
Satu rasa yang ingin ku tau
Rasa apa, sejak kapan
Diam memaksa terungkap oleh kata
Katanya tak siap untuk beritau
Dia yang mengundang rasa.
Biarkan tenang dirasakan
Tapi penasaran sudah pasti
Aku juga penasaran
Bagaimana kamu sebenarnya.
Aku berencana dengan waktu
__ADS_1
Merahasiakan ini semua
Jangan sampai ada yang memberitau sebelum waktunya
Tapi, jika sudah waktunya
Jangan sampai tak ada yang memberitau.
Salam dariku
Bernama "rahasia".
Raka
Pagi memijakkan birunya di luasnya langit. Tepat beranjak dari kenangan hari lalu yang harus dilupakan sesalnya dan diambil setianya.
__ADS_1
Pagi ini mengingatkan dan membuat penasaran untuk aku yang tengah berada di kampus. Psikologi yang aku pelajari, tak jarang membuatku tiba\-tiba menebak orang yang ditakdirkan melintasi ku. Tapi ada satu saat yang membuat Sukma tak bisa menahan, anehnya aku tak bisa menebak bagaimana dia, gadis berlesung Pipit yang setiap harinya menarik mataku melihat beningnya muaranya, sekarang dia mengenakan kain merah jambu yang menutup semua auratnya. Aku tau dia, Amigea mahasiswa fakultas sastra bahasa Indonesia. Mataku membaca muaranya yang ingin bercerita kepada semesta tapi sepertinya dia sama sekali tidak percaya pada semesta. Jikalau aku menatap muaranya semakin dalam, semakin aku ingin aku bertanya ada apa, kenapa, dan bagaimana, tapi tetap saja, dia tak mengenalku, hanya aku yang tau namanya.
Aku melihatnya berjalan sendirian di tengah luasnya lapangan, ia mengarahkan langkahnya ke fakultasnya. Dia seperti tergesa-gesa tapi ada nada lelah disetiap hentakan kakinya. Aku tak tau aku harus bagaimana dengan perasaan penasaran ini.
Tak terasa, aku harus kembali ke kelas karena dosen sudah datang sedari jam delapan tadi dan rutinitas ku selalu saja izin ke toilet jika jarum jam sudah menempati angka sembilan sebelum jam tepat sembilan, entah ada apa, padahal bukan toilet yang kaki arahkan tujuannya, melainkan lapangan yang sepi karena hampir semua fakultas dimulai dari jam delapan kecuali fakultas sastra bahasa Indonesia, dan aku selalu merasa konyol terhadap aku yang tak ingin mengakui alasanku yang sebenarnya.
Aku kembali ke kelas. Sepertinya dr.dirgantara.S.p dosen mata kuliah psikologi sedang menjelaskan materi, rupanya setelah aku melihat ke layar monitor, ternyata dia sedang memberikan tugas kelompok penelitian di akhir semester tujuh ini, yang membuat aku terkejut, tugas kelompok kali ini, aku akan berkerja sama dengan mahasiswa fakultas sastra bahasa Indonesia, dan jelasnya aku akan meneliti suatu masal psikologi manusia dan diakhir aku dengan teman kerjaku akan membuat sebuah cerita pendek tentang masalah psikologi tersebut.
Kelompok sudah disiapkan oleh dr.dirga dan baru saja aku mencari namaku di tabel pada layar monitor, aku sudah menemukan namaku pada baris ke tiga, mataku mengarah ke samping namaku, naluriku tak percaya, sukmaku tak yakin, tapi nalar begitu berterima kasih untuk sang penetap takdir, menakdirkan nama Raka Fhaisal berpasangan dengan nama "Amigea".
__ADS_1