AmiKa

AmiKa
kecelakaan kesekian


__ADS_3

Untuk kesekian kalinya


Kecelakaan berkunjung ke takdirku


Kemarin menimpa orang yang aku sayang,


Sekarang dipesambahkan langsung kepada diriku.


Tak ada yang menyangka


Yang seharusnya hari ini aku bahagia


Karena bertambah umur,


Yang ada takdir allah yang lebih indah.


Sedih sudah pasti terasa


Pasrah harus ku korbankan

__ADS_1


Kesekian kalinya,


Aku pasti diberikan syurga.


...


Ami


Sudah berapa jauh aku berlari? Aku sudah keluar dari komplek rumahku. Aku melirik ke sekeliling yang hadir. Tangisanku sudah membanjiri baju cadar yang aku pakai. Akhirnya aku melihat angkot juga, aku langsung memberhentikannya lalu naik di kursi belakang supir. Di angkot sepi, hanya ada aku dan supir yang kelihatannya sudah cukup tua. Walaupun sudah di bawah atap angkot, tangisanku masih tetap jatuh, tak peduli supir mendengar atau tudak, air mata tetaplah kesedihan yang harus ditangiskan. Aku melihat ke pintu angkot untuk penumpang yang selalu terbuka, taman kampusku sudah munculkan kehadirannya


"kiri mas!" pintaku kepada supir angkot


Aku masuk ke kampus, pikiranku langsung mencari mading journal piket kampus hari ini. aku melihatnya, sekarang jadwalnya adalah mrs.zeze shika,M.Pd. tanpa memberi koma, kakiku langsung berlari ke ruang data mahasiswa. aku takut sha! Aku takut kamu tak ada disini.


Pintu yang aku cari sudah nampak di mataku. Aku langsung membukanya sembari salam menyertai


"assalamu'alaikum"


Nafasku berhembus sangat kencang di luar kendali. Tak ada siapapun disini, termasuk mrs.zeze shika,M.Pd yang piket sekarang. Aku langsung menuju ke computer yang mati di meja. Aku hidupkan, dan aku cari data siswa pindahan tahun ini. aku membaca nama aisha, tapi tak terdapat data tentang perpindahannya. Kepalaku refleks menjatuhkan diri ke meja. Tangisanku makin menjadi-jadi. Tanganku memukul meja yang tak tahu apa-apa.

__ADS_1


"kamu **** mi!, siapa lagi yang akan meninggalkanku hah?!"


Emosiku sudah tak bisa terkurung kesabaran dan kesadaran. Tanganku mengepal bulat, aku memandangi tangan yang begitu terlihat marah kepada diriku sendiri.


"aku lelah sha! kamu dimana"


Sekarang lagu suaraku lembut karena lelah telah aku rasakan. Aku kembali bangun dari jatuh yang taka da gunanya. Badanku bangun dari duduk yang hany bisa menyalahkan diriku sendiri. Aku berdiri dan berjalan sangat pelan tak ada gairah yang terungkapkan dari diriku sendiri. Aku keluar dari ruangan dalam keadaan tak membawa apa-apa, aku hanya menemukan diriku yang sangat bersalah besar kepada aisha yang aku sayangi.


Pintu masuk kampus telah meberiku jalan keluar. Gerbang yang tinggi aku buka sendiri. Aku bingung tak tahu harus bagaimana. Tunggu dulu, kenapa aku tak melihat keberadaan aisha lewat GPS? Kenapa aku begitu buta mencari jalan yang lebih cemerlang. Baru saja handphone aku ambil dari dalam tasku, seseorang memanggilku dari tanah yang terpisahkan oleh jalan hitam


"ami!"


Itu fajar. Kenapa dia ada disini? dia tahu aku ada disini. aku tak membalasnya dengan apa-apa, jangankan menjawab 'iya', tersenyum menjamu panggilannyapun tidak. Fajar melihat ke kanan ke kiri. Saat jalan sudah sepi, dia melangkah berjalan kepadaku. di tengah jalan, tanganya refleks masuk ke kantong celana. Aku kaget melihat tingkah dia yang begitu santai di tengah jalan. Tangannya juga menari-nari diatas handphone, apa ada sesuatu yang penting sampai tidak bisa ditunda di tengah jalan?. Telingaku mendengar suara klakson dari sebelah kanan, ada mobil truk besar yang berlari sangat cepat. Aku melihat fajar lagi yang masih fokus ke handphone


"fajar awas!"


Fajar melihatku. kakiku melangkah begitu saja ke tengah jalan, tanganku langsung menyingkirkan fajar dari tengah jalan, dan ternyata mobil truk sudah tinggal dalam hitungan tiga detik menabrakku dengan begitu saja.


"BRUK!!!"

__ADS_1


...


__ADS_2