Always You

Always You
Episode 20


__ADS_3

Kini kedua insan berbeda jenis tengah duduk di ruang tamu dengan salah satu yang terus bebicar, membuat pemuda yang hanya menampilkan ekspresi datar itu jengkel di buat nya.


"Isss....sebenernya apa sih mau lo!"Kesal Daifa.


ya, dua orang tersebut tidak lain Daifa dan Darel yang kini tengah ada di apartemen Darel.ya Darel mambawa Daifa ke apartemen nya, iya sungguh memaksa tampa memperdulikan orang nya suka atau tidak.


Sebenarnya Daifa juga heran, iya kira iya akan di ajak ke suatu tempat untuk berbicara serius , nyata nya malah di bawa ke rumah nya, iya sungguh ingin meruntuhkan apartemen Darel jika bisa.


"Berisik!" Ucap Darel membuka suara setelah daritadi hanya diam.


Daifa yang mendengar balasan dari Darel pun ta kuasa menahan geraman yang di sertai umpatan.


"Arhh.. dasar sialan.. astagfirullah ga boleh ngomong kasar, tapi minta di kasarin!"Geram Daifa kelewat jengkel.


Darel yang melihat Daifa kesal sendiri pun, tertawa dalam hati, meski di permukaan tetap datar. namun di dalam hati iya tengah tertawa terbahak-bahak ke orang gila.


Sedangkan Daifa sedang menarik nafas nya dalam dan menghembuskan nya berulang kali guna menetral kan ke kesalan nya. sebelum kembali bersuara iya harus sabar menghadapi Darel yang kelewat menyebalkan menurut nya.


"Lo itu lama-lama bikin gue jengah tau ga?" Ucap Daifa mencoba se santai mungkin, sebelum melanjutkan kalimat nya.


"Kalo minta bantuan tuh yang bener go***K" Lanjut nya ngegas di akhir.


Darel yang tau kalo Daifa sudah mulai emosi pun, memilih mengutarakan ke inginkan nya. meski iya tida mau membiarkan Daifa cepat pergi atau dengan kata lain iya memiliki tujuan lain di dalam taruhan nya. entahlah itu masih menjadi rahasia.


Setelah perdebatan singkat, ya singkat bagi Darel, namun tidak bagi Daifa yang sedari tadi banyak bicara.


Karna sudah cape mendengarkan ocehan Daifa, Darel memilih langsung kepada inti nya saja.

__ADS_1


"Gue butuh bantuan lo? " Pinta Darel datar.


"Lo minta bantuan? apa minta sitaan? tu muka ga ada mohon mohon nya" Cetus Daifa sinis.


Darel hanya merotasikan bola mata nya malas, iya sudah tida mau berdebat lagi dengan Daifa, walau memang dari tadi iya hanya diam, tetap saja kuping nya panas mendengar Daifa nyerocos bak copasan radio butut.


"Bawel, ...inti nya gue butuh bantuan lo buat bantuin gue ngerayain ulang tahun Mamih gue"


Jelas Darel dengan ekspresi biasa saja tida datar tida juga terlalu serius.


Daifa hanya ngangguk-ngangguk tanda mengerti, walau hanya secuil yang iya pahami.


"Terus apa yang harus gue lakuin?" Tanya Daifa menatap Darel yang sedang menghadap ke arah nya.


Lama terdiam, Darel masih belum memiliki kalimat untuk Daifa.


"Apa lo ada rekomendasi tempat yang menurut lo cocok buat ngerayain acara?" Tanya Darel. karna iya tida tau menahu tempat untuk melakukan acara.


"Emm.. Coba gue liat dulu" Ucap Daifa sambil mengambil gadget nya, dan mulai mencari tempat yang dulu pernah iya sewa di saat melakukan acara dengan keluarga nya. semisal ultah Helmi atau pun diri nya, saat mengadakan pesta.


"Menurut lo, mana yang lebih cocok dengan selera lo? " Suruh Daifa menunjukan tempat tempat yang dulu pernah iya rekomendasi kan kepada sahabat nya.


Darel pun bergeser sedikit guna melihat gambar yang Daifa perlihat kan.


Sesudah beberapa jam melihat- lihat, Darel pun sudah membuat keputusan dengan di bantu Daifa, mereka berdua menghabiskan waktu untuk sekedar memilih dekorasi, kue, hidangan cetring, hingga hadiah yang akan Darel berikan untuk mamih nya. dah ke mau nikahan aja mereka, haha.


"Kenapa meski gue lagi! " Kesal Daifa, ya, iya di suruh Darel menemani iya memilih kado untuk mamih nya, dengan alasan 'tidak paham'.

__ADS_1


"Kan lo cewe, pasti tau kan? " Tukas Darel acuh.


"Yak.. lo pikir gue juga ga ada urusan lain apa hah! " Balas Daifa tajam. iya masih memiliki urusan dengan sahabat nya. tapi Darel malah semakin menyusahkan nya.


"Bantu gue lah?!, natar gue janji bakal bantuin lo juga, giman? " Tanya Darel memelas, sambil menujukan mata anjing nya.


Daifa yang melihat nya tercengang. ini beneran Darel si manusia triplek yang datar nya dah ke tembok, memelas kepada nya. Omg ini meski manggil pak Ustad, buat ngilangin jin yang bersemayang.


"A__ E__Eh lo ga bener bener gila kan? " Tanya Daifa gugup karna masih syok. Ohh ayolah ini Darel loh, Darel, manusia Triplek, yang memiliki pesona bagi kaum hawa di sekolah, juga memiliki sikap dingin dan acuh kepada orang. sekarang sedang memelas kepada nya, ini sebuah ke ajaiban.


Darel yang melihat reaksi Daifa pun, hanya menatap malas, tampa minat menjawab meski kata kata nya ngeselin.


š”¹š•–š•£š•¤š•’š•žš•“š•¦š•Ÿš•˜........


Kembali lagi dengan couple D✺


Huhh! maaf mungkin ke depan nya akan menjadi up lama dan g akan nentu.


Ada yang mau titip salam buat____


\=Daifa


\=Darel


\=Liana


\=Afifa

__ADS_1


Dan yang lain nya.


__ADS_2