Always You

Always You
Visual Karakter


__ADS_3

Girls Visual


Daifa Cika maheswara



Si cantik dengan segala tingkah nya.


Afifa Alfia Aditama



Si kalem yang jenius


Liana Audia Prayoga



Si cantik minus akhlak seperti Daifa


**Boy Visual


Darel Arkatsa**



Si tampan namun dingin


Erlangga Reynal malik



Si paling tebar pesona, dan paling senang melihat Liana sengsara. jahat memang

__ADS_1


Alvin Alveoda



Si paling ga banyak tingkah.


Jika kurang puas, berhalu lah sesuka kalian, sekian dari saya 🤗


...*****...


Ternyata Darel membawa Daifa ke UKS, entah untuk apa, Daifa tidak tahu, perasaannya tidak ada yang sakit, lalu kenapa Darel ke UKS?.


Setelah mendudukan Daifa di atas ranjang UKS, Darel memeriksa tangan Daifa.


Daifa yang tidak paham segera mengeluarkan pertanyaan nya.


"Lo ngapain sih? gue ga sakit ya!" Gerutu Daifa berusaha melepaskan tangan nya.


"Yaelah ulat doang, gue ga bakal kenapa-napa kali, lagian itu peliharaan gue" Cetus Daifa memutar bola mata nya malas.


Darel ini terlalu berlebihan menurut nya, padahal ia tidak butuh perhatian dari orang menyebalkan di depan nya, yang sayang nya kini menjadi tunangan nya, menyebalkan memang.


"Tetep aja itu bahaya!"Geram Darel dengan kekeras kepalaan Daifa.


Daifa memilih abai dengan ucapan Darel.


setelah Darel mengoleskan salep, ia membalut kan perban di tangan Daifa.


karena Daifa rasa sudah selesai, ia merebahkan diri nya di atas ranjang tampa menghiraukan Darel, ia sedikit mengantuk dan ingin tidur, biarlah ia bolos di UKS.


"pergi ke kelas" Suruh Darel yang tidak di dengarkan oleh Daifa.


"Daifa!" Sebisa mungkin Darel menahan amarah nya.

__ADS_1


"Bawel banget sih lo anj*!, gue ga mau! lo aja sono kalo mau masuk" Kesal Daifa berbalik memunggungi Darel yang menatap kearah nya dengan tatapan tajam.


"Lo jangan keseringan bolos Fa, bentar lagi lo lulus" peringatan Darel masih tidak mempan untuk Daifa, gadis itu menulikan pendengaran nya dengan segera menutup mata nya.


Karena tidak mendapat respon apa-apa, Darel mendekati ranjang, menyentuh pundak ramping Daifa, ia membalikan tubuh Daifa hingga terlentang. Helaan nafas Darel keluarkan, ia kira Daifa hanya main-main saja agar ia pergi, ternyata gadis ini benar-benar tidur.


"Lo benar-benar ya!"Darel menggeram tertahan.


karena tidak ingin mengganggu Daifa lagi, Darel kembali ke kelas nya.


setelah tiga menit, Daifa membuka mata nya kembali, ia menghela nafas saat tidak melihat keberadaan Darel.


terduduk diam, Daifa melipaa kaki nya, tangan nya ia pakai untuk menyangga dagu nya.


menatap lurus ke depan, entah apa yang sedang ia pikir kan, setelah teridiam beberapa saat, Daifa kembali merebahkan tubuh nya dan kembali menutup mata nya.


Jam pulang sekolah sudah berlalu dua menit yang lalu, namun Daifa belum bangun dari mimpi nya, entah apa yang sedang ia mimpikan namun raut kesal nya tergambar jelas di wajah nya.


Cklek


Pintu UKS terbuka, Darel melangkah masuk mendekati Daifa, melihat orang nya masih tidur pulas, Darel tidak segan-segan menyiram segelas Air pada wajah nya.


"anjr! hujan!!"Panik Daifa mengelap wajah nya yang basah. saat sadar ia di atas ranjang, barulah Daifa menatap Darel marah.


"sialan lo! kalau mau ngajak ribut waktu gue sadar dong! banci emang!"Daifa memelototi Darel dengan marah.


Darel yang di katai banci sedikit tersinggung, namun ia malas untuk berdebat dengan spesies Daifa.


Daifa yang masih kesal mengangkat tangan nya menarik rambut Darel hingga kapala Darel tertarik membentur kepala nya sendiri.


Mengaduh, Daifa melepaskan tangan nya dari rambut Darel, sama hal nya dengan Darel, ia pun pun merasa sakit, namun hanya ringisan kecil yang ia keluarkan.


Baik lah, Daifa rasa semakin membuat emosi jiwa nya jika di hadapkan dengan Darel, dengan wajah merah, Daifa melangkah turun dari ranjang, setelah itu berjalan keluar UKS dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2