
"Why?"
"Karena ...."
Ting tong
Terdengar suara bel yang membuat ucapan Lisa tergantung.
"Biar lion yang buka" ucap Lion bergegas pergi.
"Huh, semoga lion tidak marah kalau tahu yang sebenarnya" lirih Lisa.
Beberapa menit kemudian.
"Siapa yang datang, kenapa lion tak kembali juga?" gumam Lisa berdiri menyusul putra semata wayangnya. karena sudah lima belas menit menunggu namun bocah itu tidak datang juga.
"Lion, siapa yang dat..." ucapan Lisa terhenti kala melihat sosok yang sedang bersama putra nya.
"Ke.... Keenan" lirih Lisa nyaris tak terdengar. Hampir saja tubuhnya tumbang, namun dengan cepat ia berpegangan pada ujung meja.
"Mommy, mommy kenapa?" tanya Lion berlari ke arah mommy nya.
Lisa tak menjawab, ia memejamkan matanya berharap apa yang ia lihat barusan hanya ilusi sesaat yang sebentar lagi hilang.
__ADS_1
"Kau tidak apa apa?" Tanya keenan menggenggam tangan Lisa.
Lisa tak menjawab, ia menghempaskan tangan Keenan. Meski ia tak tahu kenapa keenan bisa di depannya, ia tetap tidak boleh diam saja. Ia harus melakukan sesuatu agar Keenan tak mengambil Lion darinya.
Memang salahnya tidak berterus terang sejak awal. Tapi ia tidak pernah meminta untuk hidup sebagai Lisa yang merupakan mantan selebriti yang memiliki sejuta masalah dalam hidupnya.
"Lion, masuklah ke kamar" ucap Lisa berusaha terlihat biasa.
"Tapi Lion ingin main dengan Daddy"
"Mommy bilang masuk" perintah Lisa dengan nada membentak, membuat Lion berlari dengan air mata yang membasahi pipi chubby nya.
"Lion" lirih Lisa, menyadari kesalahannya barusan.
"Lepaskan" seru Lisa berusaha melepaskan cengkraman Keenan.
"Aku ingin bicara empat mata dengan mu" ucap Keenan serius.
"Jika kau ingin mengambil Lion dari ku, maka jawaban ku tidak. Aku tidak akan pernah memberikan Lion padamu" ucap Lisa tegas, meski hatinya bergemuruh ketakutan.
"Lalu bagaimana jika aku memenangkan hak asuh Lion di pengadilan?"
Lisa membulatkan matanya, ia tak pernah berpikir sampai situ. Orang kaya seperti Keenan dapat dengan mudah membalikkan keadaan. Sedangkan dia, mungkin hanya akan menangis seorang diri.
__ADS_1
"Kau tahu? Harta memang bukan segalanya, tapi harta bisa merubah segalanya" ucap Keenan membentuk gambar abstrak di pipi Lisa.
"Tidak, aku mohon! Tolong jangan ambil Lion dariku. Aku akan lakukan apapun yang kau mau, asal lion tetap bersama ku"
Keenan menarik sudut bibirnya, niat awal ingin membawa keduanya pulang, kini ia malah dihadapkan oleh situasi yang begitu menarik. Lisa salah paham akan kedatangannya, tapi bukan kah itu bagus?
"Aku akan membiarkan lion bersamamu, tapi dengan satu syarat"
"A.... Apa?" Tanya Lisa yang mendadak menjadi gugup.
Keenan mendekatkan bibirnya di telinga Lisa, hingga terasa nafas hangat pria itu yang menyentuh daun telinganya.
"One night stand for me" ucap keenan yang membuat Lisa mematung seketika. Ia tahu dirinya sudah tak perawan, dan itu semua karena pria diharapkan. Tapi kenapa harus mengulangi kegiatan itu diwaktu yang tidak tepat.
"Kau diam? Baiklah aku anggap artinya kau tidak mau. Bodyguard!"
"Kami tuan" ucap para bodyguard datang bersamaan.
"Bawa Lion ke dalam mobil, kita kembali ke negara R"
Lisa membulatkan matanya, bagaimana ini? Apa itu artinya ia akan benar benar kehilangan lion? Dengan cara apa ia bisa mempertahankan Lion? Keenan terlalu kuat untuknya.
"Lion" pinggul Lisa saat salah bodyguard bertubuh besar itu kembali dengan membawa putranya.
__ADS_1
Lion yang sedang digendong salah satu bodyguard membuang muka, ia masih kesal pada mommynya.