
“Tidak! Kurasa aku tidak berlebihan...” Alice tiba-tiba mendongakkan kepalanya dan memandang pada Naomi dan Jacelyn.
“Kalian ingat apa yang kubilang tadi pagi? Aku bilang bahwa 70% bisnis di Mayberry Commercial Street milik seorang bos muda. Aku juga bilang kalau pria muda itu sangat rendah hati dan low profile, meski aku sudah capek searching, tapi tak ada satupun informasi mengenai sosoknya di internet...”
“Tentu saja aku ingat. Kamu tadi juga bilang kalau nama belakang pria itu adalah Crawford. Semua orang memanggilnya Tuan Crawford... ahh! Crawford?”
Jacelyn bertambah shock, sepertinya dia juga sampai pada kesimpulan ini!
“Mungkinkah Tuan Crawford adalah orang yang sama dengan Afzal Crawford?”
Ini.... Bagaimana mungkin bisa seperti ini?
Wajah para gadis termasuk Jacelyn mendadak berubah pucat.
Kalau benar Afzal adalah Tuan Crawford yang dibicarakan banyak orang, maka itu akan menjelaskan banyak kejadian membingungkan selama ini.
Jacelyn serasa mau mati, kalau itu semua benar adanya!
Ingin rasanya Jacelyn membenturkan kepalanya ke tembok karena pikirannya dipenuhi banyak penyesalan!
Begitulah para gadis.
“Alice, kurasa kalian semua berlebihan. Kalau benar Afzal adalah orang yang sama dengan Tuan Crawford, lalu mengapa dia harus menggantungkan hidupnya pada subsidi kampus?”
Naomi mencoba menghibur dan menenangkan teman-temannya, dia tidak tega melihat muka Alice yang pucat dan terlihat sangat ketakutan.
“Ya, ya...”
Alice mengangguk, terbersit satu ide di benaknya. Dia akan melakukan investigasi dan mencari tahu detail masalah ini dan mengungkap kebenarannya.
Setibanya di kampus, Afzal menghabiskan waktunya sepanjang malam untuk mencermati soal-soal tes Tahap 1.
Keesokan paginya, Afzal berencana untuk mendatangi tempat untuk melakukan tes Tahap 2.
Ponselnya berbunyi, ternyata masuk sebuah pesan singkat dari saudara perempuannya.
__ADS_1
“Afzal, bulan ini tinggal tiga hari lagi. Aku barusan mengecek ternyata sampai sekarang kamu cuma menghabiskan lima puluh ribu dolar dari 3 miliar dolar dari kartu Black Gold itu. Kalau kamu tidak menghabiskannya sampai akhir bulan ini, maka 3 miliar dolar itu akan hangus...”
Afzal menyandarkan tubuhnya dan menyadari bahwa bulan ini tersisa tinggal 3 hari lagi. Ada 3 miliar dolar di kartu Black Gold, kecuali membeli tas Hermes edisi khusus, Afzal belum pernah sekalipun menggunakan kartu Black Gold itu.
Menurut Jessica, saudara perempuannya, kalau dia tidak menggunakannya maka sisa uang di kartu Black Gold akan hangus, terbuang sia-sia.
Tidak, dia harus bisa menghabiskan 3 miliar dolar itu!
Afzal stress menyadari bahwa batas waktu penggunaan kartu senilai 3 miliar dolar segera berakhir.
Afzal sudah dapat ide akan dipakai untuk apa uangnya. Dia ingin membeli benda yang paling dia sukai di dunia ini. Sebuah mobil!
Afzal bangun pagi-pagi sekali dan bergegas menuju Mayberry Automobile City.
Dia berjalan mondar mandir ke sana ke mari selama beberapa waktu.
Afzal merasa sedikit kecewa.
Beberapa koleksi mobil mewah di gerai yang sudah sempat dia kunjungi, harganya tidak lebih dari satu atau satu setengah miliar dolar! Dan lagi situasi di kebanyakan gerai mobil mewah itu, stok barangnya sedang habis.
Sekarang Afzal berhenti di depan gerai mobil mewah merek BMW.
Menyedihkan sekali bahwa BMW yang siap kirim berikut administrasinya selesai sampai akhir bulan hanya seharga tiga ratus, empat ratus sampai lima ratus ribu dolar saja. Terlalu murah. Afzal harus membeli tujuh sampai delapan mobil BMW untuk menghabiskan sisa uang di kartu Black Gold.
Lalu, untuk apa dia membeli mobil sebanyak itu?
Afzal menggaruk-garuk kepalanya gusar.
“Tuan, itu sudah harga mobil mewah paling mahal di toko kami. Kalau begitu saya sarankan Anda untuk melihat BMW 3 - Series keluaran lokal. Harga termurah untuk BMW 3 - Series hanya sekitar tiga puluh ribu dolar, itu sudah lengkap semuanya, sudah on the road...”
SPG gerai BMW tak urung merasa terganggu dan jengkel.
Meski dia tidak menunjukkannya secara langsung lewat kata-kata.
SPG itu tidak habis pikir alasan orang yang penampilannya sangat sederhana bertanya tentang harga mobil mewah termahal. Dia tidak siap menghadapi orang yang sangat menyebalkan pagi-pagi.
__ADS_1
SPG itu benar-benar kesal. Dia merekomendasikan mobil dengan harga termurah dan dalam hatinya membatin bahkan tipe termurah pun dia belum tentu mampu beli.
“Um... Tiga ribu dolar? Itu terlalu murah. Lupakan saja kalau begitu, aku akan lihat di tempat lain...” Afzal melenguh dan meninggalkan gerai BMW dengan kecewa.
“Sialan! Dasar gila!”
SPG itu tak sanggup berkata-kata dan hanya memandang Afzal meninggalkan tokonya. Seulas senyum profesional tersungging di bibirnya lalu kemudian mengumpat setelah Afzal menghilang dari pandangannya.
Afzal tidak mengerti alasan SPG itu menganggapnya gila. Dia mencari mobil termahal karena dia harus menghabiskan uang di kartu Black Gold - nya.
Setelah berkeliling - berkeliling selama beberapa saat sampailah Afzal di depan gerai Lamborghini.
Lamborghini dikenal memiliki mobil sport terbaik.
Mobil sport Lamborghini yang paling murah mencapai lebih dari 1 miliar dolar.
Sebelumnya, Afzal hanya bisa memandangi mobil sport Lamborghini di sampul majalah otomotif dan sekarang dia benar-benar mampu membelinya.
Afzal merasa seperti sedang bermimpi!
Saat ini mobil sport mewah keluaran terbaru Lamborghini adalah jenis Reventon. Tipe premium dan termahal dari Lamborghini Reventon tidak kurang dari dua milyar enam ratus ribu dolar. Dan yang terpenting, stok mobilnya ada sehingga Afzal bisa langsung membawanya pulang.
Afzal mengabaikan tatapan merendahkan dari SPG ketika dia masuk ke dalam mobil untuk merasakan seperti apa sensasi duduk di kursi mobil sekeren itu.
“Sayangku, lihatlah Reventon itu! Keren banget, ya! Bagaimana kalau kita mencoba masuk dan merasakan apa rasanya duduk di kursi mobil sekeren itu?”
Sepasang sejoli berusia muda bergandengan tangan memasuki gerai Lamborghini.
Pasangan itu nampak mengenakan pakaian bermerek dan sekali pandang semua orang bisa menduga bahwa mereka adalah orang kaya.
“Bukannya tadi kamu bilang ke sini untuk melihat-lihat Gallardo? Reventon terlalu mahal. Bahkan tipe termurahnya saja mencapai dua milyar dolar. Percuma saja kita melihat atau mencobanya, toh aku tidak akan sanggup membelinya!”
Pria muda itu melirik arlojinya dan tersenyum tak berdaya.
“Nggak apa-apa, kok. Kita tidak harus membelinya, aku hanya ingin merasakan seperti apa rasanya duduk di kursi mobil Reventon! Mobil paling mewah dan paling mahal yang pernah diproduksi Lamborghini!” Sang wanita menjawab dengan manja.
__ADS_1
SPG itu hendak mengusir Afzal karena matanya tertuju pada pasangan sejoli yang sedang asyik melihat-lihat koleksi mobil.