
1 Minggu kemudian
Lisa menatap sekeliling kamarnya, tampak ruangan yang begitu mewah dengan ornamen ornamen yang mempercantiknya.
Mewah, satu kata yang dapat terucap dari bibir mungilnya, padahal dulu ia juga seorang CEO namun kamarnya tak semewah ini.
Ya, sekarang Lisa sudah diperbolehkan pulang. Dan kini ia juga menempati kamar yang dulu ia tiduri sebelum kecelakaan itu terjadi dan Alice masuk dalam kehidupan Lisa.
Namun tanpa ia sadari terdapat kamera CCTV super mini yang tersembunyi disudut tertentu yang tak ia sadari. Mulai dari halaman depan, taman belakang sampai kamar mandi kamarnya, karena Keenan tak mau kecurian untuk kesekian kalinya.
Keenan menyipitkan matanya, kira kira apa yang istri kecil nya cari sampai kolong kasur pun ia periksa.
"Ya tuhan, dimana dia menyimpannya?" gumam Lisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Kau tidak akan menemukan apapun sayang, karena aku sudah menghilangkan semua benda tajam di kamar" lirih Keenan setia mengamati istri kecilnya lewat komputer kantornya. Sebelum Lisa kembali ke rumah, ia sudah menyuruh orang rumah mengambil benda yang dapat mencelakai istrinya mulai dari pisau, peniti, catokan rambut, sampai meja, dan lemari yang berbentuk kotak.
Tok... Tok... Tok...
Keenan buru buru mematikan komputer nya, sebelum ada orang yang melihat body istrinya. Karena saat ini Lisa hanya mengenakan hot pant sepanjang lutut dan crop top "Masuk"
"Selamat pagi tuan, saya ingin menyampaikan agenda anda hari ini" sapa Boy membacakan sejumlah agenda hari ini
Sedangkan Lisa tengah frustasi di kamar mewahnya, karena barang yang ia cari tak ketemu juga. "Dimana dia menyimpan Diary nya" lirihnya menjatuhkan kepala di atas guling.
Lisa menarik sarung guling, dan benar saja. Terlihat buku Diary berwarna jingga berukuran sedang di dalamnya.
"Bingo" Ia membuka buku itu dan mencari informasi di dalamnya, karena tidak mungkin ia menanyakan identitas tubuh barunya pada pekerja disini, yang ada Keenan malah curiga padanya.
__ADS_1
...Dier Diary...
...Namaku Lisa Maier, aku mencintai sosok aktor tampan Kelvin namanya. Hari hari ku bahagia karena ternyata dia juga mencintai ku. Kami memutuskan untuk meresmikan hubungan kami dengan pertunangan. Aku begitu bahagia, sampai sampai aku minum banyak malam itu sebagai luapan kebahagiaanku. Namun impian ku untuk menjadi istri dari Kelvin sirna karena kejadian malam itu....
...(halaman 1)...
...Aku benci, aku benci Keenan, karena dia telah menghancurkan impianku untuk hidup bersama Kelvin. bahkan para penggemar ku pergi dan menghujat ku gara gara dia. Aku benci Keenan! aku benci bayi ini! Tapi kenapa aku selalu gagal melenyapkan bayi ini? Kenapa dia selalu didekat ku? Kenapa? Aku muak hidup dengan pria yang telah merenggut mahkota ku, bahkan kehidupan ku hancur gara gara seorang Keenan! Kenapa dia tidak mati saja?...
...(halaman 2)...
...Lisa membuka halaman berikutnya, ternyata kosong. Sepertinya Lisa yang asli lebih suka menyimpan amarah nya sendiri. Bahkan di buku ini tidak jelas, kronologi tentang malam itu bahkan tidak dicantumkan. Ditambah dia menuliskan kalau Keenan telah menghancurkan impian, membuat para fans menghujat, dan merenggut mahkotanya. Tapi ia tidak menyertakan bukti atau hal yang bisa memperkuat argumen nya. Karena bisa saja ini hanyalah pendapat dari pemilik tubuh ini....
Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Apakah informasi dari diary ini dapat dipercaya? tapi informasinya tidak lengkap, berbelit belit dan hanya berupa argumen semata.
__ADS_1
Lisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, semua ini begitu rumit, bahkan lebih sulit dari memilih warna lipstik untuk kondangan.
Ternyata balas dendam tak semudah yang ia bayangkan, niat awal ingin mencari informasi mengenai kehidupan barunya agar ia bisa memanfaatkan orang disekitarnya untuk balas dendam justru malah membuat kepalanya semakin pening.