
“Baiklah, terima kasih!”
Yuri langsung membuka halaman terakhir di buku menu.
Seluruh menu unggulan Homeland Kitchen memang tertera di halaman terakhir buku menu. Tentu saja menu-menu yang tertera di situ adalah yang termahal.
“Lobster super Australia! Abalone Australia!”
Danny dan teman-temannya mengamati raut muka Afzal. Mereka mengharapkan raut muka kusut dan cemas di muka Afzal ketika mengetahui semua menu yang di pesan oleh Yuri.
Anehnya raut muka Afzal datar-datar saja, tidak menunjukkan kecemasan sama sekali seperti yang mereka harapkan.
Sambil memesan menu, Yuri mengkalkulasi harganya dalam hati.
Dipotong dana talangan, Yuri sadar jatah bulanannya hanya tersisa antara tiga sampai empat puluh dolar saja, sementara Danny hanya menyisakan seribu dolar saja. Itu artinya mereka baru saja mempertaruhkan lima ribu lima ratus dolar malam itu.
Artinya mereka harus mengerem agar potensi pengeluaran mereka tidak lebih dari sepuluh ribu dolar.
Tidak terbayang malunya kalau sampai dana talangan mereka tidak cukup menutup sisa tagihan yang tidak terbayar oleh Afzal.
Yuri memesan menu unggulan yang tertera pada halaman terakhir di buku menu.
Sekali lagi Yuri berhitung, harga total dari 4 jenis hidangan yang dia pesan sudah sampai empat ribu lima ratus dolar dan itu belum termasuk minuman dan anggur.
Selesai memilih menu, Yuri mengembalikan buku menu kepada dengan ekspresi dingin di wajahnya.
Dia tidak keberatan harus kehilangan banyak uang malam itu, asalkan seluruh uang Afzal juga habis. Kalau sampai itu tidak terjadi, maka dia akan menyesal.
“Apa? Kok, kamu cuma pesan empat hidangan dari halaman terakhir di daftar menu? Total semuanya cuma tiga ribu dolar, lho!”
Afzal tertawa terbahak-bahak.
“Apa maksudmu? Kamu juga bisa pesan menu unggulan seperti yang Yuri pesan kalau kamu mau! Sudahlah, Afzal, jangan pernah coba-coba membandingkan dirimu dengan Yuri!”
Xavia sangat jengkel dengan sikap Afzal yang merendahkan Yuri.
Cassandra yang sedang asyik menelepon tepok jidat melihat pola tingkah Afzal.
__ADS_1
Cassandra berpikir bahwa Afzal sangatlah bodoh. Bisa-bisanya dia bersaing dengan seorang Yuri dengan sedikit uang yang dia dapatkan dari hasil menang lotre!
“Pelayan, ada berapa menu unggulan di daftar menu?” Afzal bertanya sambil menyunggingkan seulas senyum pada pelayan.
“Tuan, ada 20 hidangan unggulan di Homeland Kitchen. Maaf, tapi hanya orang kaya raya yang biasanya memesan seluruh hidangan sekaligus! Harga dari empat hidangan yang tadi di pesan antara empat sampai lima ribu dolar. Mungkin anda mau menambahkan pesanan dari daftar menu yang biasa?”
“Oh, jadi begitu, ya?”
Afzal menutup buku menu.
“Baiklah kalau begitu tolong bawakan 20 jenis hidangan unggulan itu. Kami ingin menikmati Semuanya!”
“Apa?”
Saking kagetnya pelayan itu menjatuhkan alat pencatat pesanan ke lantai.
Harga 20 jenis hidangan unggulan lebih dari lima belas ribu dolar, Tuan!
OMG!
Pelayan itu belum pernah meladeni orderan sebanyak ini!
Danny kaget level dewa!
Yuri mulai gugup memikirkan dana talangan yang harus dia siapkan. Reaksi Afzal benar-benar di luar dugaannya.
Afzal dapat merasakan bahwa Yuri mulai kebingungan, dia terdiam selama beberapa waktu. Afzal tersenyum melanjutkan kata-katanya, “Yuri, kita belum pesan minuman, kan? kok, kamu hanya pesan makanan saja? Apa menurutmu makanan yang aku pesan kemahalan?”
“Kemahalan? Nggak lah, ini semua belum seberapa dibanding uang bulananku. Mestinya kamu yang mikir, dong! Aku justru khawatir kamu tidak sanggup membayar tiga meja di bawah sana dengan uangmu yang cuma tiga puluh ribu dolar itu,” Yuri tidak terima dengan kata-kata Afzal.
Berani-beraninya si miskin ini berbalik mengejeknya sekarang?
Hal ini tidak bisa diterima!
“Afzal, kamu sadar nggak sih dengan apa yang kamu lakukan? Begini saja, bagaimana kalau tagihan untuk ruangan kita bagi dua? Tapi kamu harus menanggung total tagihan dari tiga meja yang kamu pesan di bawah sana! Meskipun mereka tidak pesan menu unggulan, tapi mereka tetap harus pesan minuman! Kamu harus menyiapkan beberapa ribu dolar untuk itu!”
“Kamu yakin akan sanggup bayar semuanya? Jangan-jangan kamu memesan semua hanya demi gengsi? Jangan lupa kita sedang berada di Homeland Kitchen di Mayberry Commercial Street!”
__ADS_1
Seorang gadis yang duduk di samping Xavia mencoba mengingatkan karena dia juga mulai khawatir.
“Tenang saja, aku sadar kok dengan apa yang kulakukan. Lagian Yuri siap untuk berbagi tagihan. Karena Yuri menyarankan untuk pesan minuman, ayo kita lakukan!”
Afzal memutar tubuhnya menghadap pelayan, “Ngomong-ngomong, berapa umur anggur merah yang kalian punya?”
“Kami punya banyak pilihan koleksi anggur merah, Tuan. Yang paling spesial itu keluaran tahun 1995 dan satu botol harganya seribu lima ratus dolar.”
Pelayan merekomendasikan anggur merah termahal karena dia tau sepertinya Afzal sedang sangat royal malam itu.
Pelayan itu berpikir tidak ada salahnya mencoba. Andai kata Afzal menolak penawarannya, toh dia sudah memesan makanan mahal. Dan kalau ternyata Afzal memesan minuman yang disarankan, maka dia akan menerima tambahan komisi.
Seribu lima ratus dolar hanya untuk sebotol anggur merah?
Danny dan Yuri mulai berkeringat dingin mendengar harga anggur merah yang ditawarkan pelayan. Cassandra dan Xavia bersandar pada kursinya masing-masing.
“Afzal, aku ingatkan kamu untuk berhitung dan memastikan bahwa kamu mampu membayar semuanya! Jangan sampai uangmu tidak cukup untuk membayar semua tagihan kita malam ini!”
Xavia mulai menyesali jumlah uang yang akan mereka habiskan. Dia khawatir Afzal akan memesan dua botol anggur merah hanya demi gengsi!
“Tolong bawakan satu krat anggur merah ke sini!”
Di luar dugaan Afzal memesan anggur merah tanpa ragu sedikitpun.
Ada enam botol anggur merah di dalam satu krat.
Bukankah itu sama dengan sembilan ribu dolar?
OMG!
“Afzal, kamu serius? Kamu yakin minta satu krat anggur merah?”
Hal ini benar-benar di luar dugaan Yuri. Tetapi semuanya sudah terlanjur, kalau dia mundur sekarang tentu Afzal akan membantingnya sedemikian.
“Tentu saja aku serius. Tapi kalau itu kemahalan untukmu, kamu bisa ganti anggur merah dengan yang lain yang lebih murah, Yuri...” Afzal menegaskan.
Selama tiga tahun terakhir, Afzal mengalami banyak sekali perundungan oleh Yuri dan teman-temannya. Jadi ini bukan salahnya. Afzal hanya ingin menuntut keadilan atas semua penderitaannya di masa lalu.
__ADS_1
Mendengar cemoohan Afzal, Yuri menggertakkan giginya dan berkata, “Tidak ada kata kemahalan dalam kamusku! Pesan saja apapun sesukamu! Aku akan membayar setengah dari total tagihan sesuai janjiku!
“Okay, baiklah. Aku bisa tenang sekarang. Oh, ya. Pelayan, tolong pastikan tagihan untuk ruangan eksekutif ini dibagi dua, untukku dan pria muda ini!”