
“Mungkinkah dia tahu apa yang telah terjadi antara aku
dan dirinya? Jika seperti itu mengapa ia seakan bertingkah tidak tahu apa – apa. Namun aku bersyukur,
teruslah seperti itu agar aku tidak merasa canggung saat kita bertemu.”
Syahila sangat senang karena mulai malam ini ia akan tidur di kamarnya kembali, kamar yang sudah lama ia rindukan. Karena mulai tadi pagi, liburan panjangnya sudah dimulai. Malam itu Syahila sedang berada di kamarnya hendak tidur karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Tiba – tiba ponselnya berkedip bertanda ada pesan baru masuk, ia langsung meraih ponsel yang tergeletak tak jauh darinya. Tiba – tiba saja Syahila mengangkat alis sebelah kirinya saat membaca pesan yang dikirimkan Bu Farras kepadanya.
“Kak Sya, malam ini mamah dan keluarga mau ke Bandung, mau nganter aa buat tes polisi. Doain ya kak, semoga aa lulus tesnya.”
Syahila langsung membalas pesan dari Bu Farras seadanya.
“Iya, semoga dipermudah dan diberikan kelancaran dalam segala urusannya. Aamiin.”
Setelah mengirim balasan kepada Bu Farras, Syahila mematikan lampu kamarnya dan beranjak tidur. Namun, matanya belum terpejam, padahal ia telah membaca doa sebelum tidur. Entah mengapa ia tiba – tiba teringat kejadian tadi pagi saat hendak mengambil surat perpulangan. Ia bertemu dengan Bu Farras yang hendak menjemput Yasmin.
__ADS_1
“Kak Sya sekarang gendutan yaa.” Kata Bu Farras saat Syahila menyalami dirinya.
“Dari dulu juga Kak Sya gendut mah, kok mamah baru sadar sekarang.” Kata Yasmin menanggapi ucapan ibunya. Sedangkan Syahila hanya tersenyum, lalu melirik Yasmin yang sedang menertawakan dirinya.
“Tahu gak kak, kakak aku gak suka cewek gendut lohh.” Bisik Yasmin di telinga Syahila.
Mata Syahila membulat sempurna, karena setelah Yasmin berbisik kepadanya Bu Farras menoleh dan menatap ke arahnya sambil tersenyum. Yang Syahila takutkan adalah Bu Farras mendengar bisikan Yasmin tadi dan salah faham kepadanya.
“Lagian siapa juga yang mau sama kakakmu Min.”Rutuk Syahila dalam hati.
“Alamat salah paham lagi ini sihh namanya.”Bathin Syahila.
Syahila dan Yasmin saling berpandangan satu sama lain, bertanya maksud dari ucapan Bu Farras itu apa. Syahila
menundukan kepalanya, bingung hendak bereaksi seperti apa. sedangkan Bu Farras hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya untuk ke kantor pengasuhan mengambil surat jalan Yasmin dan Syahila karena orang tua Syahila lagi – lagi tidak bisa menjemputnya. Dan lagi – lagi Syahila diantarkan pulang oleh orang tuanya Yasmin. Selain kejadian itu, pernah suatu hari saat Yasmin di jenguk oleh Bu Farras, teman Yasmin yang bernama Ririn pernah bertanya kepada Bu Farras perihal Jay, kakaknya Yasmin.
__ADS_1
“Tante, dulu itu aku mengira Kak Sya adalah kakak kandungnya Yasmin. Ternyata bukan yaa? Soalnya banyak yang bilang Yasmin mirip sama Kak Sya, tapi kalau melihat tante sekarang, menurutku Kak Sya lebih mirip sama tante yaa daripada Yasmin?” Tanya Ririn dengan polosnya kepada Bu Farras. Dan itu membuat Syahila dan Bu Farras tertawa, sedangkan Yasmin hanya diam dan memajukan bibirnya.
“Kalau Yasmin memang lebih mirip sama mbahnya, eh, jangan salah lohh, Kak Sya itu kakaknya Yasmin lohh. Buktinya, tante kalau ngasih uang buat Yasmin ke Kak Sya. Kak Sya juga anak tante yang lahir beda rahim.” Jawab Bu Farras lalu tertawa.
“Terus aku juga baru tahu kalau Yasmin itu punya kakak laki – laki ya tante?” Tanya Ririn dengan wajah tersipu.
“Iya, kenapa? Ganteng ya? Tanya Bu Farras balik, mencoba menggoda Ririn namun Bu Farras melirik ke arah Syahila yang sedang minum.
“Uhuk...uhuk...” Tiba – tiba Syahila tersedak, Bu Farras langsung menepuk – nepuk punggungnya pelan.
“Minumnya pelan – pelan donk Kak Sya, jangan grogi gitu. Tenang saja, aa aman kok.” Kata Bu Farras tersenyum penuh arti. Syahila langsung menoleh dan menatap Bu Farras dengan tatapan bertanya.
“Maksudnya?” Tanya Syahila dalam hati.
Syahila bergidik ngeri bila memang Bu Farras benar – benar menyangka bahwa dirinya ada sesuatu dengan Jay. Ia
__ADS_1
langsung menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya bahkan sampai menutupi wajahnya. Walaupun benar Syahila hanya sebatas teman dengan Jay, namun jika Bu Farras terus – terusan menggodanya seperti itu yang ada ia merasa canggung sendiri jika bertemu.