
"Aku tidak menyangka, ada wanita yang begitu cantik hanya dengan polesan make up natural. Andai aku masih bisa hidup sebagai diriku yang sesungguhnya, aku pasti akan mengidolakannya" gumam Lisa menatap pantulan wajahnya di cermin.
Tok... tok... tok
"Ya, sebentar"
"Ada apa?" tanya Lisa saat melihat pelayan pria datang tanpa membawa apapun.
Bukannya menjawab pelayan itu malah masuk dan menutup pintu.
"Hay, apa yang..." ucapan Lisa terputus karena pelayan pria itu membekap mulut Lisa dengan tangannya.
"Diamlah ini aku" ucap pelayan itu melepaskan kaca mata tebal dan maskernya.
"Kau..." Lisa ingat, itu adalah aktor terkenal yang sedang viral karena calon istrinya yang dinikahi adik tirinya entah Karena apa, tapi yang pasti dulu ia begitu sibuk sehingga tak banyak tahu mengenai kehidupan aktor paling terkenal di dunia yang sedang berada di hadapannya.
"Iya ini aku"
"Kau kesini?" tanya Lisa gugup, meskipun tak terlalu mengenal yang namanya Kelvin Bach, tetap saja ia akan sangat bahagia jika di datangi aktor terkenal.
"Ini, pakailah" ucap Kelvin menyerahkan sebuah paper bag berukuran sedang.
Lisa menerima paper bag itu, lalu membukanya. "Maid dress" Lisa menatap orang didepannya heran, kenapa aktor yang sedang naik daun sepertinya hanya menghadiahi sebuah pakaian pelayan? Apakah dia ingin menjadi kan ku pelayan? Atau jangan-jangan dia mengenal pemilik tubuh ini?
"Pakai saja, sebelum ada orang yang datang"
Lisa tak mengerti kenapa tiba tiba orang didepannya menyuruhnya memakai maid dress, tapi ia tetap menurut, siapa tau ia mendapatkan petunjuk dari aktor tampan ini.
"Ini pakailah" Kelvin juga menyerahkan sebuah masker dan kacamata tebal yang sama dengannya.
"Ayo" ajak Kelvin setelah Lisa memakai penyamarannya.
__ADS_1
"Tunggu, sebenarnya kita mau kemana? dan kenapa aku harus menyamar menjadi maid seperti ini?"
"Aku akan membawamu kabur, kita bisa hidup bahagia setelah ini."
"dia benar benar mengenal pemilik tubuh ini? Apa yang harus aku lakukan? mengikuti perintah pria ini agar mendapatkan informasi lebih dalam? tapi bagaimana jika aku semakin sulit menggapai tujuan ku?" batin Lisa.
"Aku akan melupakan semuanya, asal kau menempati janji untuk mengaborsi anak di rahim mu"
"Tunggu, aborsi?" Lisa mengkerut kan dahinya, apa ini ada hubungannya dengan tuduhan Keenan waktu itu dan diary tadi? Atau jangan-jangan Kelvin yang dimaksud Keenan dan diary itu adalah Kelvin Bach, pria didepannya?
"Oh ayolah, jangan melamun sekarang. Atau kita akan ketahuan" ucap Kelvin menarik tangan Lisa. Sedangkan Lisa tetap berdiri di tempat, enggan untuk melangkahkan kakinya.
"why? apa kau tak ingin melenyapkan anak haram itu? Dengar Lisa, kau sudah berjanji, dan kau juga sudah bersumpah untuk melakukan apapun untuk cinta kita. Jadi tolong dengarkan aku...."
Tok ... tok .....
"Nona, saya Aiya. Tuan Keenan sudah pulang dan menunggu anda di meja makan"
Kelvin membulatkan matanya, bagaimana ini? apa yang harus segera ia lakukan? Keenan sangat cerdik, dan susah di kecoh.
"Sekarang" ucap Kelvin, setelah di rasa situasi cukup aman.
"No"
"Apa maksudmu? jangan menunda lagi, jangan sampai si bajingan itu datang dan kita tertangkap basah"
"Aku tidak mau, pergilah sebelum Keenan datang"
"Kau...."
"Aku tidak bisa, aku akan tetap disini bersama Keenan dan calon buah hati kami"
__ADS_1
"Jangan katakan kalau...."
"Yes, I love Keenan"
Kelvin menitikkan air mata, tidak ini tidak mungkin! aku salah dengar kan? Kelvin berpegangan pada ujung meja untuk menopang tubuhnya agar tidak terjatuh.
"You lie" lirih Kelvin, ia berharap Lisa hanya sedang mengerjainya saja.
"No, IM serious" jawab Lisa yakin, karena tak mungkin jika ia Pergi dari Keenan. yang ada ia malah kehilangan senjata utamanya, meskipun kini ia harus melanjutkan bakat pemilik tubuh ini. Untuk masalah informasi lainnya ia akan mencari tahunya sendiri.
"sedang apa dia? kenapa belum datang juga?" gumam Keenan yang sudah standby di depan meja makan. karena jenuh menunggu, akhirnya ia memutuskan untuk menemui wanita berbadan dua itu.
Tok.... tok...
"Ini aku Keenan, buka pintunya"
Tak ada sahutan, untuk kedua kalinya Keenan mengetuk pintu namun tak ada respon sama sekali.
Akhirnya ia memutuskan untuk membuka pintu itu dengan kunci cadangan yang selalu ia bawa, untuk jaga jaga agar kejadian seminggu yang lalu tak terulang lagi.
Dimana Lisa memotong nadinya dan menenggelamkan tubuhnya di bat up saat jam tidur siang. Dan sialnya saat itu pintu kamar dan kamar mandi dikunci dari dalam.
Keenan memutar pandangan, tak ada seorang di kamar ini. Pikirannya tertuju pada kamar mandi, jangan jangan Lisa sedang mengulangi aksi nekatnya.
"Lisa, apa yang kau..." ucapan Keenan terhenti saat melihat istrinya tengah kesusahan menaikkan resleting bajunya yang berada dipunggung.
"Maaf membuat mu menunggu, aku kesulitan untuk memakai dress ini" ucap Lisa, sengaja memakai gaun yang cukup ribet untuk dipakai agar Keenan tidak curiga.
"Seharusnya kau meminta bantuan" jawab Keenan, membantu Lisa memakaikan dress navy yang begitu cocok dipakainya.
"Terimakasih"
__ADS_1
Keenan tersenyum, baru kali ini Lisa mengucapkan terima kasih padanya. Biasanya ia akan marah marah saat ia ingin membantu nya "Ayo kita ke bawah, kau pasti belum makan?" Ucap Keenan menggenggam tangan Lisa, dan ternyata wanita itu tak menolaknya. Tak seperti biasanya, yang selalu mengatainya.
Dari kejauhan terdapat sepasang mata yang menatap dua insan itu dengan tatapan marah, mata itu meneteskan buliran bening yang membasahi pipinya tapi tekadnya berkobar, tak kan padam. "Lisa, kau hanya milikku. Dan hanya aku yang boleh memiliki mu. Jika aku tidak bisa memiliki mu, maka siapapun juga tidak boleh memiliki mu" ucap sosok itu dalam hati.