
“Aku sudah bilang yang sebenarnya. Tidak ada lagi yang perlu aku jelaskan. Mobil itu benar-benar milik temanku!”
“Oke kalau begitu, kita lupakan soal mobil. Sekarang aku mau tanya tentang lotre yang kamu menangkan kemarin. Aku dengar katanya kamu menghabiskan lebih dari dua puluh ribu dolar untuk makan malam, itu benar? Setahuku kamu dapat tiga puluh ribu dolar dari lotre. Masa kamu habiskan dua puluh ribu dolar hanya untuk hal begitu?” Whitney bertanya penasaran.
“Tiga puluh ribu dolar? Siapa yang bilang aku menang tiga puluh ribu dolar? Itu kan cuma asumsi dan tebakan kalian saja. Aku bilang aku mengambil tiga puluh ribu dolar dari bank, tapi siapa yang bilang aku dapat sejumlah itu dari lotre?” Jawab Afzal dengan ekspresi meyakinkan.
Melihat ekspresi Afzal, Whitney merasa semakin penasaran.
Benar dugaannya, jika Afzal berani menghabiskan dua puluh ribu dolar sekaligus, dia pasti mendapatkan lebih dari hanya tiga puluh ribu dolar dari lotre.
“Jadi, berapa sebenarnya yang kamu dapat?”
“Aku tidak mau bilang padamu soal itu. Lagi pula, tidak terlalu banyak, kok. Okay, Nona Jenkins, kalau tidak ada lagi yang harus diobrolkan. Aku mau pergi.” Afzal menjawab dengan ekspresi acuh tak acuh. Lalu berjalan menjauh meninggalkan Whitney.
Whitney merasa geram sekarang.
“Hmmpph!! Kamu pikir kamu hebat, hah! Kamu cuma beruntung karena mendapat uang dari menang lotre! Lagi pula tidak akan pernah sebanding dengan anak orang kaya seperti Victor!” Whitney menghentakkan kakinya penuh amarah karena sikap Afzal.
Victor memang anak orang kaya. Ya, meskipun dia tidak begitu pintar atau mengesankan, apapun itu, di mata Whitney anak-anak orang kaya jauh lebih baik dari pada Afzal yang hanya menang lotre.
Tiiin..tiiin...
Tiba-tiba sebuah mobil Audi A6 berhenti di samping Whitney.
__ADS_1
Setelah kaca mobil di turunkan, terlihat Victor melongokkan kepalanya keluar.
“Whitney, kenapa kamu pucat sekali? Kamu sakit? Kamu mau menemaniku ke bengkel untuk cek pemeliharaan mobil?” Victor bertanya pada Whitney.
“Aku tidak apa-apa. Aku cuma sedikit sedih. Sebenarnya aku sedikit bingung. Ah, aku ini kenapa, sih?” Whitney tidak bisa menjelaskan perasaannya.
Melihat Whitney yang kebingungan, Victor merasa ini kesempatan bagus baginya untuk menghibur Whitney.
“Whitney, lebih baik kamu masuk dulu deh ke dalam mobil. Nanti kamu cerita pelan-pelan. Mungkin aku bisa membantu.”
Whitney mengangguk. Karena hari ini Teman-temannya banyak yang main ke luar, Whitney pikir berada di dalam Audi A6 tentu akan menyenangkan dan meningkatkan gengsinya.
Setelah mereka berada di dalam mobil, Victor kemudian menempatkan mobilnya di depan gerbang kampus. Whitney lalu mulai bercerita tentang Afzal.
“Pppfffttt!!”
Tadi malam, Victor juga merasa dipermalukan karena Afzal membeli paket yang lebih mahal dari pada pesanannya di Restoran Homeland. Dia sebenarnya juga sangat penasaran tentang lotre yang dimenangkan Afzal. Karena itu, dia menyuruh seseorang untuk menyelidiki.
“Apa? Jadi sekarang Afzal sudah miskin lagi? Kamu dengar itu dari mana? Kalau dari cerita teman sekelas Afzal, dia memenangkan lotre yang jumlahnya justru lebih dari tiga puluh ribu dolar. Jadi itu alasannya kenapa dia gampang saja menghabiskan dua puluh dua ribu dolar hanya untuk makan malam,” Jawab Whitney.
“Hahahaha! Afzal menang tiga puluh ribu dolar itu memang benar. Alasan kenapa dia mau menghabiskan dua puluh dua ribu dolar untuk makan malam ya hanya untuk menyaingi rival cinta - nya, Yuri. Mereka berdua hanya mau pamer dan unjuk gengsi biar orang tahu siapa yang lebih kaya. Akhirnya mereka harus berbagi untuk membayar ruang VIP dengan hidangan khusus. Afzal setuju dan itulah kenapa dia harus membayar begitu banyak. Ya, meskipun Yuri juga sempat sangat malu karena tidak mampu membayar sebelas ribu dolar langsung saat itu, menurutku sih mereka berdua sama-sama rugi!”
“Aaah... jadi begitu ceritanya. Aku juga berpikir Afzal tidak mungkin seberuntung itu, tapi.... Victor kamu tahu tidak kalau tadi Afzal di antar mobil Ferrari sampai ke depan gerbang kampus? Itu jenis Ferrari edisi terbatas yang harganya tujuh atau delapan ratus ribu dolar! Dan waktu aku tanya ke Afzal soal itu, katanya mobil itu milik temannya!” Kata Whitney masih penasaran.
__ADS_1
“Ha? Beneran? Kamu yakin itu Ferrari Internasional edisi terbatas?”
“Iya, aku yakin!”
“Sialan! Dari mana si Afzal kenal orang yang punya Ferrari mahal?” Victor bergumam pelan.
Mereka berdua sama-sama bingung sekarang.
Bagaimana mungkin Afzal tiba-tiba mengenal orang-orang penting?
Apa iya mereka semudah itu mengizinkan Afzal menaiki mobilnya? Tidak! Tidak mungkin!
Victor dan Whitney melanjutkan perjalanan menuju tempat perawatan mobil Audi milik Victor dengan perasaan yang masih bingung memikirkan kasus Afzal.
Victor sangat bangga pada mobilnya, tapi ketika mendengar cerita tentang Ferrari yang dikendarai teman Afzal, membuatnya sedikit iri. Whitney dan Yuri diam-diam memikirkan hal yang sama. Mereka harus mencari tahu siapa sebenarnya teman Afzal itu.
Di bengkel perawatan, sambil menunggu mobilnya yang sedang di proses, Victor membuka obrolan dengan bos dan orang-orang di sana setelah menyadari bahwa mereka kagum melihat mobilnya.
Seorang petugas bengkel yang mengurus mobil Victor berkata, “Saya rasa Anda sudah sangat tepat dan bijak memilih Audi kelas atas untuk dijadikan mobil pribadi. Mobil Audi kami tidak sama dengan mobil mewah lain di pasaran. Misalnya, mobil sport Ferrari hanya untuk meningkatkan gengsi. Hanya orang yang sangat kaya yang mau berinvestasi pada mobil semacam itu.”
“Saat ini, umumnya pebisnis akan membeli Audi atau BMW,” Lanjut mekanik itu.
“Tapi bukankah jauh lebih baik mengendarai Ferrari? Dengan Ferrari kau akan dapat lebih banyak perhatian dan pandangan dari orang,” Whitney tidak tahan untuk tidak berkomentar.
__ADS_1
“Hahaha! Nona cantik, Anda tetap harus melihat siapa yang mengendarai mobilnya. Oke, kita tidak membahas mobil yang lain. Kita fokus pada Ferrari sport. Mobil ini adalah mobil yang benar-benar mewah yang bernilai paling tidak ratusan ribu dolar tiap unitnya. Memiliki Ferrari sama saja Anda membangun citra diri Anda sebagai orang yang kaya raya.”
“Beberapa hari yang lalu, mereka mengusulkan rencana pemasaran produk untuk konsumen kelas menengah. Konsepnya, jika Anda bersedia membayar jaminan sebesar tujuh ribu dolar, Anda akan diberi sopir yang ditugaskan untuk mengantar berkeliling dengan Ferrari termewah mereka. Ditambah lagi, Anda juga diberi kesempatan untuk mencoba mengendarai sendiri.”