
Perjalananku selama ini
Bukan main untuk terlupakan begitu saja
Aku pasti akan mengingat
Setiap unsur intrinsik yang hadir.
Aku bernafas dengan orang-orang yang aku cintai
Ini merupakan syukur yang tak boleh terlewatkan
Aku harusnya bahagia
Karena mungkin hanya aku yang mengalami di dunia.
Semoga akhir cerita ini
Berakhir indah selamanya
Sampai aku bertemu dengan aisha di syurga
Dan berkumpul dengan orang-orang yang aku sayang disana.
...
Satu hari setelah aisha tiada
ami
Sudah ada satu jam aku berjalan di bibir pantai bersama raka. aku menatap raka yang sedari tadi berjalan tidak bicara apapun. Langkahku terhenti karena langkah raka yang berhenti
"rahasia?"
Raka mengeryitkan alis kanannya. Aku tersenyum menertawakan raut wajah raka
"rahasia, raka fhaisal cinta amigea"
"dari mana kamu tahu amigea?"
__ADS_1
Aku mengambil buku raka dari dalam tasku dan memperlihatkannya kepada raka. Baru saja raka akan mengambilnya, aku langsung larikan kaki darinya. Sekarang pijakanku dengan raka cukup jauh. Aku berhenti sejenak, dan memandanginya dari jauh
"izinkan aku membahagiakanmu, amigea"
Aku mengeryitkan alis kananku karena teriakan raka yang bermakna dalam
"aku tak bisa hidup tanpamu, ami"
"yang ada Allah. kalau gak ada Allah, kamu gak akan ada raka fhaisal"
Aku juga teriak menjawabnya, raka terlihat kesal dan melangkah mendekatiku. Aku tetap diam di tempat dan senyum sendiri melihat raka. saat raka sudah ada di depanku
"iya mi, aku tahu. Maksudku.."
Aku menghentikan kata yang akan keluar dari mulutnya dengan jari telunjuk yang menahan bibirnya untuk berbicara. Aku tersenyum jahil, raka mulai melihatkan wajah kesal yang tak bisa marah. Aku langsung larikan diri darinya, dia langsung mengejarku. Tawa menjadi musik di kejaran ini. Lari raka berhenti, aku tetap berlari, hanya saja kecepatan mengurang
"yasudah, kalau kamu tidak mau bahagia bersamaku"
Raka membalikan badan dan berjalan pelan-pelan menjauhiku. Aku tertawa melihat tingkah manjanya
"I love you raka fhaisal"
"I love you so much raka fhaisal"
Aku tersenyum melihatnya yang masih belum membalikan badan
"aku tidak bisa tanpamu, aku ingin bahagia bersamamu selamanya"
"aku juga"
Aku mendengarnya yang menjawab dengan sangat singkat, padat, dan jelas
"apa? Kamu ngomong apa? Aku tak dengar!" aku tertawa. Padahal aku mendengar apa yang dia katakana
"I love you amigea"
"apa? Aku tak dengar raka! kamu kejauhan"
Raka membalikan badan, dan berjalan mendekatiku. Sedangkan aku melangkah ke belakang. Raka tetawa melihat tingkahku yang berjalan ke belakang.
__ADS_1
"I love you amigea"
Aku masih diam belum menjawabnya, hanya senyuman yang menertawai wajahnya yang kesal dengan tingkahku
"I love you amigea, aku ingin bersamamu selamanya"
Aku menghentikan langkahku ke belakang
"I love you too raka fhaisal, aku juga ingin bersama selamanya"
Raka berhenti tepat di depanku. Dia tertawa malu, dan menahan malu dengan menutup matanya dengan tangan
"jadi?"
"aku dan kamu menjadi kita selamanya" aku menjawab dengan kaki yang berlari mangajaknya bermain kejar-kejaran. Rakapun langsung mengejarku dengan tawa yang bahagia yang melantunkan lagu bahagia. Di bawah langit senja ini menjadi saksi, janji aku dengan raka untuk bersama selamanya.
...
Raka
Akhirnya, perasaan sudah tersampaikan walaupun lelah karena harus mengejarnya di pantai sedari senja hadir sampai senja pamit. Sekarang langit sudah malam, aku dan ami berjalan menuju ke mobil. Senyuman ami tetap terlihat indah walau dengam cadar, bahkan dia terlihat lebih cantik
"Ami, kita namakan anak kita AmiKa ok?"
Aku mengedipkan mata kananku menggodanya. Dia terlihat memikirkan apa kataku
"AmiKa? AMIgea raKa gitu?"
jawabnya sekaligus bertanya juga
"Iya sih, tapi bukan hanya itu"
"Lalu apa sayang?"
Dia bertanya dengan nada manja
"Amika"
"Aku Mencintaimu Itu Karena Allah"
__ADS_1
---T A M A T---