Always You

Always You
Episode 27


__ADS_3

Suasana pagi yang cerah dengan aktivitas yang selalu ada di setiap orang, entah itu rebahan, kerja, sekolah dan lain nya, begitu pun di keluarga Aditama yang sibuk dengan sarapan pagi, ternyata waktu sudah cukup siang, hingga mengakibatkan Afifa dan ke dua sahabat, kebut makan.


"Woyy, buru lah, ini makin siang" Seru Daifa terhadap Liana yang masih setenbay makan.


"Iyu sbntr lgu" Saut Liana dengan mulut penuh makanan nya, hingga berbicara tida jelas.


Sedangkan Afifa, iya sudah selesai sarapan, iya juga tengah menunggu Liana yang masih menyantap makanan nya. Walau iya juga takut telat, tapi iya tida terlalu panik seperti Daifa.


Daifa menyeret Liana karena kesal, Liana yang di seret tiba-tiba sontak memekik, hampir saja iya keselek jika tida buru-buru mengambi minum.


" Huh, hos, Anj, lo mau bikin gue meninggoy!" Umpat Liana yang masih menetral kan napas nya.


"kita bakal makin telat kalo lo masih mikirin makan!" Ucap Daifa makin menyeret Liana cepat menuju mobil yang sudah terparkir di luar rumah.


Bruk


"Pake sopir Fi?" Tanya Daifa menatap Afifa yang sudah setenbay di jok belakang.


"Iya, biar cepet" Jawab Afifa santai.


Daifa hanya mengangguk saja, setelah itu mobil melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi mebalah keramayan ibu kota.


Menit yang di lewati ternyata tidak menghianati hasil, gerbang sekolah masih belum tertutup sempurna oleh pak Wisnu sangat satpam sekolah.


"Pak jangan di tutup dulu" Pinta Daifa tergesa-gesa.


Setelah mobil sampai, mereka turun berbarengan langsung lari masuk setelah menutup pintu mobil.


"Ini jam berapa?!" Tanya pak Wisnu dengan nada sedikit meninggi, ingat sedikit.


"Jam 7 lewat 30 menit pak" Jawab Daifa setelah melihat arloji yang terpasang cantik di kulit putih nya yang sedikit merah karena kecapean.

__ADS_1


"Kenapan baru datang!"Ucap pak Wisnu garang.


Daifa hanya nyengir saja, iya sudah tahu bahwa akan kena hukum setelah ini, iya sudah biasa terkena hukuman karena ulah nya, makanya iya tida mau repot-repot mencari alasan. Namun berbeda dengan Liana.


" Aduh, tadi tuh macet pak" Ucap Liana memberi alasan, sebelum nya iya memang sering kena hukum, namun iya sudah jarang kena hukum lagi setelah di ceramahi 3 hari 3 malam oleh sang momy juga Abang nya.


"Makanya berangkat pagi!" Tegas pak Wisnu tampa merasa kasihan.


"Iya deh pak, ntar saya berangkat pagi, tapi ga di hukum kan pak?" Ucap Liana setengah berharap pak Wisnu mengatakan 'Iya'. Namun sayang realita tak seindah ekspetasi.


"Ngga!, kalian ke ruang Bk sekarang" Suruh pak Wisnu tampa bantahan.


Liana memanyunkan bibir nya, iya menatap Daifa yang santai-santai saja, apa dia tida berniat untuk mengelak?.


"Ngapa lo diem aja?! " Bisik Liana kesal di sebelah Daifa.


"Emang gue meski apa?" Tanya Daifa pura-pura tida mengerti.


"Bantu cari alasan ke, biar ga di hukum!" Bisik Liana lagi semakin kesal.


Mau tak mau mereka mengikuti Pak Wisnu menuju ruang Bk.


Setibanya di ruang Bk mereka di dorong masuk oleh pak Wisnu untuk masuk setelah mengetuk pintu.


"Kalian telat?" Tanya pak Agus menatap mereka satu persatu, setelah itu helaan nafas lelah keluar dari mulut nya, selalu ketiga orang ini yang paling sering iya lihat di ruang Bk, dengan alasan-alasan yang selalu terjadi ini dan itu. Rasa-rasa nya iya ingin pensiun jadi guru Bk.


"To de foin aja, kalian bersihin gudang" Suruh Pak Agus.


"Ko gudang si Pak" Ucap Daifa tida setuju.


Pak Agus menatap Daifa yang perotes pada nya, iya juga sudah malas harus meladeni kelakuan murid yang satu ini.

__ADS_1


"Yaudah bapak panggil orang tua kamu aja" Ucap Pak Agus dengan sedikit ancaman di dalam ucapan nya.


Daifa menengang seketika, meski iya suka berbuat ulah, tapi untuk panggil manggil orang tua, iya tida pernah terjadi dalam kasus nya, paling-paling abang nya yang datang sebagai perwakilan bukan ke dua orang tua nya.


Tampa memperotes lagi Daifa hanya bisa meminta mengubah hukuman nya saja.


"Baik lah, kalian bersihin lapangan voli saja" Ucap Pak Agus menerima pergantian hukuman untuk membersihkan gudang.


"Makasih Pak Agus ganteng" Ungkap Daifa memuji, siapa tau aja terbang tuh guru eror. namun sayang nya Pak Agus tida tersentuh, bahkan terbang sekali pun.


"Tapi bapak akan tetap telepon orang tau kalain masing-masing" Kata Pak Agus yang memupuskan senyum Daifa dan Liana, sedangkan Afifa iya sedari tadi hanya diam.


Daifa mencabikan bibir nya kesal, sambil menggerutu kecil.


"Sama aja atuh Pak" Gumam Daifa pasrah.


Keluar dengan wajah lesu, apa lagi Daifa sepertinya masih punya masa hukuman jika tida salah.


Berjalan beriringan menuju kelas, mereka bertiga akan membersihkan nya waktu pulang sekolah.


"Hah, gue masih punya hukuman lagi" Gerutu Daifa.


Liana melirik Daifa yang senantiasa mengumpat, iya juga merasamenyesal, harus nya tadi iya tida bangun paling akhir pasti tida akan telat begini.


"Emang lo punya hukuman apa?" Tanya Liana penasaran, saat Daifa mengatakan masih memiliki hukuman.


Daifa membalas pertanyaan Liana dengan sebal.


"Tuhh, gara-gara si Abi!".


Liana mengangguk mengerti, jadi Daifa mendapatkan mangga kemaren dengan Abi. Sebenar nya iya cukup penasaran, mengapa bisa Daifa bolos dengan.. Abi?.

__ADS_1


************


wahh saya kembali dengan cerita yang menurut saya semakin gaje, maaf ya baru Up, Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2