
"Bagaimana?" Tanya Keenan dingin.
"Nona Lisa pergi ke kota Y menggunakan pesawat QWRXYZ dengan kode penerbangan 637A"
"Bagus, suruh hacker terbaik di negeri ini untuk melacak keberadaannya lebih detail"
"Baik tuan"
Satu hal yang tak boleh dilupakan, bahwa uang bisa merubah segalanya. Nyatanya dengan uang Keenan bisa menemukan keberadaan Lisa dalam hitungan menit. Tidak seperti dulu yang butuh waktu bertahun tahun untuk mendapatkan informasi keberadaan Lisa.
......................
"Selamat malam tuan" sapa para pelayan yang berbaris di depan pintu utama.
Keenan tak menjawab, hanya mengangguk sebagai jawaban.
Jujur ia sangat malas untuk pulang ke mansion. Tapi ia tak boleh lupa, ada seorang anak laki laki yang harus ia berikan kasih sayang, meski kehidupannya jauh dari kata bahagia.
Keenan melangkahkan kakinya menuju kamar lion yang ada di lantai 3.
Ceklek, pintu terbuka. Terlihat kamar bernuansa warna hitam, dengan berbagai poster atlet tenis meja terkenal yang menempel didinding.
"Lion, kamu di dalam kamar mandi?" Tanya Keenan karena tak mendapati keberadaan putra semata wayangnya.
Tak ada jawaban, Keenan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, untuk menghilangkan pikiran negatif yang bersarang di pikiran nya.
__ADS_1
"Lion, kau di dalam?" Tanya Keenan seraya mengetuk pintu kamar mandi. lagi lagi tak ada jawaban, membuat pikirannya keman mana.
Keenan membuka pintu kamar mandi yang ternyata tak dikunci. Pandangannya berputar meneliti setiap penjuru ruangan. Namun ia tetap tak menemukan keberadaan putranya.
Tidak mungkin kan mereka masih diluar.
Keenan meraih ponsel di saku celananya, lalu menghubungi kontak Vivi.
"Halo, ada apa tuan" tanya Vivi begitu sambungan telfon tersambung.
"Dimana kalian"
Vivi melirik Boy yang ada disampingnya, bagaimana bisa Keenan tahu kalau ia sedang tidak sendiri?
"Em, saya sedang di cafe tuan"
"Maaf tuan, tapi bukankah tuan muda lion sedang bersama tuan? Dan saya juga tidak pernah mengatakan atau mengirim pesan seperti yang tuan katakan barusan" jawab Vivi jujur.
"Apa maksudmu? Jelas jelas kau yang menulis pesan bahwa kalian berdua jalan jalan Samapi malam" ucap Keenan yang sudah tak bisa menahan kekesalannya.
Vivi membulatkan matanya, demi apapun ia tak pernah mengetik pesan seperti yang keenam tuduhkan.
"Maaf tuan tapi...."
Tut...
__ADS_1
Keenan mematikan panggilan sepihak, lalu melemparkan ponselnya sembarangan.
Keenan memijit pelipisnya yang berdenyut, dari ucapan Vivi barusan sepertinya bukan wanita itu yang mengirimkan pesan padanya? Lalu siapa? Apa itu artinya Lion menghilang? Kenapa bersamaan dengan perginya Alice / Lisa? Apakah kedua kejadian ini berhubungan?
......................
"lion, apa masakan mommy tidak enak?" Tanya Lisa karena Lion hanya mengaduk sup iga buatannya.
Lion tak menjawab, hanya menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Kenapa? Apa sekolah barunya jelek?" tanya Lisa.
Lion meletakkan kembali sendoknya, "mommy, Lion mau berhenti"
"Maksud Lion?"
"Lion ngak mau ngelanjutin lagi, Lion mau udahan. Lion kangen Daddy" ucap lion menundukkan kepala, menahan tangis yang hampir pecah.
Deg.
Lisa tahu semua ini, tapi ia tak bisa mengungkapkan alasan yang tepat untuk ia katakan. Lidahnya masih Kelu, tak mampu menggambarkan alasan.
Lisa bangkit dari duduknya, lalu memeluk Lion yang sedang mengepalkan tangannya, menahan tangis yang tak terbendung, ia ingat Daddynya pernah mengatakan kalau anak laki laki harus kuat, tidak boleh menangis, dan ia sudah berjanji.
"Lion maafkan mommy, untuk sementara ini kita tidak bisa bertemu Daddy" lirih Lisa memeluk tubuh mungil putranya.
__ADS_1
"Why?"
"Karena ...."