
Suasana riuh dentingan sendok memenuhi ruang makan. Setelah berdebat dengan Darel karena perkara panjat-memanjat, kini mereka semua tengah makan malam bersama.
Menyuapkan makanan terakhir, Daifa mengambil gelas yang tersimpan di dekat nya, meneguk nya setengah, iya segera beranjak pergi.
"Mau kemana Fa?" Tanya Bunda Lidia menghentikan langkah Daifa.
"kamar" Sahut Daifa melangkah kan kaki nya kembali.
Bunda Lidia hanya mengangguk singka, mungkin Daifa akan berganti pakayan. pikir nya.
*****
Membuka pintu perlahan, iya menatap sekilas penghuni kamar nya yang tengah santai.
"𝘒𝘰 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬?" Heran Ghost memperhatikan Daifa yang akan memasuki kamar mandi.
"𝘌𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘰 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘨𝘶𝘦 𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪 𝘭𝘢𝘮𝘢-𝘭𝘢𝘮𝘢?!" Sahut Daifa sebelum menutup pintu kamar mandi.
Ghost hanya terdiam, iya bingung dengan manusia satu itu, acara penting seperti ini malah santai-santai.
Memilih pergi menyapa tetangga sebelah, Ghost melayang turun dari atas lemari.
kalian tau kan tetangga Ghost itu siapa?, itu loh mbak pohon mangga hihi.
Setelah kepergian Ghost, Daifa keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi nya.
"Kemana Ghost? Tumben pergi"Gumam Daifa heran sambil melangkah kearah lemari nya.
Mengambil piyama yang akan iya pakai, Daifa kembali ke kamar mandi untuk memakai pakayan nya.
Setelah selesai, iya keluar kembali dan segera merebahkan tubuh nya di atas kasur empuk nya.
Barusaja akan menutup mata, iya di paksa beranjak karena ketukan pintu di luar.
"aihh, siapa sih! ganggu aja" Gerutu Daifa melangkah kesal kearah pintu.
Membuka pintu dengan kesal, Daifa menatap tajam orang yang mengganggu ketenangan nya.
"Mau apa?!"Ketus nya.
"Bunda lo nyuruh kumpul di ruang tamu" Jawab Darel datar yang ternyata sang pelaku.
"Apa lagi sih?! ga mau ah, gue mau tidur"Tolak Daifa berbalik hendak pergi.
Sebelum Daifa sempat melangkah pergi, Darel sudah menarik nya keluar.
Terpaksa mengikuti langkah lebar Darel dengan sedikit terseret.
__ADS_1
"Bisa pelan dikit ga sih!, lo pikir gue kambing!" Kesal Daifa menarik-narik tangan nya yang terus di genggam Darel.
Darel menanggapi nya, iya lanjut menggenggam tangan Daifa dengan lembut, tidak terburu-buru seperti tadi.
Setelah sampai di lantai bawah, kedua nya segera duduk di kursi yang masih tersisa. Segera tatapan semua orang tertuju pada kedua nya.
ekhem
Dehem Ayah Dika mengalihkan perhatian semua nya. Bunda Lidia menatap nya aneh karena berdehem tiba-tiba.
"Pegangan mulu, ga bakal lari kali"Ayah Dika menggoda kedua nya yang masih berpegangan tangan.
Sontak Daifa melepaskan pegangan tangan nya dengan ekpresi cemberut.
"Mau ngapain nyuruh Fafa ke sini?"Tanya Daifa dengan sedikit kesal.
Ayah Dika menggeleng mendengar nada marah sang anak.
"Ayah hanya ingin bertanya, kapan kalian akan memutuskan pernikahan?" Tanya Ayah Dika membuat Daifa dan Darel menoleh.
Daifa dengan segera menjawab.
"Ga"Tegas nya.
"Ga bisa gitu Fa" Sahut Bunda Lidia melirik Daifa sinis.
Daifa balas melirik sinis sang Bunda, iya tidak peduli akan kena karma atau apa, hanya saja iya sedang tidak dalam suasana hati baik setelah acara pertunangan ini.
Sementara sang Ayah hanya bisa menghela nafas lelah.
"Udah udah, kalo gitu gimana mau nya kamu aja Fa"Ucap Ayah Dika mengalihkan perhatian Daifa.
"Fafa masih muda Yah! Fafa masih punya mimpi besar, Fafa bisa mutusin sendiri hidup Fafa, jangan paksa Fafa buat cepet nikah!" Tegas Daifa sebelum beranjak pergi dengan ekpresi dingin.
"kamu akan menikah setelah lulus sekolah Fa!" Seru Bunda Lidia tidak di pedulikan Daifa.
Di acuhkan. Bunda Lidia merasa marah, sebelum kembali berseru, Ayah Dika sudah memotong nya.
"Biarin Bun, Daifa udah dewasa, dia pasti tau mana yang baik untuk nya atu ngga, jangan memaksa!" Tegas Ayah Dika yang mendapat pelototan dari sang istri.
"Iya Lid, itu malah bikin kamu jauh sama Daifa"Dila ikut menyahuti.
Iya pun satu pendapat dengan Ayah Dika, iya pikir memang seharus nya tidak ada perjodohan seperti ini, namun kini Daifa dan Darel sudah tunangan, jadi tidak mungkin membatalkan semua nya.
Karena tidak ada pendukung, Bunda Lidia pergi meninggalkan ruang tamu.
...****...
__ADS_1
Hari sudah berlalu selama 3 hari, Hari ini Daifa sudah selesai masa Scor nya. kini iya sudah bersiap-siapa untuk pergi sekolah.
Saat sudah menuruni anak tangga, iya segera berjalan kearah meja makan, setelah duduk di tempat nya, iya segera menyantap makanan nya.
Setelah selesai menghabiskan makanannya, iya segera berpamitan kepada orang tua nya. Setelah itu berlalu pergi.
Meski kejadian hari itu membuat Daifa sedikit cuek dengan Bunda nya, namun iya tetap berpamitan dengan Bunda nya sebagai bentuk kesopanan.
Iya bukan tipe orang penyimpan dendam. Namun iya akan melakukan trik di sekolah sebagai balasan Scor nya.
Dengan sedikit terburu-buru, Daifa mengeluarkan mobil dari dalam garasi. setelah itu iya berangkat menuju skolah.
Iya tidak sabar untuk membalas perbuatan Aluna dan teman nya yang membuat iya di Scor dan terpaksa menerima pertunangan dengan Darel, iya akan membasmi Aluna tampa ampun.
...*****...
Sampai di sekolahan, Daifa segera keluar dari mobil nya dan berjalan menuju kelas nya.
iya juga sedikit rindu dengan kedua sahabat nya.
Sesampainya di kelas, iya segera masuk.
memperhatikan suasana kelas yang seketika riuh karena kedatangan nya, mereka menyambut kembali nya Daifa kesekolah.
"Wahh Fa! akhirnya lo masuk skolah juga, kelas sepi tau ga ada lo" Seru Liana, orang pertama yang melontarkan kata-kata nya dengan gaya alay.
"Apaan sih lo!, jijik tau" Dengus Daifa melangkah mendekati meja nya.
"Iss tega banget sih lo!" Kesal Liana yang mendapat sorakan teman-teman sekelas.
Setelah semua tenang, Afifa yang tabiatnya pendiam melangkah mendekati Daifa. menepuk pundak Daifa pelan, Afifa menatap Daifa.
"Gimna?"
Pertanyaan singkat yang Afifa lontarkan membuat Daifa menatap nya bingung.
"Gimna apa? lo kalo ngomong yang jelas napa" Sebal Daifa.
"Lo bakal bales mereka kan?" Tanya Afifa lebih jelas.
"Tentu saja, lo liat aja nanti" Ucap Daifa tersenyum miring.
Liana yang memperhatikan kedua nya hanya menatap datar, iya sudah tau kemana arah pembicaraan kedua nya, untung nya Teman-teman sekelas nya sudah sibuk sendiri, jadi tidak ada yang mengetahui pembicaraan kedua nya.
Setelah Daifa dan Afifa membahas rencana yang akan mereka lakukan untuk membalas Aluna, pembalajaran pun segera di mulai. dengan kebiasaan Daifa yang suka tidur di kelas jika sudah bosan.
Setelah menghabiskan berjam-jam, akhirnya jam istirahat telah tiba. Daifa dan kedua teman nya sudah beranjak untuk segera mengisi perut yang sudah memanggil untuk di isi.
__ADS_1
...*****...
𝚈𝚎𝚢! 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚄𝚙 𝚓𝚞𝚐𝚊, 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊, 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚞𝚙 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚞𝚕𝚊𝚗-𝚋𝚞𝚕𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚛𝚒𝚔 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 nya🤗