
1 Bulan kemudian
Lisa membuka matanya perlahan, terlihat ruangan bercat putih disekelilingnya.
"Dimana aku?" lirihnya menatap sekitar.
"Keenan kau..."
Keenan melemparkan sebuah map tepat di dada Lisa, "tanda tangani itu, dan setelah ini jangan perlihatkan wajah mu didepan ku!" seru Keenan dengan tatapan dinginnya.
"Apa ini?"
"Kau punya mata kan?"
"Surat pernyataan cerai"
"Tandatangan sekarang juga" perintah Keenan melempar pulpen.
"Jadi kau menceraikan ku setelah mendorongku?"
"Apa maksudmu?"
"Kau yang menjebak ku, lalu mendorong ku dari atas rooftop! Lalu sekarang kau menceraikan ku?" Seru Lisa tak terima.
"Ha ha ha pintar sekali, tapi sayang nya aktingmu terlalu konyol meski wajah mu nampak begitu meyakinkan"
"Sudahlah, aku tidak punya waktu untuk mendengarkan drama ini! Lebih baik segera tanda tangani surat pernyataan itu, dan jangan pernah muncul di kehidupan ku!" sambung Keenan.
Lisa menuruti perintah Keenan, dengan cepat ia menandatangani berkas itu.
Lisa menatap sendu kepergian Keenan, ia kira hidup barunya akan membuat nya bahagia. Ternyata ia salah, nasib nya masih tetap sama meski raganya berbeda! Ia tetaplah Alice, wanita malang yang selalu dipermainkan pria. Selalu hidup menderita!
apa yang salah dengannya? Kenapa hidupnya begitu miris? Untuk apa ia diberikan kesempatan hidup untuk kedua kalinya jika untuk menderita? Kalau tahu begini lebih baik ia tak usah dihidupkan kembali! Lebih baik ia berada di alam baka bersama orang tuanya!
__ADS_1
"aku menyesal telah meminta untuk hidup kembali" lirih Lisa tanpa bisa membendung tangisnya.
......................
"Tuan, apakah anda yakin akan keputusan anda?" tanya Boy hati hati.
"Apa maksudmu?" ucap Keenan balik bertanya, karena ia dapat menangkap ada maksud tersirat di dalam pertanyaan boy barusan.
"Maksud saya, apakah anda tidak ingin menyelidiki kasus ini? Menurut saya ada kejanggalan disini"
"Tidak ada yang aneh, semua ini terjadi karena dia ingin cepat cerai dariku. Maka ku kabulkan keinginannya. lagi pula anakku juga sudah tidak ada. Tidak ada lagi yang bisa aku harapkan dari wanita ambis seperti dia" jawab Keenan dingin tanpa menatap kearah sekertarisnya.
"Tapi tuan..."
"Jangan bahas dia lagi, aku tidak ingin dengar apapun tentang nya"
Boy hanya terdiam, sebenarnya ia ingin mengatakan fakta yang mungkin tak masuk akal pada tuannya. Tapi ya sudah lah, Keenan sudah terlanjur kecewa. Sepertinya dia tak memerlukan informasi ini.
......................
"Kau tak perlu menangisi pria brengsek seperti dia"
Lisa membalikkan badan, terlihat pria tampan berdiri disamping brankar dengan membawa seikat bunga ditangannya.
"Siapa kau"
"Apa waktu empat bulan membuat mu melupakan ku?" ucap Brian balik bertanya.
Lisa menatap wajah tampan itu lekat, sekilas wajahnya mengingat kan nya pada sosok wanita yang hampir menjebak Keenan waktu itu. Tapi siapa dia? Apa dia ada hubungannya dengan pemilik tubuh ini?
Sayang nya ia tak diberikan petunjuk seperti di novel novel mengenai kehidupan pemilik tubuh ini sebelum nya.
Brian menarik kursi " sayang, andai dulu kau menerimaku tidak akan kubiarkan ini terjadi. Kelvin melupakan mu, Keenan menusuk dari belakang dan sekarang kau ditinggalkan saat hamil"
__ADS_1
"maksudmu..."
"Apa Keenan tidak memberitahu mu? Mungkin dia kecewa karena anak yang ada di rahimmu tidak mati" ucap Brian memasang wajah ibanya.
"Anakku masih ada?"
Brian mengangguk, meski sedikit melenceng dari rencana awalnya ia harus tetap totalitas.
Lisa bangkit, ia menatap pria disampingnya penuh harap "Kau tidak bohong kan?"
"Tidak, kalau tidak percaya coba tanyakan pada dokter"
"Tapi aku terjatuh dari gedung tiga lantai dan..."
"Stt, kau tidak perlu memikirkan itu. Yang harus kau pikirkan sekarang, kau harus pergi sejauh mungkin dari Keenan"
"Pergi? Kenapa?"
"Karena Keenan ingin membunuh anak itu. Sejak awal kehadiran anak itu membuat hubungan Keenan dengan kekasihnya menjadi kacau" jawab Brian mencuci otak Lisa.
"Tidak, setahu ku Keenan begitu menginginkan anak ini"
"Tapi kenyataannya sebaliknya, kau lupa? Dia telah menjebak mu"
"Tapi kenapa dia tidak melenyapkan anak ini sejak dulu? Kenapa dia tidak membiarkan ku saat aku bunuh diri tempo hari?"
"Karena dia tidak ingin semua orang menyalahkan nya. Lagi pula waktu itu kau bunuh diri di hunian nya, semua orang akan mengira kalau Keenan terus menekan mu, dan kau bunuh diri karena tertekan"
Lisa terdiam, ia teringat diary yang ditulis pemilik tubuh ini. Dalam diary itu pemilik tubuh ini mengatakan kalau Keenan pria jahat dan brengsek. Jangan jangan apa yang dikatakan orang disampingnya benar?
"Berarti selama ini aku salah menilai Keenan?" lirih Lisa dalam hati.
Ia kira Keenan laki laki baik, sifatnya yang tertutup dan dingin Karena ulah pemilik tubuh ini yang memperlakukan Keenan dengan tidak baik. Tapi ternyata ia salah, ternyata Keenan lah penjahatnya!
__ADS_1
Lisa mencengkram spray kuat kuat, berusaha menahan tangisnya kembali pecah. "Kenapa aku menangis? Kenapa aku menangisi pria seperti Keenan?" ucap Lisa dalam hati