Alice Revange

Alice Revange
Siapa kau


__ADS_3

Lisa mengusap wajahnya kasar, napasnya memburu. Itu hanya mimpi, tapi kenapa mimpi itu terasa begitu nyata? Apakah akan ada hal buruk yang akan terjadi?


Ceklek


Pintu terbuka, terlihat wanita berpakaian putih mendekat dengan sebuah nampan di tangannya.


"Selamat sore nona Lisa, saya Ayumi. Suster yang ditugaskan khusus untuk merawat anda. Saya sudah menyiapkan makanan untuk anda, kalau anda mau saya bisa menyuapi anda sekarang juga"


"Aku tidak lapar, nanti saja aku makan. Dimana ponselku"


"Semua barang anda ada di atas meja, apakah ada yang bisa saya bantu?"


Lisa menggeleng, ia tak butuh apa apa saat ini. Ia hanya ingin memastikan mimpi barusan hanyalah bunga tidur biasa.


"Tidak, kau bisa pergi sekarang. Aku akan memanggilmu jika aku butuh bantuan"


Lisa meraih benda pipih yang terletak diatas meja sampingnya, baru saja hendak menelfon keenan. Namun kontak itu sudah lebih dulu menghubunginya.


"Halo Keenan, kau dimana? Apa kau sudah menemukan Lion? Lion baik baik saja kan?"


"halo honey, sudah lama kita tidak bertemu"


"Siapa kau?"


"Aku adalah pria yang ditakdirkan untukmu honey"


Lisa kembali mengecek nama yang tertera di ponselnya, tertulis nama keenan disana. Tapi mengapa suara kedua nya sungguh berbeda?

__ADS_1


"Kamu tidak perlu bingung, karena aku telah menyingkirkan penghalang di antara kita" ucap Kelvin, melirik rekaman CCTV di mana Keenan masih tertidur pulas di kursinya. Sedangkan bocah ingusan itu masih menangis, terus berusaha membangunkan Daddynya.


"Siapa kau sebenarnya? Dan kenapa ponsel suamiku ada padamu?"


"Mantan suami honey, ingat itu. Jangan membuat aku marah dan menyembelih putra kecilmu sekarang. Karena mayat kedua pria itu akan ku jadikan mahar nantinya"


"Apa maksudmu?"


"Kau belum paham? baiklah" Kelvin mengalihkan sambungan telpon ke video call, menggunakan kamera belakang.


"Lion, Keenan...."


"Kenapa kau ketakutan honey? Aku hanya memberikan sedikit efek jera pada pria pengganggu seperti Keenan"


"Aku mohon, siapapun kau jangan sakiti mereka"


"katakan, berapa yang kau inginkan? Aku akan memberikan berapapun yang kau mau" tanya Lisa.


"Tidak banyak, aku hanya ingin satu" ucap Kelvin yang membuat Lisa mengerutkan dahinya.


"Menikahlah denganku" ucap Kelvin yang membuat mata Lisa membulat seketika.


"Tidak akan, siapapun kau aku tidak akan pernah mau menikah dengan mu"


"Baiklah, kalau begitu biar aku singkirkan dua mahkluk tak berguna itu. Dari pada mengotori gudangku"


"Tidak, jangan macam macam atau aku akan membuatmu mendekam dibalik jeruji besi"

__ADS_1


"Kau ingin memenjarakan ku? Silahkan, coba saja kalau kau bisa"


Tutt


panggilan terputus....


"Halo..."


Lisa kembali memanggil nomor keenan, namun sayangnya nomor barusan sudah tidak aktif.


"Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa takdir cinta yang ku pilih selalu dihiasi ribuan duri?"


"Apa salahku, kenapa hidupku tak jauh dari pusara derita? Apakah aku memang di takdirkan untuk selalu menderita?'


......................


"egrhh" Keenan membuka matanya perlahan. Terlihat sebuah ruangan yang nampak sedikit berantakan dengan pencahayaan minim. "Dimana aku?"


Keenan mencoba menggerakkan badannya namun tak bisa, ternyata tangan dan kakinya dililit tali.


"Daddy"


"Lion"


"Daddy, lion haus Daddy" lirih lion, tenggorokannya benar benar kering karena terus menangis.


"Sebentar boy" Keenan kembali berusaha membuka tali yang melilitnya, namun nihil tali ini begitu kuat.

__ADS_1


__ADS_2