Alice Revange

Alice Revange
Menunggu


__ADS_3

Keenan berusaha menetralkan napasnya yang memburu akibat olahraga nya barusan.


Keenan benar benar kehilangan kendali, niat untuk memaki kebodohan istrinya justru malah melakukan hal mesum di rumah sakit, beruntung ia sudah menyuruh Boy untuk melarang siapapun masuk.


Lisa menatap lekat wajah pria yang nampak kelelahan di sampingnya, jujur ia belum bisa menerima tubuh dan kehidupan barunya. Terlebih lagi ia belum mengetahui semua informasi tentang pemilik tubuh ini. Ia hanya mengetahui jika pemilik tubuh ini ingin mencelakai dirinya karena frustasi usaha untuk memusnahkan nyawa di rahimnya selalu gagal.


Tapi apapun itu, ia akan melakukan apapun agar misi balas dendamnya terwujud. Termasuk melayani suami pemilik tubuh ini.


......................


Diluar ruangan


"Maaf, apakah sekarang kami sudah boleh masuk" tanya salah satu perawat yang membawa perban dan obat merah di penampan.


Boy terdiam, belum ada kabar sama sekali dari tuannya, sedangkan kedua perawat itu harus segera masuk untuk mengganti perban di pergelangan tangan Lisa dan memberikan makan siang untuk pasien.


"Astaga, bagaimana ini? jika aku telpon bagaimana jika aku mendengar suara menjijikan itu lagi" gumam Boy.


"Anda mengatakan sesuai tuan?"

__ADS_1


"Tidak, biar saya telpon dulu"


"Sebenarnya ada apa ini? kenapa kita harus menunggu satu jam lebih hanya untuk mengantarkan makanan dan mengganti perban" bisik suster yang memegang nampan berisikan sup, dan beberapa jenis buah.


"Entahlah, aku dengar suami dari pasien kamar VVIP nomor 1 sedang berada di dalam bersama pasien"


"Kira kira apa yang dilakukan sepasang suami istri Samapi Samapi melarang siapapun untuk masuk?"


Suster yang ditugaskan untuk mengganti perban terdiam, karena ia tak mau jika pemuda didepan mereka mendengar apa yang sedang mereka ucapkan.


"Apa kau berpikir sama seperti yang aku pikirkan?" ucap suster yang satunya lagi, menatap rekan kerja nya, begitu juga suster yang membawa nampan berisi perban dan obat pendukung lainnya.


Sebenarnya tidak masalah jika berbuat mesum pada istri sendiri. Namun yang menjadi masalah adalah tempat dimana melaksanakan nya! Apa tuannya amnesia sampai lupa dimana tempat ia berpijak sekarang?


Lisa yang mendengar suara ponsel yang terus berdering dengan sangat terpaksa bangkit untuk melihat ponsel siapa yang berbunyi.


"Apa itu ponselku?"


Lisa mengambil wadah infus diatas gantungan untuk mengecek ponsel itu, namun sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Lisa menoleh, "Jangan tinggalkan aku"


Lisa mengibaskan tangannya didepan wajah Keenan, "dia mengigau ternyata"


Ia mencoba melepaskan pelukan Keenan perlahan, bukannya pelukannya terurai justru semakin kuat.


Lisa mendengus kesal, kenapa ia harus terjebak dalam situasi seperti ini. Tapi ya sudahlah, lagi pula ponselnya tidak berdering lagi.


"Bagaimana tuan? Kapan kami bisa masuk" ucap salah satu perawat sebisa mungkin menahan rasa kesalnya. Pasalnya sudah hampir dua jam mereka disuruh menunggu tanpa kejelasan sama sekali.


Boy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bagaimana ini? jika ia mengijinkan dua perawat itu masuk maka bisa bisa di jadikan lumpia Islandia oleh tuannya. Tapi kedua perawat itu harus masuk untuk mengganti perban dan memberikan makanan pada nona nya.


"Tuan, tolong jawab. Kami sudah lama menunggu disini, pasien lain juga harus kami layani"


"Maaf, lebih baik suster datang beberapa jam lagi. Sepertinya pasien sedang tidak ingin diganggu"


"Lalu kenapa tidak katakan dari tadi, kaki ku sangat pegal menunggu dari tadi" gerutu salah satu perawat dalam hati.


"Huh tuan, sebenarnya anda sedang apa? Dan kenapa ketiga mahkluk itu belum datang juga" lirih Boy karena ketiga anak buah nya tak kunjung datang juga, padahal ia harus menyelesaikan urusan nya di kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2