
Tidak tau diam
Tidak tau juga akrab
Sendiri saja tidak tau
Tak rasa bagaimana aku.
Untuk bercakap tak terlalu
Naluri naluri inginkan,
__ADS_1
Tapi nalar tetap menolak
Hanya tugas yang dapat diterima
Lebih baik rasanya
Terpaksa menerima
Datangnya kata menyapa
...
__ADS_1
Ami
Naluri dengan nalar bergelut dalam jiwa, tentang dua orang tuaku yang entah masih ada keberadaannya di rumah atau mungkin sudah pergi tanpa pamit kan diri. Amarah yang mulai tak terkendali, awan mendung memerah menggumpal di dua muaraku. Sukma dengan dewasa berbisik pada, meminta untuk diam, agar tak satu pintu terbuka. Ini bukan waktunya pengijak semesta tau, cukup semesta saja yang menyaksikan bagaimana keadaan seorang aku.
Seseorang membuka pintu lamunanku. Prof.malik.S.Si dosen mata kuliah sastra bahasa Indonesia datang tepat jam sembilan lewat lima menit, tunggu dulu ada dosen lain yang tak ku kenal dibelakangnya, sepertinya akan ada tugas kelompok dengan fakultas lain.
Benar saja dugaanku, setelah semester enam kemarin aku bertugas kelompok dengan mahasiswa fakultas peradaban Islam, kini tugas kelompoknya bekerja sama dengan mahasiswa fakultas psikologi, aku akan meneliti masalah pskilogi dengan teman kelompokku, dan di saat penelitian beres aku dengannya harus membuat satu cerita pendek tentang masalah psikologi yang aku teliti dengan teman kelompokku.
__ADS_1
Dalam hati berdo'a, semoga sang penentu takdir menetapkan ku dengan mahasiswa perempuan. Tapi apa aku bisa menolak kelompok tugas yang telah tertera di tabel pada layar monitor. Namaku bersandingan dengan seorang laki\-laki bernama "Raka Fhaisal".