Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 22


__ADS_3

Zack sengaja datang untuk menyapa.


Afzal tidak suka dengan kehadiran Zack. Sebelumnya Afzal sudah mengatakan pada Zack bahwa dia belum ingin membuka identitasnya. Apa maksud Zack datang menyapanya?


Tidak lama kemudian Zack sudah berada di paviliun.


Ternyata Quinton mengenali Zack.


“Lyle....Tuan Lyle!”


Quinton buru-buru menyapa Zack.


Rupanya manajer yang dimaksud Afzal adalah orang terkaya di kota Mayberry, Zack Lyle!


Alice sangat kaget, tapi kali ini dia tidak mampu berkata-kata.


Semoga Beruntung Afzal!


Begitu muncul di hadapan rombongan Afzal, Zack menganggukkan kepalanya.


Lalu Zack mencoba untuk menyapa Afzal dengan hormat, “Tuan Ger...”


Mendadak Zack ingat dengan permintaan Afzal bahwa untuk sementara waktu dia belum ingin membuka siapa dia sebenarnya.


Zack berkata: “Bro Afzal, apakah kamu senang dengan semua pengaturan yang aku buat untukmu hari ini?”


Afzal mengangguk dan tersenyum.


Quinton tiba-tiba menyela dan berkata, “Tapi Tuan Lyle, Afzal baru saja membuat lukisanmu rusak dan jatuh ke dalam air!”


“Ya, Tuan Lyle! Aku tadi sudah mengingatkan dia untuk tidak menurunkan lukisannya, tapi dia tetap melakukannya dan akhirnya malah jatuh ke dalam air!” Jacelyn segera melakukan pembelaan karena tidak ingin ikut menanggung akibat dari rusaknya lukisan.


Naomi mencoba membela Afzal.


“Tuan Lyle, Afzal tidak sengaja melakukannya!”


Harper juga ikut membela Afzal dan bahkan bertanya kepada Zack kalau ada hal yang dapat dia lakukan untuk mengganti kerugian atas lukisan yang rusak.

__ADS_1


Zack mulai memahami situasinya.


Bahwa tidak semua yang ada di ruangan itu adalah sahabat sejati Afzal dan Zack bisa memastikan bahwa belum ada seorang pun yang mengetahui siapa Afzal sebenarnya.


Zack jadi tahu bahwa karakter Afzal adalah seorang yang sangat rendah hati dan tertutup. Nyata baginya sekarang bahwa Afzal betul-betul tidak ingin menunjukkan bahwa dirinya sangat kaya dan berpengaruh.


Zack mengingat kembali semua kata-kata Afzal. Oleh karena itu dia tidak ingin bersikap bodoh dan membuat mereka yang berada di tempat itu menjadi curiga dengan jati diri Afzal yang sebenarnya.


Zack pura-pura terkejut dan berseru, “Apa? Lukisannya jatuh ke dalam air?” Zack berkata gemetar dan raut muka ketakutan. Zack bersandiwara seolah dia sangat peduli dengan lukisan cat minyak itu!


Suasana mendadak berubah tegang dan Naomi berkata cemas, “Tuan Lyle, kami benar-benar minta maaf soal lukisan itu!”


“Bro Afzal, tahukah kamu bahwa harga lukisan itu lebih dari seratus lima puluh ribu dolar? Dan lagi lukisan itu adalah benda kesayangan bosku. Bagaimana nanti aku bisa menjelaskan kalau bosku bertanya tentang lukisan itu?”


Afzal tahu bahwa Zack sedang bersandiwara untuk membantunya keluar dari persoalan lukisan ini tanpa harus membuka jati dirinya, bahwa dialah sang pemilik Wayfair Mountain Entertainment.


Hehehe...rupanya Zack adalah pribadi yang menarik.


Afzal memasang tampang menyesal di wajahnya dan berkata, “Tuan Lyle, aku benar-benar tidak menduga bakal seperti ini kejadiannya tapi aku bisa pastikan bahwa ini bukan sepenuhnya salahku.”


“Bukan kesalahanmu?” Zack bertanya sambil mengerutkan kening.


“Setuju! Kalau kamu melakukan suatu kesalahan, maka kamu harus berbesar hati untuk mengakuinya. Kecuali kalau kamu bukan lelaki sejati!”


Para gadis itu kembali menatap Afzal dengan pandangan merendahkan.


“Kurasa Afzal takut tidak mampu membayar seratus lima puluh ribu dolar dari kantongnya sendiri. Itulah mengapa dia mencoba menimpakan kesalahannya kepada orang lain.” Harold menambahkan untuk menumpahkan rasa iri nya kepada Afzal.


Afzal berhasil membuktikan bahwa dirinya lebih hebat dibanding Quinton dan Harold, sehingga keduanya merasa sangat iri terhadap Afzal.


Afzal tersenyum dan berkata, “Tuan Lyle, saya akui bahwa betul saya yang menurunkan lukisan itu. Nah, ketika saya sedang mencoba menggantungkan kembali lukisan itu ke tempatnya semula lalu tiba-tiba ada angin yang berhembus menerbangkan lukisan itu. Itu sebabnya saya mengatakan bahwa kejadian ini bukan sepenuhnya kesalahan saya!”


“Hahaha. Afzal, kamu memalukan sekali!”


Mereka tidak bisa lagi menahan jengkel.


Quinton berkata, “Yang benar saja Afzal! Jadi sekarang kamu menyalahkan angin? Masa iya angin disalahkan!”

__ADS_1


Zack berlagak seolah sedang berpikir keras mencerna kata-kata Afzal.


Setelah terdiam beberapa saat, Zack menepuk keningnya sendiri seolah baru menyadari sesuatu hal lalu berujar, “Brother Afzal, terima kasih penjelasanmu. Setelah aku pikir masak-masak sepertinya aku harus meminta maaf padamu atas kesalahpahaman ini. Kamu benar, bahwa penyebab lukisan itu rusak adalah angin yang berhembus dan sama sekali bukan salahmu!”


“Ya, seharusnya Anda tidak memajang lukisan di situ karena rawan sekali tertiup angin,” Afzal menegaskan kata-katanya.


“Baik, Brother Afzal. Terima kasih sudah mengingatkan. Aku akan meminta stafku untuk menangani masalah ini. Aku pikir ini murni kesalahan kami menaruh lukisan-lukisan itu di sana.”


Apa?


Reaksi Zack sangatlah mengejutkan. Bagaimana mungkin Zack begitu saja menerima penjelasan seorang Afzal?


Quinton tercekat dan merasa sangat tidak nyaman. Sementara itu Alice dan teman-temannya juga merasa sangat tidak enak.


“Baiklah, sekali lagi saya berterima kasih atas semua pelayanan Anda hari ini, Tuan Lyle. Kalau Anda tidak keberatan, kami ingin berpamitan sekarang.”


Afzal tersenyum. Dia terkesan dengan cara Zack yang lucu dalam menangani situasi.


Sepulang dari Wayfair Mountain Entertainment, benak mereka dipenuhi kebingungan tentang Afzal. Terutama Alice, dia merasa semuanya masih seperti mimpi, baginya Afzal semakin membingungkan.


“Afzal, kamu hebat! Aku masih tidak percaya bagaimana kamu bisa mempengaruhi Tuan Lyle dengan begitu mudah padahal awalnya dia sangat peduli dengan lukisan itu!”


Naomi memuji Afzal sesaat setelah mereka meninggalkan villa.


Alice tidak sengaja menguping.


Alice merasa ada sesuatu yang janggal. Benarkah semua yang terjadi sesederhana kelihatannya?


Setibanya di Asrama, Alice dan teman-temannya belum juga bisa meredakan perasaan tidak nyaman atas banyak sekali kejadian mengejutkan yang baru mereka alami.


Andai Afzal memenangi lotre senilai ratusan ribu dolar, mungkin situasinya akan lebih mudah untuk mereka pahami.


Afzal tidak hanya mampu membeli sebuah tas mewah edisi terbatas, tapi juga mampu mentraktir mereka semua di tempat makan mewah dengan biaya fantastis.


Ditambah lagi soal lukisan, bagaimana mungkin Afzal dengan begitu mudahnya mampu mempengaruhi Zack untuk tidak mempermasalahkan kejadian itu.


Aneh banget, kan?

__ADS_1


“Alice, menurutmu apa yang sebenarnya sedang terjadi?


Alice duduk di atas tempat tidur mendengarkan Jacelyn yang sedang bicara sambil tangannya sibuk membersihkan sisa-sisa make up di wajahnya.


__ADS_2