
Disini lah mereka semua berkumpul di ruang keluarga. dengan ekspresi berbeda beda di setiap wajah.karena mereka masih setia menunggu cerita yang di cerita kan Daifa yang panjang bak kereta.
"Lo dari tadi cerita, apa pidato?, panjang bener! " Serkas Helmi yang mulai habis ke sabaran nya.
Sementara orang yang di maksud hanya menampilkan cengiran khas nya.
"Iya-iya,....jadi inti cerita nya tuh, kita ber_tiga akan menuntaskan kejadian yang di alami keluarga Afifa, gimana keren kan?" Terang Daifa bangga.
Semua orang pun menatap malas Daifa yang terlalu narsisme.
"Udah jangan di anggap, Fafa mah emang gitu orang nya"Kata Bunda Lidia, yang merasa ta enak hati dengan kelakuan putri nya yang kelewat waras.
Tampa mau menunda waktu,mereka mulai serius dengan pembahasan barusan.
Setelah menyusun strategi, mereka kini menuju ruang makan ,karena akan makan malam bersama.
Kini mereka sudah duduk manis di ruang makan, terutama Daifa yang paling antusias saat sang Bunda memasakan makanan pavorit nya, yaitu balado kentang kesukaan nya.
"Wahh... makanan kesukaan gue"Antusias Daifa, ta lupa tangan nya yang ingin menyomot balado kentang, sebelum tangan nya kena tempeleng sang Bunda.
Tuk
"Huss.. jangan di comot, jorok"Peringat Bunda Lidia.
Daifa pun memasang tampang cemberut nya, sambil mengelus-elus tangan nya yang terkena getokan Bunda nya.
Sementara Liana cekikikan melihat penderitaan Sahabat nya, tampa rasa kasiahan. iya mulai mengambil nasi dan lauk pauk nya.
Daifa yang melihat Liana menertawakan nya, menatap tajam Liana yang pura- pura tida melihat nya.
Karena sudah kelaparan Daifa diam tampa komplen,
Setelah sudah selesai makan malam Daifa memilih mengombrol dengan ke_dua sahabat nya di ruang tamu, yang juga terdapat sang abang yang tengah bermain Game.
"Minggiran dikit Bang"Suruh Daifa saat berada di ruang tamu.
"Ganggu aja sih lu"Kesal Helmi, iya pun bangkit memilih duduk terpisah dari sang adik. agar iya leluasa bermain Game nya.
Setelah helmi pergi ke tempat lain Daifa mendudukkan diri nya di sofa di susul Liana dan Afifa.
Kini mereka sibuk dengan kegiatan masing masing, Daifa yang tengah meng cutek kuku nya, Afifah yang tida lepas dari Novel nya, Liana yang tengah mengscrol Instagram nya.
Suasana di antara mereka bertiga pun hening, ta terkecuali Helmi yang berisik sedari tadi.
hingga di antara Daifa dkk pun ikut berisik saat Liana berteriak heboh, hingga membuat Daifa kaget sampai tampa sengaja membuat cutekan nya belepotan.
"HUAA, FA, LO HARUS TAU!"Teriak Liana, me buat semua penghuni rumah kaget.
Terutama Daifa, yang langsung menatap tajam Liana yang membuat nya kaget.
"Woy.. Lilian"Sentak Daifa yang geram, karena cutekan nya blepotan.
Liana yang di tatap tajam semua orang pun ciut ga main main lo serem cuy.
Menampilkan cengiran pepsoden nya, sambil mengangkat tangan nya tanda peace.
"Hehe.. kalem, ga usah nataep gue ke gitu, serem tau!, gue kan cuman mau nunjukin sesuatu"kata Liana di awali kekehan garing nya.
Karena penasaran Daifa pun tida jadi perotes.
iya merapat kan duduk nya kepada Liana, hingga Liana mendorong kepala Daifa menjauh dari nya.
"Napas lo bau!"Serkas Liana, sambil menutup hidung nya.
Sontak Helmi yang mendengar nya tertawa terbahak bahak, beda dengan Daifa yang menatap datar Liana.
Sadar di tatap datar Daifa, Liana pun cengengesan tak jelas, hingga memilih to de poin saja.
__ADS_1
"Ini lo Fa, ada murid baru lagi di sekolah kita, cogan lagi" Kata Liana memberitahukan penyebab iya berteriak tadi, dengan antusias. dasar pecinta cogan.
Daifa yang mendengar nya langsung menatap Liana datar, iya sudah serius-srius mendengar kan, eh tau-tau nya cuman masalah Muba.
"Sekali lagi lo Ulangi gue buang lo ke rawa-rawa! " Ucap Daifa dengan penekanan di kata tebal.
"Hehe.. iya deh iya ga lagi" kata Liana, memilih mencari aman, daripada kena amuk kan serem.
Tampa menghiraukan balasan Liana, Daifa memilih melanjutkan kegiatan nya,
hingga tida ada lagi percakapan di antara tiga sahabat tersebut.
"Gue pulang" Kata Afifa tiba-tiba, yang membuat semua heran, kecuali Helmi yang tidak peduli.
"Kenapa? " Heran Daifa, iya merasa tida ada hal penting.
"Ada urusan di rumah" Balas Afifa, tampa memberi tahu ke jelasan nya.
Liana yang tida ikut nimbrung pun, kini angkat bicara.
"Gue juga balik" seru Liana. pasal nya iya satu mobil dengan Afifa, jika Afifa pulang makan iya juga harus ikut.
Daifa pun hanya mengenggukan kepala nya tanda mengijin kan mereka pulang, walau iya khawatir karena sudah malam, tapi iya berusaha yakin.
Setelah Afifa dan Liana pergi, Daifa pun memilih berlalu menuju kamar nya,
...******...
Cit
Decitan ban yang bergesekan dengan aspal pun terdengar, tatkala mobil hitam mengkilap, berhenti di parkiran, hingga mengundang tatapan siswa/i yang masih ada di parkiran, hingga membuat mereka penasaran.
*Siapa tuh?
Murid baru itu kah?
murid baru?
Seriusan! Cogan deh kaya nya
Iya moga cogan*!
Begituh lah bisik-bisik Siswi yang melihat mobil tersebut, hingga ta lama sang pengendara pin keluar dengan gaya cool nya, yang membuat siswi berteriak heboh, saat mengetahui bahwa sang pengendara itu laki-laki.
laki-laki itu pun berjalan dengan tatapan santai nya, iya terus berjalan di Koridor sekolah guna mencari ruang kepsek, hingga iya menghentikan salah seorang siswi, berniat untuk bertanya. karena sudah lelah untuk berjalan.
"Permisi" Ucap nya, membuat siswi tersebut menoleh.
"I_ya" Jawab siswi tersebut gugup, kala melihat ke tampanan laki-laki tersebut, namun iya bingung karena merasa asing dengan laki-laki tersebut.
"Boleh numpang tanya? " Tanya laki-laki tersebut ramah.
"B_boleh ka" Balas siswi tersebut, masih dengan nada gugup nya.
"Ruangan kepsek nya di mana ya? " Tanya nya lagi.
"Bentar lagi sampe ko ka, tinggal belok kiri aja" Terang siwi tersebut.
"Trimakasih" Kata laki-laki itu, setelah nya iya berlalu menunju tempat yang di beritahu kan.
Setelah berjalan kembali, iya berhenti di depan pintu yang bertulisan Ruang kepala sekolah.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Setelah mengetuk pintu tiga kali, terdengar lah sahutan dari dalam tanda iya sudah boleh masuk.
"Permisi pak, saya murid baru pak"Sapa nya sopan. setelah masuk kedalam.
Orang yang di sapa pun, mendongakkan kepala nya, sambil menganggukan kepala nya.sebelum angkat suara.
"Abiada Mahesa, anak tunggal keluarga Mahesa, kelas IX IPA 2" Jelas kepala sekolah ramah.
Setelah mengetahui kelas nya di kelas mana iya pun berlalu keluar, tida lupa juga mengucapkan terimakasih.
Notes: Oh iya saya lupa menjelaskan tentang kelas-kelas semua tokoh. jadi ,Daifa dan kedua teman nya, kelas IX IPA_3, sedangkan Darel,Erlan,Alvin,juga Ardan Satu kelas dengan Abi, si murid baru, sedangkan Astein iya juga satu kelas dengan Ardan. Segitu aja ya kalo salah mohon kasih tau.
******
Kita beralih ke Daifa dan sahabat, mereka sudah sampai di sekolah han, bahkan kini ke_tiga nya sudah duduk-duduk di tempat masing -masing.
"Guru nya niat ngajar ga sih, ko lama amat" Kesal Daifa, iya sudah bosan sedari tadi sampai. dasar sih, kalo orang nya bar-bar tuh gini, ga bisa diam, pengen nya ngerusuh.
Hingga tiba-tiba iya mendapat lampu kuning di atas kepala nya.
ta berlama-lama, Daifa menyerukan ide beriliam menurut nya.
"WOY" Seru Daifa, hingga atensi semua murid mengarah pada nya dengan pandangan malas.
pasti mau ngerusuh lagi nih. pikir mereka semua.
Dirasa semua merespon, meski dengan tatapan malas, Daifa mulai menceletukan, ide nya.
"Dari pada gabut mending kita main game, giman pada mau ga? " Terang Daifa, menatap seluruh penghuni kelas, termasuk, para mahluk kasar.
Sebagian murid pun penasaran,hingga mereka memutuskan untuk ikut saja, itung-itung nunggu jam masuk.
karena mengetahui para murid kelas nya penasaran, Daifa pun memulai aksi nya.
"Gimana kalo kita main game Ludo king? " Usul Daifa dengan antusias.
"Masa sih Fa ludo, ke anak kecil tau! " Sanggah Liana, di angguki yang lain.
Mendapat jawaban tersebut membuat Daifa cemberut, sebelum memberi permainan persi nya.
"Ihh.. kan beda lagi Na, ini tuh Ludo tapi semacam TOD tau! " Terang Daifa kesal.
Semua orang pun bingung termasuk Liana. hingga, di antara murid ada yang angkat suara mewakili semua nya.
"Maksud nya giman? " Tanya jihan yang di juluki si centil tapi gemesin.
Daifa pun dengan semangat menjelaskan.
"Jadi maksud nya tuh, jika salah satu ada yang tet usir kembali ke kandang, maka iya akan di lempar pertanyaan TOD, jadi kita tuh harus saling terbuka, jangan ada rahasia-rahasia an, giman? " Terang Daifa, di akhiri pertanyaan.
"Ohh boleh tuh, ke nya serua deh" Setuju Wendi sahabat satu geng nya jihan
Karena mendapat persetujuan dari teman se kelas nya, iya pun ta akan sungkan lagi.
hingga tiba-tiba ada suara tergesa-gesa se seorang yang membuat mereka bubar menuju meja masing-masing.
"Hos.. hos.. gue ada pengumuman" Kata seorang siswa yang datang dari luar.
hingga membuat se isi kelas penasaran dengan pengumuman tersebut.
"Jadi... kita.. " Ucap nya di gantung -ganting membuat se isi kelas gemas ingin menggorok nya.
"Apa an sih, ber tele-tele! " Serkas Daifa yang merasa penasaran namun malah di gantung, udah si dia aja yang ngegantung, ini mah jangan.
Nyengir pepsoden, siswa yang bernama Raga pun mulai melanjutkan kata-kata nya yang sengaja iya gantung-ganting, agar membuat se isi kelas penasaran.
"Kita... JAMKOS" Seru nya heboh, hingga meninggikan suara nya di akhir.
__ADS_1
Sontak se luruh siswa pun berteriak heboh, ta berlalu bagi yang bermuka datar, lempeng bak tembok.
"Yo.. Yo.. kita lanjut permainan nya" Seru Daifa, hingga membuat siswa/i yang ikutan berkumpul pun kembali berkerumun.