Alice Revange

Alice Revange
Menemui


__ADS_3

"Bagaimana' tanya Keenan dingin, namun dari sorot matanya menunjukkan bahwa ia begitu khawatir.


"Tidak aktif tuan" jawab boy menundukkan kepala.


Keenan menatap ketiga bodyguard yang datang bersamanya"Kenapa masih diam saja? Cari Lion sampai ketemu"


"Baik tuan" ucap ketiga bodyguard serempak.


"Saya akan menanyakan kepada bagian keamanan, siapa tahu ada informasi mengenai tuan muda lion" ucap boy berpamitan.


"Mereka sedang mencari keberadaan Lion, sekarang tenanglah"


"Aku tidak bisa tenang di sini, bagaimana jika lion hilang dan....'


"Sttt" Keenan menempelkan telunjuknya di bibir Lisa.


"semuanya akan baik baik saja. Percayalah padaku" ucap keenan menenangkan Lisa, meski ia sendiri begitu khawatir.


......................


"saya ingin melihat rekaman CCTV satu jam yang lalu" ucap Boy.


"Maaf tapi kami tidak mengizinkan..."


"Empat orang menghilang. Jika anda tetap bersikeras, maka saya pastikan esok pagi anda sudah tidak dapat memasuki bandara ini" ancam boy yang membuat petugas keamanan itu paruh.


Meski tak tahu siapa boy sebenarnya, tapi sepertinya dia bukan orang biasa.


......................


"Halo" ucap keenan usai menggeser ikon hijau di ponselnya.

__ADS_1


"Keenan Bach, bagaimana kabarmu?"


"Dengan siapa aku bicara?" Tanya keenan mengernyitkan dahi.


"Malaikat mautmu"


"Tunggu, jangan matikan telfonnya, jika kau masih ingin melihat putra tercinta mu" sambung sosok misterius dari sebrang telfon.


"Siapa kau sebenarnya" bentak Keenan, yang membuat Lisa langsung menatap kearahnya.


Klik...


Panggilan terputus.


"Ada apa? Apakah sudah ada informasi terkait Lion?" Tanya Lisa.


Keenan menggeleng, ia sendiri tidak yakin apakah orang yang menghubunginya memang benar mengetahui keberadaan putranya atau hanya sekadar menerornya.


Keenan membulatkan matanya, begitu kontak barusan mengirimkan foto Lion tengah tertidur pulas di sebuah ruangan yang begitu kotor.


Keenan menelpon kontak barusan, "Siapa kau, apa mau mu heuh?" bentak keenan emosi.


"Hahaha... Tidak perlu emosi keenan bach, bagaimana jika kita selesaikan secara jantan? Aku tunggu kedatanganmu di jalan yyyyyyy blok B nomor 25.


"Ingat, jangan bawa pihak lain jika kau ingin anakmu selamat"


Klik....


Panggilan terputus


Keenan meremas ponselnya, siapa yang berani mempermainkan seorang keenan bach, salah satu pengusaha terkemuka dunia.

__ADS_1


"Apa yang dia katakan? Apa dia tahu keberadaan Lion?" Tanya Lisa yang sudah tak dapat menahan rasa ingin tahunya.


"Lion..."


"permisi tuan" ucap salah satu bodyguard.


"Ada apa, apa kalian menemukan Lion?' tanya Lisa.


"maaf nyonya, kami hanya menemukan baby sitter dan bodyguard yang menjaga tuan muda lion terbaring pingsan di dekat toilet dan sekarang tengah dilarikan ke rumah sakit. Karena di sekujur tubuh kedua bodyguard itu terdapat luka lebam, sedangkan baby sitter Vivi mengalami luka pukulan di tengkuknya"jelas salah satu bodyguard.


"Apa yang terjadi? Kenapa mereka semua pingsan? Dimana putraku?" pekik Lisa menarik kerah salah satu bodyguard.


"Tenanglah honey"


"Bagaimana aku bisa tenang, putraku hilang dan..."


"Permisi tuan, nyonya, maaf mengganggu" ucap Boy tiba-tiba datang.


"Dari rekaman CCTV yang saya lihat, tuan muda lion diculik oleh orang bermasker...."


"Honey" pekik Keenan, karena Lisa tak sadarkan diri.


"Apa yang kalian lihat, cepat bawa Lisa ke rumah sakit. Dan kau, ikut aku" ucap keenan beralih menatap tangan kanannya.


"Baik tuan" jawab ketiga bodyguard serempak.


......................


"Tuan, sebenarnya kita mau kemana?" ulang Boy yang entah sudah keberapa kalinya.


Keenan tak menjawab, matanya fokus ke jalanan, namun hampir saja menabrak seekor anjing peliharaan milik seorang pria paruh baya. Bahkan sirene mobil polisi terdengar begitu nyaring mengikuti mobil sport hitam yang ditumpanginya.

__ADS_1


__ADS_2