Alice Revange

Alice Revange
Ancaman


__ADS_3

"Sebentar boy" Keenan kembali berusaha membuka tali yang melilitnya, namun nihil tali ini begitu kuat.


"Mau aku bantu?" ucap kelvin yang entah sejak kapan berdiri di sana.


"Kelvin'


"tepat sekali, rupanya kau masih ingat padaku"


"Lepaskan aku"


"Lepaskan? Apa telinga ku bermasalah? Aku baru tiba di negara ini untuk memberikan surprise yang tak terlupakan untuk adikku. Dan kini adik tercinta ku meminta untuk di lepaskan?"


"Sebentar adik, kejutannya belum dimulai. Ini baru pemanasan. Aku harap kau dan keponakan ku betah disini" sambung Kelvin.


"Apa mau mu?" tanya keenan berusaha tenang, karena ia tak mau menunjukkan sisi buruknya pada Lion.


"Mauku? Cukup sederhana. Balik nama semua warisan Daddy menjadi atas namaku dan serahkan Lisa padaku"


"jangan mimpi"


"Aku tidak sedang bermimpi, lagi pula aku hanya meminta dua hal sederhana bukan?. Lebih baik kau pikirkan baik baik. Sebelum aku berubah pikiran, meminta segala yang kau miliki untuk ku" ucap Kelvin menepuk bahu Keenan.


"Good bye, keponakan om. semoga teman teman tikus dan kecoa bisa membuatmu terhibur" sambung Kelvin melambaikan tangan sebelum menghilang dibalik pintu.


..........


Lisa meremas ponselnya, apakah melapor ke polisi adalah jalan yang benar? Entahlah, pikirannya kalut, hanya itu yang dapat ia lakukan.


Ponselnya bergetar, tertera nama keenan di layar. Dengan cepat Lisa menggeser ikon hijau.

__ADS_1


"hentikan mobilnya" ucap Kelvin


Lisa membulatkan matanya, dari mana dia tahu kalau ia sedang naik mobil.


"Aku hitung sampai tiga, jika kau tidak menghentikan mobilnya. Niscaya aku akan membunuh keenan dan Lion sekarang juga"


"Satu..."


"pak tolong hentikan mobilnya"


"Dua...."


Ciiittttttt....


"Ada apa nona?" tanya supir yang kebingungan mengapa Lisa menyuruhnya berhenti mendadak.


Lisa tak menjawab, "jangan sakiti mereka, atau aku akan melaporkanmu ke polisi"


"Jangan... aku mohon jangan bunuh mereka"


"menikahlah denganku, maka dengan senang hati aku akan membebaskan mereka"


"Dengar, aku tidak mengenalmu. jadi tolong jangan memaksa ku untuk menikah denganmu"


"Aku tidak memaksa mu, aku hanya sedang berusaha mewujudkan impian kita yang sempat gagal"


Lisa mengernyitkan dahinya, apa maksud perkataan pria ini barusan? Apa orang ini begitu dekat dengan pemilik tubuh ini?


Kelvin mengusap kasar buliran bening di sudut matanya, "Datanglah ke vila X jalan Ry esok, pukul sepuluh. Ingat jangan bawa siapapun, apa lagi polisi. Kalau kau ingin mereka berdua selamat"

__ADS_1


Klik...


Panggilan terputus


Lisa meremas ponselnya frustasi, kenapa takdir selalu mempermainkannya?


"bagaimana nona? Apakah kita jadi ke kantor polisi?" tanya supir, memberanikan diri untuk angkat bicara.


Lisa menggeleng, "kita kembali ke mansion" lirih Lisa yang dipatuhi oleh supir.


......................


Terdengar dering ponsel, Kelvin melirik sekilas. Siapa lagi kalau bukan mommynya yang paling cerewet?


Jujur ia begitu lelah diatur seperti anak kecil, melakukan apa apa harus seijin mommynya. Ayolah, dia adalah pria dewasa berusia 34 tahun, sangat layak untuk mengambil keputusan dan menjalankan hidup sesuai kemauannya sendiri. Tapi apa? Dia selalu diatur seperti bocah SD, Membosankan sekali.


Dengan sangat malas, Kelvin meraih benda pipih di atas meja dan menggeser ikon hijau.


"Dimana kau sebenarnya, kenapa sebulan tak ada kabar?"


"Aku sedang berlibur di luar kota bersama teman teman ku"


"Cepat pulang, kita harus segera membahas rencana pernikahanmu dengan Quinn"


Sudah dapat di duga, lagi lagi mommy nya membahas Quin, Quinn dan Quinn. Telinganya sangat bosan mendengar nama itu, sedangkan Lisa, wanita yang begitu ia puja justru begitu jauh darinya.


Tut....


Panggilan terputus

__ADS_1


Helen meremas ponselnya, jika saja tidak ada keluarga Quinn, maka ia sudah membanting ponsel dan mengacak acak seisi ruangan. Namun biar sekesal apapun, ia harus menjaga etika sebagai wanita yang anggun dan berwibawa.


__ADS_2