Alice Revange

Alice Revange
Poster


__ADS_3

"Kapan aku bisa mendapatkan hasilnya" tanya Keenan dingin, sambil terus berjalan menyusuri loby.


"Dua Minggu lagi tuan"


"Apa tidak bisa dipercepat?" tanya Keenan menatap ke samping.


"Maaf tuan, tapi itu waktu tercepat" jawab Boy jujur.


"Pastikan hasil tes DNA itu akurat. Aku tidak ingin ada yang memalsukan hasil tes DNA itu"


"Baik tuan"


tiba tiba....


"Keenan, aku merindukan mu" ucap Briana memeluk pinggang keenan dari belakang.


Keenan melepaskan tangan Briana kasar dan menghempaskan nya.


"Jangan pernah sentuh aku" ucap Keenan sinis pada wanita tak tahu malu didepannya. Jelas jelas ia sudah menolak cintanya, tapi Briana masih ngotot mendekati Keenan.


"Kenapa? Kau malu kita bermesraan didepan umum?" tanya Briana dengan suara manjanya.


Keenan melirik kesamping, dimana para karyawannya tengah berbisik tentang nya.


"Jaga ucapanmu, aku tidak pernah punya hubungan apapun dengan mu. jadi hentikan ucapan menjijikan mu! Aku muak!"


"Baiklah jika kau tidak ingin diganggu, aku akan pergi"


"Baguslah, akhirnya kau sadar diri juga"


"Aku akan kembali nanti siang, jangan lupa memikirkan ku sayang. Muach" ucap Briana memberikan cium jauh.


Keenan membulatkan matanya, matahari belum berada di atas kepala tapi darah di ubun ubun nya sudah mendidih.

__ADS_1


"Boy!"


"Ya tuan"


"Pastikan wanita gila itu tidak datang lagi kemari, dan jangan sampai wanita itu menyebarkan berita hoax jika kita memiliki hubungan"


"Baik tuan" jawab boy mengangguk.


......................


Lisa menatap satu persatu anak yang keluar dari gerbang, namun ia tak melihat keberadaan putranya.


"Maaf Mrs, apakah di dalam masih ada anak lagi" tanya Lisa pada seorang wanita seumurannya yang sedang berjalan keluar gerbang.


"Maaf tapi semua anak sudah keluar, apa anda mencari seseorang?"


"Em iya, saya mencari anak bernama Lion Hansel. Apa dia masuk hari ini?"


"Maaf dengan siapa saya bicara?"


"Maaf, tadi siang ada seorang pria yang mengaku sebagai ayah Lion datang kemari dan memindahkan Lion ke sekolah lain. Apakah sebelumnya mantan suami anda tidak mengkonfirmasi terlebih dahulu?"


"Em, dia sudah mengatakan kalau akan memindahkan Lion ke sekolah elit, tapi saya tidak tahu jika ia memindahkan hari ini"


"Apakah anda tahu dimana sekolah baru lion?" tanya Lisa lagi.


"Maaf, untuk soal itu saya tidak tahu. Kalau sudah tidak ada apa apa lagi saya permisi"


"Apa aku harus ke mansion Keenan? Tapi percuma, dia tidak akan membiarkan ku bertemu dengan Lion sebelum hasil tes DNA itu keluar" ucap Lisa dalam hati.


......................


"Selamat siang tuan muda" sapa kedua bodyguard menundukkan badan.

__ADS_1


"Siang" jawab Lion tersenyum.


"Anda mau jalan jalan atau langsung pulang?" tanya bodyguard yang satunya.


"Lion mau jalan jalan ke taman, tapi ditemenin mommy"


"Maaf tuan muda, tapi nona Lisa sedang sibuk jadi tidak bisa menemani tuan muda"


"Ya udah deh, kalau gitu kita langsung pulang aja"


"Mari" ajak bodyguard membukakan pintu mobil


......................


"Maaf nona, anda dilarang masuk" ucap scurity menghadang langkah Briana untuk masuk.


"what, you don't know who i am?"


"Saya tidak tahu, tapi tuan keenan melarang anda untuk masuk"


"Saya calon istri Keenan, saya berhak masuk kapan pun yang saya mau" ucap Briana.


"Maaf nona, tapi ini sudah menjadi kebijakan kantor"


"Kebijakan macam apa itu?"


"Kalau anda tidak percaya silahkan anda cek sendiri" ucap scurity menunjuk sebuah poster berukuran sedang yang dipajang di dinding.


Briana berjalan mendekat ke arah dinding yang ditunjuk scurity.


Terlihat foto Briana yang berada di lingkaran merah dicoret di tengahnya.


__ADS_1


dan terdapat kata "Dilarang masuk" dibawahnya.


"what, poster is this?" pekik Briana merobek poster itu hingga tak berbentuk.


__ADS_2