
Ceklek
Pintu terbuka
Terlihat pria berbadan tinggi, tegap, dan berotot masuk ke dalam gudang.
"Kenapa kau kembali? Apakah kau malu Lisa menolak mu?" Tanya Keenan, yang mengira itu adalah Kelvin.
"Apa maksud tuan?"
"Boy, apa itu kau?" Tanya Keenan berusaha menatap wajah pria di belakangnya. Namun sayang, posisi pria itu ada di belakangnya persis. butuh perputaran 180 derajat untuk bisa memastikan dugaan nya.
"Tentu saja, saya kesini untuk menyelamatkan tuan" jawab Boy, berusaha membuka ikatan yang melilit tangan Keenan.
"Kalau begitu cepat bukakan ikatan ini. Aku tidak mau Lisa menikah dengan pria bajingan seperti Kelvin"
Boy mengangguk sebagai jawaban, meski Keenan tak bisa melihatnya.
Boy menatap sekeliling, mencari sesuatu untuk membantunya memotong tali.
Boy mendengus kesal, tak ada benda tajam yang bisa ia gunakan untuk memotong tali ini. Tapi bukan Boy jika mudah putus asa. Ia meraih gelas di sudut meja bundar, Lalu melemparkannya ke lantai hingga terbagi menjadi belasan bagian. Kemudian ia mengambil potongan yang paling besar dan menggoreskan nya pada tali yang melilit tangan Keenan.
__ADS_1
Tak mudah untuk memotong tali ini, karena Kelvin sengaja menggunakan tali khusus, kualitas A agar Keenan tak bisa melarikan diri, kecuali ada pihak lain yang ikut campur.
Tapi Boy tak akan berhenti sebelum keberhasilan ada digenggamnya. ia terus menggores tali itu menggunakan pecahan gelas samapi tak terasa tangannya meneteskan darah.
......................
"Kau..." ucap Lisa tak percaya.
"Ya, ini aku. Bagaimana? Apa kau suka dengan kejutannya?" tanya Kelvin tanpa dosa.
Lisa menggelengkan kepalanya cepat, Bukankah Kelvin adalah saudara tiri Keenan? Lalu mengapa Kelvin menculik Keenan dan Lion?
"Hay, kenapa kau diam? Ayo kita masuk, di dalam sudah ada penghulu" ucap Kelvin menarik tangan Lisa.
"Why"
"Aku tidak mau menikah dengan mu" pekik Lisa yang membuat Kelvin membulatkan matanya.
"Lepaskan keenan dan Lion, atau..."
Kelvin menempelkan jarinya di bibir Lisa " Hari ini adalah hari bahagia kita, jadi jangan pernah sebut kedua nama itu" ucap Kelvin penuh penekanan.
__ADS_1
"Akhhh" teriak Kelvin karena Lisa menggigit jarinya.
Dengan terbit birit Lisa berlari menjauh. Ia menjinjing gaunnya ke atas, agar mempermudah langkahnya.
"Lepaskan" pekik Lisa meronta ronta, karena kedua tangannya di genggam erat kedua bodyguard suruhan Kelvin.
Bukannya melepaskan, kedua bodyguard itu menarik paksa Lisa, masuk kedalam vila.
"Tolong... Tolong..." teriak Lisa, berharap agar ada seorang dewa penyelamat yang datang menolongnya.
"Berteriak lah sepuas mu,lagi pula tak akan ada yang menolong mu. karena ini pulau pribadi. Tak akan ada seorang pun yang diperbolehkan kesini tanpa ijin dari tuan kami" tegas salah satu bodyguard.
Bodoh! Itulah kata yang ia sematkan untuk dirinya sendiri. Kenapa ia bisa lupa kalau disekitar sini tak ada pemukiman? Seharusnya ia tak perlu menuruti keinginan Kelvin untuk datang kesini! Seharusnya ia menyuruh seseorang untuk melaporkan kasus ini ke kantor polisi! Dengan begitu nyawa Lion dan Keenan aman, tanpa harus menikah dengan Kelvin..
"Lepaskan, aku bisa saja memenjarakan kalian kapan pun yang aku mau" seru Lisa yang tak dihiraukan kedua bodyguard tersebut.
"Perhatian tangan kalian, jangan sampai calon istri ku lecet" seru Kelvin yang membuat mata Lisa membulat seketika.
"Siapa yang kau bilang calon istri? Aku tidak mau menikah denganmu!"
"Maaf tuan, apakah mempelai wanitanya tidak menginginkan pernikahan ini? Lebih baik..."
__ADS_1
"Diamlah pak tua, lebih baik kau kerjakan tugasmu dengan benat" potong Nevan, tangan kanan Kelvin.
Malik, penghulu yang disewa anak buah Kelvin untuk menikahkannya dengan Lisa hanya bisa diam dan mengikuti keinginan pria berdompet tebal itu. Karena sejujurnya ia sedang membutuhkan uang yang tak sedikit. Dan Kelvin yang mengetahui itu memanfaatkan Malik, untuk menikahkannya. Karena pernikahan tidak boleh dilakukan secara paksaan dan tanpa ayah atau saudara laki-laki dari pihak perempuan.