Alice Revange

Alice Revange
Lari dan sembunyi


__ADS_3

Brian hendak melemparkan pot bunga itu ke wajah Keenan, namun ia urungkan begitu para tetangga datang.


"Ada apa ini?" tanya salah satu tetangga bernama Aiden yang merasa terganggu akan keributan di rumah tetangganya.


"Tidak ada apa apa, hanya salah paham" ucap keenan.


Brian membuang muka, wajahnya memerah. Ia baru ingin balas dendam, tapi malah orang orang berdatangan.


Aiden terdiam, ia menatap Keenan dan Brian bergantian. Dari keringat dan luka lebam yang ada di wajah mereka tak mungkin jika kedua orang itu tidak melakukan sesuatu.


Tapi ia tak ingin ambil pusing, lebih baik mereka pulang. Lagi pula banyak pekerjaan yang harus mereka urusi.


"Tunggu" ucap Keenan menahan tangan Aiden.


"apa kau tahu pemilik rumah ini Dimana?" Tanya Keenan.


"Aku tidak tau, aku hanya tahu ada taksi yang berhenti didepan rumah ini. Sepertinya pemilik rumah ini akan pindah, karena dia pergi dengan membawa beberapa koper sekaligus"

__ADS_1


Keenan membulatkan matanya, apa Alice pindah karena dirinya? Tidak, ia tidak boleh diam saja! Meski ia marah karena merasa dibohongi, tapi tak bisa dipungkiri bahwa ada cinta didalam lubuk hatinya yang terdalam untuk wanita itu.


......................


Vivi menatap satu persatu siswa yang keluar dari ruangan, namun tak melihat keberadaan Lion. "Maaf Mrs, apa masih ada yang didalam?" tanya Vivi.


"Maaf, tapi di dalam sudah tidak ada siswa. Semuanya sudah pulang beberapa menit yang lalu" jawab Mrs Aline.


"Tapi dari tadi saya disini dan tidak melihat anak asuh saya keluar"


"Lion Hansel Bach"


"Tadi orang tua Lion datang kemari dan mengatakan kalau ada acara. Jadi lion pulang lebih awal. Apa anda tidak diberitahu soal itu?" tanya Mrs Aline curiga. Pasalnya anak yang bernama Lion itu mengkonfirmasi bahwa wanita tadi memang benar ibunya. Tapi sekarang baby sitter nya malah menunggu kepulangan anak itu.


Vivi tak menjawab, "kenapa tuan Keenan tidak memberitahuku? Apa tuan Keenan terlalu sibuk Samapi tidak sempat mengabari ku?" tanya hati Vivi.


Begitu diparkiran, Vivi mencari cari mobil sport yang mereka tumpangi tadi, namun ia tak mendapatkan keberadaan nya. "Apa hanya aku yang tidak dikabari tuan keenan?" gumam Vivi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


......................


"Mommy kita dimana?" Tanya Lion menatap heran rumah berukuran minimalis dihadapannya.


"Ini rumah baru kita" jawab Lisa.


"Rumah baru kita kecil?"


Lisa terdiam, rumah ini memang lebih kecil dari rumah yang ia beli dulu, bahkan tak ada apa apanya dengan mansion keenan di negeri ini. Itu karena uang pesangon dan tabungannya hanya cukup untuk membeli rumah ini. Bahkan rumahnya di kota Y belum laku terjual.


Lisa berjongkok menyamakan tingginya dengan Lion. "Lion maafkan mommy, karena mommy belum bisa memberikan kemewahan untuk Lion. Tapi mommy janji, mommy akan kerja keras untuk memenuhi semua keinginan Lion" lirih Lisa dengan mata berkaca-kaca.


Lion menghapus buliran bening yang berjatuhan di pipi mommy nya. "mommy jangan sedih, lion ngak papa kok tinggal disini. Sama mommy dan Daddy. Setelah nanti Lion menang. Iya kan mommy?"


Lisa hanya mengangguk, lidahnya Kelu, tak mampu berkata kata.


Ia sendiri pun tak tahu sampai kapan ia harus lari dan sembunyi dari keenan. Sebelumnya ada Brian yang selalu membantu dan menghiburnya saat susah. Tapi sekarang ia tak tahu apakah ia sanggup bertahan?

__ADS_1


__ADS_2