milikku)
"Emh, no"
__ADS_1
Bukannya menyerah, Lisa justru mempercepat gerakannya, membuat Keenan semakin terbakar.
"kembalikan atau..."
"Baik, aku akan kembalikan" ucap Keenan pada akhirnya, dari pada ia mendapatkan hukuman lebih dari ini.
Lisa tersenyum puas, akhirnya usahanya selama satu jam membuahkan hasil juga.
Dengan perlahan Lisa turun dari atas Keenan karena tujuan nya sudah tercapai, "mau kemana kau penjahat kecil?" ucap Keenan menahan punggung Lisa.
"Tidur"
"Tidak, sebelum kau bertanggung jawab atas Junior ku"
"Em, tapi aku mengantuk"
"Kau tidak bisa menipuku!" dengan tangan kekarnya, Keenan membalikkan tubuh Lisa, sehingga tubuh mungil itu berada di bawah nya.
Keenan melepaskan dress yang dikenakan lisa, dan terlihat sebuah bulatan kecil sebesar kepalan tangan di sana.
Keenan menatap lekat perut Lisa yang mulai membuncit, itu terjadi karena sebuah ketidak sengajaan, yang entah salah siapa, karena selama ini dirinya lah yang menjadi kambing hitam.
Flash back
Keenan melempar botol Wine ke tembok yang entah sudah keberapa kalinya.
"Apa salah ku Lisa? kenapa kau mempermainkan ku ha?" teriak Keenan yang terdengar begitu menyedihkan.
Keenan menangis tersedu sedu, kenapa Lisa tega mempermainkannya dengan pura pura mencintainya. Lalu mencampakkannya hanya agar hati Kelvin puas melihatnya menderita.
Keenan menutup telinganya kuat kuat, "Hentikan musik menjijikan itu" teriaknya, yang terdengar hanya sebuah gumaman belaka.
Ya, diluar sana, tepatnya di halaman mansion keluarga Bach tengah diadakan pesta pertunangan Kelvin Bach dan Lisa Maier yang dihadiri para aktris papan atas.
Tapi kenapa mereka melangsungkan pertunangan mereka disini? apa mereka sengaja ingin membuat Keenan semakin menderita?
Dan kenapa tuan Andrew mengijinkan Anak tirinya melangsungkan pertunangan di mansion nya? padahal ia tahu jika putra semata wayangnya begitu mencintai wanita yang sama dengan saudara tirinya.
"Sayang, sepertinya kau minum terlalu banyak"
__ADS_1
"Em, aku ingin ke kamar mandi" lirih Lisa yang terdengar seperti bisikan tak bertuan.
"Baiklah, aku antar"
"Hay Kelvin, lama tidak berjumpa dengan mu" sapa" sapa Alvin, menepuk pundak sahabat lamanya.
"Ah ya, nanti kita bicaranya aku harus..."
"Kenapa buru buru? kita bahkan belum bersenang senang" ucap Alvin menarik Kelvin ke tengah kerumunan.
Sedangkan Lisa berputar putar di dalam mansion milik keluarga Bach yang cukup besar untuk mencari kamar mandi.
Sebuah tangan menggenggam tangan Lisa, dan menuntunnya menaiki tangga.
"Tunggu, aku ingin ke kamar mandi! kenapa harus menaiki tangga segala" lirih Lisa, yang ia pikir pria di sampingnya Kelvin. karena pandangannya buram, mulai dikuasai alkohol.
Pria itu tak menjawab, ia hanya menuntun Lisa sampai di sebuah pintu.
Pria itu membuka kan pintu untuk Lisa, "silahkan masuk"
"Ini kamar mandinya? kenapa gelap sekali? aku takut" racau Lisa hendak berbalik.
Brakk
Orang itu mendorong tubuh Lisa hingga jatuh tengkurap di dalam. Lalu orang itu mengunci pintu dan pergi begitu saja.
Mendengar suara benda jatuh, Keenan yang hampir terlelap kembali membuka matanya selebar mungkin.
Dengan langkah sempoyongan, Keenan menghampiri sumber suara.
"Lisa" tebaknya asal, karena yang ada dipikirannya saat ini hanya lah wanita itu.
Bukannya menjawab, Lisa justru bangkit dan mendekap tubuh Keenan. Namun karena tubuh Keenan tak seimbang, keduanya terjatuh di atas ranjang empuk milik Keenan.
"Emh, Kelvin... aku Kedinginan" lirih Lisa mempererat pelukannya, dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Keenan.
"Akhh" Keenan mendesah, karena Lisa menghisap lehernya kuat, sehingga terbentuk tanda ikan ****** di leher Keenan.
Bukannya menghentikan aksinya, Lisa justru memperdalam cium*nnya, membuat sesuatu yang di bawah sana semakin mengeras.
__ADS_1
Keenan yang sudah tidak bisa menahan hasratnya buru buru melepaskan seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya dan....
...Flash back off...