
Brian berlari memeluk Lisa, "Lisa benarkah ini kau, aku tidak sedang bermimpi kan?" tanya Brian memperkuat pelukannya.
Lisa mendorong tubuh Brian, menciptakan jarak diantara keduanya.
"Lisa kau...."
Plakkk
Lisa menampar Brian "kenapa kau menampar ku?"
"Harusnya aku yang bertanya, apa benar selama ini kau membohongi ku agar jauh dari Keenan dan kau mendapatkan ku?"
Brian tercengang, dari mana lisa tahu semua ini?
"Jawab, kau paham bahasaku kan?"
"Iya, aku memang sengaja melakukan nya agar kau membenci Keenan dan kau menjadi milikku" jawab Brian jujur, lagi pula ia sudah terlanjur basah.
Lisa mengangkat tangannya hendak menampar Brian untuk kedua kalinya, namun ditahan oleh seorang wanita.
Wanita itu menghempaskan tangan Lisa kasar, "Jangan pernah kurang ajar pada Brian"
Lisa menyipitkan matanya, ia seperti tidak asing dengan wajah Wanita di hadapan nya.
__ADS_1
"Kau... Kenapa kau disini"
"Ayo lebih baik kita pulang, jal*Ng ini tidak pantas menjadi bagian keluarga dom"
"Jaga ucapan mu" ucap Brian tak terima wanita yang begitu ia cintai dipanggil ****** termasuk adiknya.
"Kau masih membelanya? sepertinya jika dia meludahi mu juga kau masih bucin padanya"
"Diam Briana, sudah aku katakan jangan ikut campur dalam urusan ku. Bukankah kau sudah berjanji untuk tidak mendekati ku"
"Aku ingat, bukankah kau wanita yang waktu itu menjebak Keenan? Jadi kalian berdua memiliki hubungan?"
"Ti..."
"Briana" bentak Brian, sebelumnya ia sudah memperingati kembarannya agar tidak berada di dekatnya. Namun sekarang Briana justru mengungkapkan hubungan antara keduanya.
Briana dan Lisa sama sama tercengang. Brian yang tak pernah kasar padanya kini membentaknya hanya perkara wanita? Sedangkan Lisa terkejut, ternyata dua orang dihadapannya kakak adik. dan kenapa juga ia tidak menyadari kalau wajah mereka begitu mirip.
"Kenapa kak? Kenapa kakak membentak ku hanya karena jal*ng ini? Tidak tahukah kakak selama ini aku menderita karena Keenan terus terusan menolak ku hanya karena j*lang sialan ini! Dan sekarang kakak justru membelanya ketimbang aku? Buka matamu kak, selama ini kakak hanya dimanfaatkan jal..."
Plakkk
Briana jatuh tersungkur ke lantai, bukan Lisa yang melakukan nya tapi Brian sendiri. Ia tak terima wanita yang ia cintai di sebut ******, meski Lisa sudah menampar dan memakinya tadi.
__ADS_1
Air mata Briana tumpah, ia benar benar tak menyangka Brian bisa berbuat kasar padanya.
Lisa membekap mulutnya sendiri, baru kali ini ia melihat sisi lain Brian.
"Sekali lagi kau panggil Lisa jal*ng maka jangan panggil aku kakakmu lagi"
Briana menghapus airmata kasar, "Baik, aku pastikan kau akan menyesal" ucapnya beranjak pergi.
"Lisa tolong maaf..."
"Diam, aku tidak ingin dengar apapun dari mulut mu. Mulai sekarang anggap aku dan Lion orang asing, dan pernikahan kita batal" ucap Lisa membanting pintu.
"Tidak Lisa, aku mohon jangan batalkan pernikahan kita. Aku minta maaf, aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu. Lisa!" teriak Brian terus menggedor gedor pintu.
Ditempat lain
"Bagaimana? Apa kau sudah berhasil mendapatkan Sempel tuan Bobby dan nyonya Samantha?"
"Sudah tuan, saya sudah mendapatkan sempel rambut mereka saat mereka berdua memotong rambut di salon" jawab Boy.
"Bagus, bawa kesini dan dirimu juga. Karena aku membutuhkan bantuan mu" perintah keenan menatap lekat plastik klip berisi rambut Lisa.
"Baik tuan"
__ADS_1