
Brian tersenyum simpul, sepertinya Lisa mulai percaya padanya.
"Tidak ada waktu untuk berpikir, sekarang kau harus cepat berkemas dan pergi! Sebelum Keenan mengetahui semuanya dan membunuh nyawa tak berdosa di rahim mu"
"Tapi aku tidak tahu harus kemana"
"Tidak masalah, kau bisa tinggal di apartemen ku di negara X"
"tapi..."
"Kau tidak perlu memikirkan biaya, kau bisa membayarnya setelah mendapatkan pekerjaan"
......................
Andrew membulatkan matanya, Lisa Maier jatuh dari gedung perusahaan Keenan fashion setinggi Dua puluh satu meter
Andrew mengecek berita ini, berharap berita barusan adalah berita hoax atau ada kesalahan pengetikan.
Namun ia harus menelan kekecewaan, berita ini memang benar adanya! Dan itu artinya....
"Cucuku..."
......................
"Mau kemana kau?" tanya Helen saat melihat putra tercintanya menuruni tangga dengan berpakaian rapi, mengenakan jaket kulit dan jeans panjangnya.
"Aku ingin mengecek keadaan Lisa"
"Tidak perlu, mommy sudah menyuruh orang untuk mengawasi keadaan lisa. sebentar lagi orang suruhan mommy mengirimkan informasi"
"Tapi aku tidak tenang jika tidak memastikan sendiri"
__ADS_1
"Dengarkan kata mommy, jika kau kesana itu sama saja bunuh diri! Keenan akan mencurigai keberadaan mu! Dan tentu saja rencana yang telah mommy buat menjadi sia sia"
"Jadi ini semua bagian dari rencana mu?'
Helen menoleh kearah pintu, begitu juga dengan Kelvin yang tadinya hendak protes.
"Andrew, rupanya kau. Kau ingin ikut rencana kami? Boleh sekali, aku mempersilahkan jika kau ingin ikut andil?" ucap Helen santai namun terdengar seperti hinaan di telinga Andrew.
Andrew berjalan cepat, dan mencekik leher Helen. "Apa yang kau lakukan pada cucuku jal*ng?"
"Lepaskan mommy ku" pekik Kelvin mendorong tubuh Andrew. Untung saja ada pengawal yang selalu mengikutinya kemana saja, kalau tidak ia pasti sudah terbentur ujung meja
"Aku tidak akan tinggal diam, aku akan membuat kalian mendekam dipenjara seumur hidup" pekik Andrew dengan wajah memerah, ia sudah tak bisa menahan emosinya lebih lama lagi.
"Oh ya, memangnya kau punya bukti apa?"
Andrew memutar sebuah rekaman suara percakapan Helen dan Kelvin barusan, bahwa Lisa celaka itu adalah rencana Helen.
Berbeda dengan Helen yang nampak biasa saja, "Lalu bagaimana jika aku menyerahkan bukti kejahatan mu pada polisi?"
Andrew membulatkan matanya, karena terlalu marah ia melupakan bahwa Helen masih memegang bukti kejahatan nya dua puluh tahun yang lalu.
"Kau..."
"Sudahlah, jangan marah marah! lebih baik kau ikut andil dalam rencana baru ku! Bagiamana?"
"Jangan mimpi kau, dan jangan mengancam ku dengan bukti itu"
"Aku tidak akan memaksa mu untuk ikut dalam rencana ku. Karena aku bisa menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan mu. Aku hanya mau kau berpura pura tidak tahu mengenai apa yang kau dengar barusan"
Andrew mengepalkan tangannya, ia adalah CEO Bach Company yang mampu berbuat semaunya. tapi ia tak berdaya sama sekali jika sudah berhadapan dengan wanita ular dihadapannya.
__ADS_1
......................
Praggg
Keenan melemparkan botol wine ke tembok, ia sudah tak sanggup pura pura tegar didepan semuanya.
"Apa yang salah dengan ku Lisa? Kenapa kau tidak mau mengandung anakku? Kenapa?" teriak Keenan yang terdengar begitu menyayat hati.
Keenan menatap sendu foto USG ditangannya, meski terjadi tanpa sengaja ia tetap menyayangi janin yang mungkin telah berada di surga bersama mommy nya.
"Tunggu Daddy boy" lirih Keenan, ia menatap lekat balkon kamar yang pintunya terbuka.
Ia berada di lantai tiga, meski tak menjamin langsung mati, setidaknya ia harus mencobanya. Siapa tahu malaikat maut iba dan langsung mencabut nyawanya begitu saja.
Keenan menatap kebawah, disana ada boy yang melamun gara gara kekasihnya marah tanpa alasan yang jelas. Tapi siapa perduli? Hidupnya lebih menyedihkan ketimbang Boy atau siapapun!
Andai ia dilahirkan di lingkungan keluarga
yang sederhana, apakah ia akan tetap menderita seperti sekarang?
Boy menatap keatas, siapa tahu bintang bintang bisa membantu nya mengerjakan pr Pikir aja sendiri yang diberikan kekasihnya Lusa lalu.
"Tuan" pekik boy saat melihat tuannya hendak melompat dari pembatas balkon.
Boy berlari secepat mungkin, sebelum tuannya benar benar melompat dari atas sana.
"Tuan apa yang anda lakukan?"
"Menyingkir, biarkan aku mati"
"Jangan tuan, bagai mana dengan gaji saya? Anda bahkan belum membayar bonus yang anda janjikan bulan lalu"
__ADS_1
Keenan tidak menghiraukan, pikirannya kalut ia harus segera menyusul putranya di surga.