
Aku merasa, aku bangun
Aku di dunia yang selalu aku lalui
Aku masih melihat orang yang aku kenal
Aku masih merasa sedih yang teramat.
Ada satu yang berbeda
__ADS_1
Dari aku sendiri yang berjalan
Dengan memakai pakaian yang biasa aku pakai
Tapi mulut dan setengah hidungku tertutup dengan kain
Yang aku tak tahu kapan aku memakainya.
Ami
__ADS_1
Aku berjalan sendiri di lapangan yang cukup luas, banyak orang yang berlalu lalang melewatiku, tapi mereka tak sedikitpun menyapa atau bahkan tersenyum kepadaku. Apa memang ada yang salah dari diriku?. Aku memerhatikan tempat yang aku tahu, ini tempat yang sering aku pijaki, ya ini kampusku, tempat kali pertama aku bertemu dengan raka. kenapa aku harus teringat kembali dengan raka? aku harus merasa sedih yang sulit aku hilangkan, aku harus menjatuhkan air mata yang sulit aku redakan. Kenapa amygdala begitu amat sering memutar ingatan tentang raka? aku lelah jika harus begini terus. Aku masih belum bisa mengendalikan diriku sendiri untuk kesedihan tentang apa yang terjadi pada raka karena harus menyelamati aku.
Aku melanjutkan langkah yang entah kemana aku akan bertepi. Ada seseorang laki\-laki yang memakai kacamata tersenyum kepadaku, dia memperlihatkan lesung pipit yang dalam di kedua pipinya, aku masih diam, memikirkan siapa orang yang didepanku ini?. sampai akhirnya
“kamu jadi memakai cadar mi? semoga Allah meridhoi”
Aku langsung mengenal suaranya saat berbicara, tapi tunggu, aku memakai cadar?”.
__ADS_1