Alice Revange

Alice Revange
Menikah?


__ADS_3

Helen meremas ponselnya, jika saja tidak ada keluarga Quinn, maka ia sudah membanting ponselnya dan mengacak acak seisi ruangan. Namun biar sekesal apapun, ia harus menjaga etika sebagai wanita yang anggun dan berwibawa.


"Bagaimana Tante? Apakah Kelvin bisa pulang sekarang?" tanya Quinn yang sudah tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.


Helen memaksakan senyum di bibirnya, "Maaf ya Quin, untuk sekarang Kelvin belum bisa pulang. Karena pekerjaannya tidak bisa ditunda"


"huuffff" Quinn membuang napas frustasi, sampai kapan ia harus menunggu? Tiga tahun sudah ia menunggu agar Kelvin siap, tuk membuka hati. Tapi nyatanya apa? Hingga kini ia hanya bisa memakan harapan!


"Sudah, jangan sedih. Kelvin sibuk juga karena kamu. Dia begitu menyayangi mu, sampai rela berkerja keras untuk menjamin masa depanmu kelak" ucap Hellen meyakinkan.


Quinn mengangguk, meski ia tahu alasan yang diberikan Tante Hellen bukanlah sebuah kenyataan.


......................


Lisa menatap pantulannya di cermin, begitu anggun dengan balutan gaun pengantin, sesuai yang diinginkan pria misterius itu semalam. Wajahnya yang awet muda begitu manis, meski tak ada polesan make up yang menempel di wajahnya.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa lebih baik aku lapor ke polisi ? Tapi bagaimana dengan Keenan dan Lion? Dia pasti akan mencelakai keduanya jika aku buka suara" ucap Lisa frustasi. karena tak ada jalan lain, selain menuruti keinginan pria misterius itu.


Kling....

__ADS_1


Terdengar suara notifikasi masuk, Lisa membaca pesan dari nomor Keenan. "Satu jam lagi acara dimulai, aku harap kau datang tepat waktu sayang" hanya satu kalimat, namun sukses membuatnya berdebar ketakutan.


......................


Ceklek....


Terdengar suara pintu terbuka


Pria bersepatu hitam mengkilat memasuki ruangan pengap itu. "Ckckck matamu merah sekali, apa kau tidak tidur semalam?"


Keenan tak menjawab, ia fokus memperhatikan pakaian yang melekat di tubuh saudara tirinya. Setelan jas putih dengan buket bunga besar ditangannya, seperti...


"Menikah?"


"hoamm"


Perhatian Kelvin teralih pada bocah laki-laki yang sedang mengerjabkan matanya. "Hallo keponakan om. Bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak? Hm?"


"Nggak, kamu orang jahat! Kamu bukan om ku! Lion ngak pernah punya om jahat!"

__ADS_1


"Hahaha.... kau benar. Aku bukan om mu, karena sebentar lagi aku akan menjadi ayah mu"


"Kamu bukan ayah Lion! Lion cuma punya ayah satu. Daddy Keenan"


"Sayang sekali, tapi sebentar lagi aku akan menikah dengan mommy mu. Jadi sekarang Lion bisa panggil aku, ayah"


"Nggak mau, lion ngak mau punya ayah jahat. Ayah Lion cuma Daddy"


"Baiklah jika kau tidak mau memanggilku ayah. Lagi pula, aku juga tidak Sudi punya anak seperti mu"


"Oh ya, sepertinya aku belum mendengar ucapan selamat dari adik tercinta ku"


"Jangan mimpi, Lisa tidak mungkin mau menikah dengan mu"


"Kau begitu yakin mengatakan nya, sepertinya kau telah melupakan siapa yang telah merebut Lisa dari ku"


Keenan terdiam, sepertinya hanya dirinya yang tahu mengenai kebenaran Lisa yang sekarang bukanlah Lisa yang dulu. Melainkan Alice yang masuk ke dalam tubuh Lisa melalui transmigrasi.


"Apa yang kau pikirkan? Hmm? Menggagalkan pernikahan ku? Lebih baik kau usir pikiran itu jauh-jauh. Karena kan ku pastikan, kali ini tak ada satupun yang bisa menghalangiku untuk mendapatkan Lisa"

__ADS_1


"Jadi lebih baik kau lupakan Lisa, karena Lisa hanya milikku. Dan selamanya seperti itu" sambung Kelvin, menepuk pelan bahu Keenan.


__ADS_2