AmiKa

AmiKa
tanpa warna


__ADS_3

Apa yang cukup indah?


Jikalau warna-warni tak lagi terlihat


Hanya suara yang mengarahkan


Dimana orang yang aku sayang.


Warna senyuman tidak lagi aku lihat


Sekarang semua tanpa warna


Hanya nada yang melantun dari suara


Yang memberitahu ketulusan senyuman.


Tanpa warna ini


Membuat aku tak ada gunanya


Bersama dengan yang aku cintai


Walau begitu aku harapkan suaranya terdengar.


...


Ami


Hari ini, aku sudah bisa pulang dari rumah sakit. Setelah kemarin aku bangun dari koma, aku langsung meminta pulang. Untuk apa aku dirawat di rumah sakit, jika memang aku sudah buta dan hanya donor mata yang bisa membuat aku melihat kembali.


Aku masih duduk di tempat tidur. Sekarang tak ada gunanya seorang aku melainkan hanya meminta tolong untuk menemani. Aku tahu ibu sedang berkemas untuk pulang karena suara dari yang ibu kerjakan. Sekarang hanya suara yang aku andalkan, karena memang itu yang dapat aku andalkan.


"bu, pakaikan aku cadar lagi"


permintaanku ini langsung terurai begitu saja. aku tak tahu apa balasan ibu, karena ibu belum menjawab dengan suara

__ADS_1


"kamu yakin nak?"


Aku menghela nafas mendengar jawaban ibu yang kembali bertanya


"aku sudah tekadkan dalam hati, buta tidak menjadi alasan bahkan jikalau aku memakai cadar mataku yang buta terlihat semua orang bu"


Ibu langsung memakaikan cadar untukku. Satu tetes air mataku terjatuh begitu saja. kecupan kening ibu beri untukku


"kamu sabar ya nak, banyak yang menyayangimu"


Aku menganggukan kepala, dan langsung meminta pelukan ibu.


"ibu, ami"


Itu suara raka. aku langsung melepaskan pelukan.


"aku temani pulang ya bu, mi"


"iya ka"


"ayo mi, kita naik mobil"


Aku mengangguk, dan sekarang aku duduk di mobil. Di mobil taka da yang membuka suara, aku jadi merasa ketakutan karena hening tak ada suara satupun


"putar musik dong"


Aku meminta untuk diputarkan musik.


I found a love for me


Darling just right wait in


And waiting for me


Aku langsung melamunkan kenangan yang terhiasi lagu ini. mataku sudah membendung air mata, aku menahan tak ingin sampai jatuh satu tetespun. Tiba-tiba ada yang mendarat di tanganku.

__ADS_1


"ini sapu tangan dari ibuku untukmu ami"


Aku tersenyum menerimanya, tanpa berterima kasih karena takut lirih menceritakan kesedihanku.


Sepertinya mobil sudah tidak berjalan lagi


"sudah sampai"


Suara ibu menjawab perasaanku.


"ayo mi, genggam tanganku"


Aku menggenggam tangan yang raka tawarkan. Aku berjalan menuntuni kemana raka berjalan.


"ami duduk saja"


Ibu meminta aku untuk duduk, raka langsung mendudukanku di sofa ruang tengah yang sudah sangat aku kenali wujudnya


"raka pulang saja, biar ami istirahat dan raka juga istirahat"


Ibu berbicara kepada raka


"iya bu, kalau begitu raka pulang ya. Assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam"jawab aku dengan ibu bersamaan.


"sekarang kamu tidurnya di kamar bawah saja ya. Kamu tidur dengan ibu ok anakku"


Aku hanya mengangguk menjawab ibu. Ibu juga langsung menuntunku ke kamar, dan mentidurkanku di tempat tidur. Aku tidak tahu langit berwarna apa sekarang sampai ibu menidurkanku


"kamu tidur ya, sudah malam. Selamat tidur anakku, amigea"


Ibu mengecup keningku. Ternyata langit sudah hitam, aku saja yang tidak bisa melihat jadi tidak tahu waktu.


...

__ADS_1


__ADS_2