Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 44


__ADS_3

“Apa? Nona, kurasa kalian salah paham. Keluarga Ziegler tidak menelepon kami, andai mereka menelepon pun, tidak ada pengaruhnya untuk Bos Flynn. Mereka ibarat seekor semut kecil bagi Bos Flynn, jadi bagaimana mungkin mereka bisa membuat Bos bertekuk lutut?”


Mendengar kata-kata Jacelyn, akhirnya satpam itu ingat bahwa mereka adalah orang yang menghancurkan akuarium berisi ikan Arwana waktu lalu. Sekarang intonasi suaranya sedikit mereda.


Percakapan itu membuat Alice menyadari satu hal. Kata-kata satpam itu menyiratkan bahwa keluarga Ziegler bukanlah siapa-siapa.


Lalu, Kenapa Flynn harus terganggu dengan mereka?


Meskipun keluarga Ziegler lumayan berpengaruh, tapi tampaknya mereka tidak berdaya berhadapan dengan Flynn. Jadi bagaimana mungkin mereka meminta Flynn untuk membungkuk?


“Cantik, aku rasa kamu salah paham. Alasan Bos Flynn melepas kalian begitu saja ketika terjadi insiden hari itu karena seorang Bos misterius meneleponnya. Begitulah cerita sebenarnya, jadi tidak ada hubungannya dengan keluarga Ziegler sama sekali...hahaha!”


“Bos misterius?” Alice bertanya sambil menarik napas dalam-dalam.


Alice berpikir jangan-jangan Quinton memang menipunya sejak awal! Alice setuju untuk menjadi pacar Quinton karena dia sangat tersentuh dengan cerita Quinton bahwa dialah yang menolongnya ketika terjadi insiden malam itu.


Tidak! Bagaimana mungkin itu terjadi?


Alice mengeluarkan ponselnya dan menelpon Quinton. Dia harus menunggu beberapa waktu karena Quinton tidak segera mengangkat teleponnya. Ketika akhirnya Quinton mengangkat telepon, Alice bisa mendengar suara bising di belakang Quinton, tampaknya dia sedang berada di tengah keramaian.


“Alice, aku yang salah. Aku tahu aku yang salah. Tolong maafkan aku...”


“Quinton, aku ada satu pertanyaan untukmu. Benarkah bukan kamu atau ayahmu yang meminta Tuan Lexington untuk minta maaf pada kami waktu lalu di Emperor Karaoke Bar? Apakah ayahmu yang memintanya untuk membungkuk dan minta maaf kepada kami malam itu?” Alice bertanya pada Quinton dengan nada dingin melalui sambungan telepon.


“Ah? Tuan Lexington? Dia membungkuk dan minta maaf padamu? Bagaimana mungkin? Tuan Lexington adalah sahabat dekat Tuan Lyle. Bagaimana mungkin dia...”


“Aku paham sekarang!”


Alice menutup sambungan teleponnya.


Ternyata selama ini Alice salah besar. Dia meyakini bahwa Quinton lah yang telah menolongnya waktu itu.


Alice menahan diri untuk tidak bertanya detil seputar insiden itu karena dia tidak ingin Quinton merasa bahwa dia menerima Quinton sebagai pacarnya semata-mata karena ingin berterima kasih atas pertolongannya malam itu.


Sekarang, semuanya menjadi jelas.


Bukan Quinton yang telah menolongnya malam itu. Lalu, siapakah dia orangnya?


Saat ini...


Satpam menerima panggilan telepon melalui headset - nya. Wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut dan mengatakan tiga kali kata ‘ya’ dengan nada penuh hormat.


Raut muka satpam berubah pucat pasi.


Satpam itu membungkukkan badannya dan berkata, “Maaf, Nona - nona, tolong maafkan kelancangan saya. Saya sudah berbuat salah. Semuanya gratis dan Anda... Anda bisa pergi sekarang!”


Setelah mengatakan itu, satpam kembali membungkuk dan tidak berani menegakkan badannya lagi.

__ADS_1


“Ini...”


Alice dan teman-temannya terpaku.


Kejadiannya sama persis dengan waktu lalu, bedanya kali ini Flynn tidak menampakkan diri sama sekali.


Siapa sebenarnya orang yang menelepon dan menolong mereka? Siapakah orang yang sangat berpengaruh itu?


Naomi juga sangat terkejut.


“Kupikir sebaiknya kita balik dulu ke kampus. Kita diskusikan hal ini nanti di asrama.”


Naomi memandang cemas pada Alice.


“Hmm... Ayo kita pulang.”


Alice sangat bingung.


Kenapa semuanya jadi aneh?


Siapa yang telah menolong mereka semua?


Mereka telah bersiap meninggalkan Emperor Karaoke Bar.


“Eh? Di mana Afzal?


Naomi mencari Afzal tapi yang dicari tidak tampak batang hidungnya.


“Hmph! Dia pasti sengaja kabur karena takut dimintain urunan untuk membayar semuanya. Bukannya dulu dia juga begitu? Ketika ada masalah, dia cepat-cepat menghindar dengan alasan ke toilet. Lalu dia balik kalau kita sudah ada solusi!” Jacelyn berkata marah.


“Tidak! Afzal bukan tipe seperti itu!”


Naomi melakukan pembelaan untuk Afzal sambil terus mencarinya.


Tiba-tiba Afzal membuka pintu dan masuk ruangan.


Afzal memasukkan ponsel ke dalam saku bajunya.


“Gimana, apa semuanya beres? Kalau semuanya sudah selesai, ayo kita pergi sekarang. Aku sudah menelpon tiga taksi dan mereka sudah menunggu di luar!”


Afzal berkata ringan kepada rombongan.


Lalu dia berbalik meninggalkan ruangan.


Semua orang terkejut dibuatnya, terutama Alice.


Alice merasakan jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


Afzal sudah menelepon tiga taksi untuk mereka. Hal ini menandakan bahwa dia mengetahui bahwa semua masalah sudah teratasi.


Situasinya sama persis dengan insiden sebelumnya, Afzal diam-diam keluar menghindari keributan.


Lalu ketika dia kembali, semua masalah telah teratasi.


Apa semua itu suatu kebetulan belaka?


Apa mungkin... Seseorang yang menelepon untuk menolong mereka... Tidak lain dan tidak bukan adalah Afzal?


Mustahil itu terjadi?


“Afzal, berhenti! Katakan pada kami kebenarannya!”


Alice mengejar Afzal. Ketika taksi yang dipesan oleh Afzal sudah menunggu di depan karaoke bar.


Alice berlari ke arah Afzal menuntut jawaban.


“Kebenaran?” Afzal balik bertanya.


Afzal sangat kecewa pada Alice. Bahkan untuk sekadar berteman, Afzal merasa itu sudah tidak mungkin. Mengapa Alice terus saja mengganggunya?


“Aku ingin tahu apakah seseorang yang menelepon Emperor Karaoke Bar dan meminta mereka melepaskan kami adalah kamu, benarkah?”


Alice bertanya dengan gugup.


Alice merasa semua kejadian seperti saling berhubungan. Mulai dari tas Hermes seharga lima puluh lima ribu dolar sampai undangan ke villa mewah. Lalu Afzal diajak duduk bareng Aiden dan rombongannya dan terakhir tingkah laku satpam Emperor Karaoke Bar barusan!


Segala sesuatunya selalu berhubungan dengan Afzal.


Apakah Afzal mendapatkan semua keberuntungan itu semata-mata karena dia telah menyelamatkan anak perempuan Zack? Lagi pula, balas budi sebesar apapun pasti ada batasnya kan?


Alice merasa takut. Jangan-jangan orang yang dia benci selama ini adalah seorang yang kaya raya dan sangat berpengaruh.


Alice bingung cara dia bisa menghadapi semua konsekuensi atas sikapnya selama ini.


“Benarkah itu kamu?" Alice terus mencecar karena penasaran.


“Kalau kamu berharap itu aku, maka jawabannya ya, itu aku! Tapi kalau mau berharap bukan aku, maka jawabannya bukan, itu bukan aku! Hahaha...”


Afzal menjawab aneh lalu memutar dan segera menaiki taksi.


Sementara itu, Jacelyn dan teman-temannya juga mendengar pembicaraan antara Alice dan Afzal dan mereka semua dalam kondisi kaget.


Dia... Bukankah dia hanyalah seorang yang miskin?


Alice menangis karena dia benar-benar bingung.

__ADS_1


Akhirnya Jacelyn, Naomi, dan teman-temannya menarik Alice masuk ke dalam taksi.


“Alice, apa kamu baik-baik saja? Afzal itu orang baik. Walaupun mungkin dia miskin, tapi dia tetap orang baik. Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan!” Naomi menenangkan Alice dengan putus asa.


__ADS_2