Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 31


__ADS_3

Zack mendengarkan Jawaban Afzal, “Ahem, lupakan saja, toh uangnya juga kembali ke bisnisku sendiri.”


Tadinya Afzal berpikir untuk meminta uangnya kembali.


Tetapi mendengar intonasi Zack ketika berbicara dengannya, rasanya aneh kalau dia harus meminta Zack untuk mengirim balik uangnya.


Afzal menyadari akan memalukan baginya untuk minta Zack melakukan hal itu.


Lagi pula semua uang yang diterima dari saudara perempuannya berasal dari keuntungan dari berbagai macam jenis usaha yang dimiliki keluarganya.


“Ngomong-ngomong, ada perlu apa Anda menelpon saya, Tuan Lyle?” Tanya Afzal.


“Ya, ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan pada Anda. jadi begini, sepertinya Anda sudah berhasil keluar dari gaya hidup miskin yang Anda jalani selama ini. Oleh karena itu para boss pemilik bisnis utama di Mayberry Commercial Street bermaksud untuk mengadakan sebuah perjamuan spesial untukmu. Saya ingin tahu apakah Anda punya waktu untuk menghadiri jamuan, kebetulan ini hari Sabtu,” Zack berkata lembut.


Afzal memang berencana untuk pergi bersantai.


Namun dia tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah menyiapkan acara spesial untuknya. Selain itu timbul keinginan dalam diri Afzal untuk mulai terkoneksi dengan lebih banyak orang supaya dia tidak terus-terusan dianggap miskin dan memalukan.


Afzal menyetujui untuk menghadiri jamuan.


Mereka sengaja memilih lokasi di luar kawasan Mayberry Commercial Street dan sebagai gantinya mereka memilih lokasi jamuan di sebuah hotel bintang lima yang megah dan mewah sebagai bentuk penghormatan.


Restoran di hotel luar biasa mewah.


Setelah berbasa-basi sejenak dengan Harper dan teman-temannya yang lain, Afzal turun tangga dan bersiap menuju kampus. Ketika melewati asrama mahasiswi, dia melihat seseorang keluar dari asrama menghampirinya.


Tidak salah lagi, dia Xavia.


“Huh? Kok dia sudah balik ke asrama?”


Afzal berpikir mestinya Xavia masih bersama Yuri karena mereka berencana untuk menghabiskan malam berdua setelah Yuri datang menjemputnya di restoran.


Entah mengapa, tetapi Afzal masih saja menyimpan rasa sakit hati.


Begitu sampai ke tempat Afzal, Xavia berujar, “Hahaha!. Afzal, sepertinya kamu sedang bersiap ke tempat kerja karena sekarang sudah akhir pekan? Uangmu pasti sudah habis setelah belanja gila-gilaan semalam?”

__ADS_1


“Satu hal lagi, kamu tidak akan pernah bisa menyaingi Yuri. Sesuai janjinya, tidak sampai satu jam Yuri sudah kembali ke restoran menjemputku! Setelahnya sebenarnya kami mau menghabiskan malam berdua, tapi kemudian aku putuskan untuk tidak melakukannya karena aku sedang menstruasi...”


Xavia memandang Afzal dengan ekspresi penuh kemenangan. Dia sengaja mengatakan semua itu untuk memancing emosi Afzal.


Xavia adalah bidadari yang tidak akan pernah bisa dia miliki kembali seumur hidupnya.


“Okay!” Afzal menjawab dengan senyum yang dipaksakan.


Sementara itu, sebuah BMQ3 - Series meraung melintas depan kampus, ketika jendela mobil itu terbuka, tampak Yuri sedang melayangkan senyum manis pada Xavia setelah memandang dingin pada Afzal.


“Hahaha. Afzal, aku tahu kamu sedang mencoba mempermalukan aku tadi malam. Sayang sekali kamu gagal melakukannya. Apa kamu pikir bahwa aku benar-benar tidak punya uang untuk bayar tagihan?” Yuri bertanya sambil melotot pada Afzal.


Yuri mengeluarkan sebuah cincin berlian dari sakunya dan berseru pada Xavia, “Xavia, aku belikan ini untukmu, apa kamu suka?”


“Wow! Cincin berlian. Harganya pasti tidak kurang dari seribu lima ratus dolar! Aku tahu kamu orang kaya, Yuri sayang. Beda kelas dengan orang yang punya sedikit uang hasil menang lotre!”


“Tentu saja aku kaya. Aku punya banyak uang, Xavia. Aku akan mengajakmu ke tempat yang bagus hari ini dan kita akan menghabiskan banyak uang! Mereka yang miskin akan tetap miskin! Ayo, naiklah ke mobil!”


Xavia sangat bersemangat dan segera naik ke mobil. Yuri melayangkan tatapan jijik sebelum melaju mengendarai mobilnya keluar area kampus.


Yuri terkekeh sambil terus sibuk dengan ponselnya sambil menyetir.


Yuri menghapus secara permanen beberapa aplikasi di ponselnya.


“Sudahlah, nggak usah dipikirkan. Yang penting kamu harus ingat bahwa Afzal bukanlah tandinganku! Dia hanyalah serpihan debu!”


“Wow! Aku sangat bahagia!”


Masih pagi Afzal sudah harus menerima ejekan dari Yuri dan Xavia, dia jadi kehilangan mood untuk pergi keluar. Afzal jadi penasaran cara Yuri mengumpulkan uang sebanyak itu dalam semalam.


Hahaha...


Afzal menertawakan dirinya sendiri, tidak seharusnya dia memasukkan itu semua ke dalam hati.


Afzal menuju perpustakaan dan menghabiskan waktu dengan belajar dan membaca buku-buku.

__ADS_1


Ketika hari menjelang siang, Afzal menelpon taksi dan meminta sopir untuk mengantarnya ke restoran Brilliant Start, sebuah restoran bintang enam di Mayberry City. Tentu restoran ini tidak bisa dibandingkan dengan restoran di kawasan Mayberry Commercial Street. Namun tetap saja restoran ini mewah dan tentu saja mahal.


Karena tadi keasyikan membaca buku, Afzal lupa memperhitungkan kemacetan sehingga dia tiba di tempat perjamuan beberapa menit lebih lambat dari waktu yang sudah disepakati.


Afzal berjalan sangat cepat karena terburu-buru.


Boom!


“Ahh! Apa kamu gila?”


Ketika melewati pintu putar, tanpa sengaja Afzal mendorong pintu itu agak keras, akibatnya dia menabrak gadis yang berdiri tepat di belakangnya.


Gadis itu mencengkeram dadanya dengan erat sambil mengutuki Afzal sehingga menarik perhatian orang-orang disekitar situ untuk mencari tahu yang sedang terjadi.


“Maaf...”


Afzal buru-buru meminta maaf.


Afzal membuka kelopak matanya, lalu mencuri pandang pada gadis yang masih berdiri di belakangnya. Afzal terkesima melihat paras cantik gadis itu.


Gaun ketat membalut tubuhnya yang ranum dan rambutnya yang ikal bergelombang menjuntai melewati punggungnya. Sekilas dia terlihat seumuran dengan Afzal.


Belum pernah Afzal bertemu dengan gadis secantik ini.


“Maaf? Kamu pikir kata maaf saja sudah cukup untuk menebus kesalahanmu?”


Afzal dapat membayangkan ngilu yang dirasakan gadis itu karena tubuhnya secara tidak sengaja menubruk cukup keras. Ketika itu Afzal sedang terpelanting akibat mendorong pintu putar agak keras.


Sebenarnya gadis itulah yang menubruk Afzal, tapi dia malah menimpakan semua kesalahan pada Afzal karena dia melihat pakaian yang dikenakan Afzal biasa-biasa saja.


“Sayang sekali aku sedang terburu-buru, kalau tidak maka aku pasti memberimu pelajaran!” Gadis itu terus meneriaki Afzal.


Bahkan dia lalu mendorong Afzal dan berteriak, “Minggir kamu, tolol!”


Setelah puas mengrutuki Afzal, gadis itu menuju lift. Afzal tidak mengira gadis secantik itu bisa sangat kejam. Afzal tersenyum memikirkan semua itu.

__ADS_1


Afzal melangkahkan kaki ke dalam ketika pintu lift di lantai dasar terbuka.


__ADS_2