Alice Revange

Alice Revange
Rencana baru


__ADS_3

"Apa yang Tante Helen lakukan? Apa dia sedang semedi?" Bisik Briana karena Helen duduk diam den memejamkan matanya.


"Diamlah, mommy sedang memikirkan rencana"


"Perfek" gumam Helen membuka matanya.


Ia tersenyum simpul, membuat dua insan berbeda jenis itu kebingungan.


"Apa rencana mommy?" tanya Kelvin yang tak bisa menahan rasa ingin tahunya lebih lama lagi.


"Jika Keenan tak bisa kita jebak, kenapa tidak Lisa saja?"


"Maksud mommy"


"Dengarkan ini baik baik ...."


"Rencana yang bagus, aku yakin Keenan bukan hanya menceraikan Lisa! Tapi juga mendepaknya dari hidup Keenan" ucap Briana setuju akan rencana brilian Helen.


"Siapa dulu yang menyusun?" tanya Helen berkedok menyombongkan diri.


"Aku tidak setuju" ucap Kelvin, membuat dua Wanita berbeda generasi itu menatapnya heran.


"Rencana ini terlalu beresiko, aku takut bukan hanya nyawa janin sialan itu yang melayang! Tapi nyawa Lisa juga" sambung Kelvin mengutarakan kegundahannya.


"Kau tenang saja, karena luka yang akan dialami Lisa tidak cukup parah. Tapi untuk janin sialan itu..." Helen mengibaskan tangan nya.

__ADS_1


"Mungkin kita harus menyiapkan makam untuk bayi sialan itu" ucap Briana dengan senyum penuh kemenangan, karena ia yakin setelah ini Lisa akan dibenci Keenan dan perlahan ia bisa memasuki hati Keenan yang tengah sepi.


Sedangkan Kelvin masih terdiam, ia masih takut jika ia kehilangan Lisa untuk selamanya.


......................


"Kau tidak perlu repot-repot memasak, Lagi pula disini ada maid" ucap Keenan mengunyah nasi goreng buatan Lisa yang begitu cocok di lidahnya. Entah ia yang tidak tahu atau Lisa yang baru belajar masak, setahunya Lisa tak pernah memasak selama tiga bulan menjadi istrinya.


"Tidak masalah, ini hanya hal sepele" jawab Lisa ikut mengunyah sarapannya.


"Tapi aku tidak mau kau kelelahan, dan itu berdampak pada calon anak kita"


"Aku tidak kelelahan sama sekali, lagi pula aku suka memasak"


"Oh ya, aku baru tahu kalau kau pintar memasak"


"Aku sudah selesai, pakailah kartu ini! Kau bebas membeli apapun" ucap Keenan menyerahkan sebuah black card.


"Terimakasih" ucap Lisa menerima kartu itu.


Sebelum Keenan pergi, ia berjongkok dan mengelus perut Lisa yang mulai membulat.


"Daddy pergi sayang" pamit Keenan mencium perut Lisa. Entah kenapa kakinya berat untuk pergi, seolah sesuatu akan terjadi pada calon bayinya.


"Kau kenapa?" tanya Lisa karena Keenan hanya diam saja.

__ADS_1


Keenan menggeleng, ini pasti hanya perasaanku saja. "Aku pamit, jaga dia baik baik"


"Pasti"


......................


"Bingo" gumam Lisa setelah puluhan menit beradu dengan keyboard komputer.


"Tamatlah riwayat mu Erick" lirih Lisa menekan sebuah tombol, dan sekarang ia tinggal menunggu berita runtuhnya perusahaan Adam company, perusahaan yang ia bangun dengan susah payah kini dikuasai mantan suaminya yang bejat.


Tak apa jika ia harus kehilangan perusahaan yang ia bangun dari nol, yang penting kedua mahkluk bejat itu mendapatkan karmanya.


Lagi pula sekarang ia bahagia menjadi istri Keenan, mungkin ia harus menyembunyikan identitas ini dari semua orang, termasuk Keenan. Karena ia takut Keenan akan mendepaknya, karena merasa ditipu olehnya.


Sedangkan untuk jal*Ng sialan itu, ia sudah menyuruh belasan orang untuk memperkos*nya dan mungkin besok ia akan mendengar kabar model cantik Vienna Park dilarikan ke rumah sakit jiwa.


Mungkin ia kejam, tapi lebih kecam saat kedua insan itu bermain api di depan matanya. Bahkan dengan begitu tega Erick membunuhnya dan melemparkan jasadnya ke sungai.


Kling


Lisa mengecek ponselnya, sepertinya ada pesan masuk dari seseorang.


Keenan


Antarkan makanan ke rooftop perusahaan sekarang juga.

__ADS_1


"Baik, aku kesana sekarang" balas Lisa.


__ADS_2