Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 52


__ADS_3

Sontak para mahasiswa itu berkerumun, bahkan Nathaniel melihat ke arah yang ditunjukkan.


Afzal juga melihat ke arah yang ditunjukkan dengan raut muka penasaran.


Gadis yang baru saja melangkahkan kakinya keluar dari mobil itu cantik luar biasa dan ternyata Afzal mengenalnya, mereka baru saja bertemu belum lama berselang.


Siapa lagi kalau bukan Mila?


“Ahh. Dia sangat cantik! Andai dia bisa jadi pacarku.” Mahasiswa yang berdiri di antara Afzal dan Nathaniel berseru, matanya memancarkan hawa nafsu.


Mahasiswa itu terlihat bodoh oleh celetukannya sendiri.


“Gila kamu! Siapa bilang kamu bisa memimpikannya jadi pacarmu? Dengar, ya. Victor naksir gadis itu! Kamu hanya boleh memandangnya, tapi kamu harus sadar diri bahwa dia tidak mungkin bisa jadi pacarmu!” Nathaniel berkata dengan nada jijik.


“Ahh! Brother Victor. Nggak heran, sih. Dia ganteng jadi wajar saja kalau dia suka sama gadis yang luar biasa cantik!”


Ketika si mahasiswa itu mendengar nama Victor disebut, dia langsung merasa jatuh dan mengambil sikap untuk mundur teratur.


Brother Victor yang dimaksud tidak lain dan bukan adalah Victor Wright, wakil presiden mahasiswa dengan latar belakang keluarga terpandang yang biasa kemana-mana naik Audi A6. Tak seorangpun di kampus yang tidak mengenalnya.


Bagaimana mungkin bisa bersaing dengan seorang sepertinya.


“Siapa yang berani minta nomor telepon si cantik itu? Kalau ada yang bisa ngasih aku nomor teleponnya, aku mau bayar lima belas dolar untuk itu!”


“Percuma, salah seorang di antara mereka sudah mencoba minta nomer telepon, tapi dia menolaknya!”


“Dan sekarang, ditambah dengan apa yang barusan kamu dengar? Gadis cantik itu lagi ditaksir oleh Victor...”


“Victor selalu naik Audi A6 ke kampus. Dia bahkan sedang mengirim seseorang untuk memata-matai gadisnya!”

__ADS_1


Gadis-gadis lain yang ada di situ merasa sangat kesal. Tidak dapat dipungkiri, aura dan kecantikan Mila mengalahkan mereka semua.


Semua orang menatap Mila tak berkedip.


Tidak terkecuali Afzal, pandangan matanya tak lepas dari Mila sedetik pun.


Smack!


Entah dari mana asalnya, sebuah kerikil yang sengaja dilempar seseorang mengenai wajahnya.


Apa? Siapa yang melakukannya?


Afzal menoleh dan nampak Quinn sedang melihat dirinya.


“Afzal, Kamu orang miskin! Kamu tidak punya hak untuk memandangi gadis cantik! Apa kamu memandangnya karena ikut-ikutan? Mestinya kamu tahu diri, dong!”


Emangnya Mila tidak menarik bagi orang miskin?


“Quinn, kamu gila! Kamu pikir apa yang sedang kamu lakukan?” Afzal berteriak keras karena merasa sangat kesal.


Afzal bertekad untuk membuat perhitungan dengan Nathaniel dan Quinn.


“Afzal!” Mila menyapa dan memanggil nama Afzal detik pertama ketika melangkahkan kakinya keluar dari pintu mobil dan matanya tertuju pada Afzal yang sedang berdiri tidak jauh dari situ.


Rupanya Mila tadi buru-buru karena dia harus mengikuti sesi latihan mengemudi.


Tanpa Mila sadari, sejak tiba di lokasi dirinya langsung menjadi pusat perhatian semua pria peserta sesi latihan mengemudi lainnya.


Tidak seperti kebanyakan gadis lainnya yang menikmati momen menjadi pusat perhatian para pria, Mila justru merasa malu ketika orang memperhatikannya sedari tadi sejak dia pertama kali datang ke tempat itu. Mereka bahkan terus memperhatikan dia sedang latihan menyetir.

__ADS_1


Untungnya Mila segera mengenali Afzal begitu dia menghentikan mobilnya.


Mila tidak kenal seorang pun di tempat latihan itu dan satu-satunya orang yang dikenal adalah Afzal.


Afzal balas tersenyum dan mengangguk samar pada Mila.


“OMG! Bagaimana mungkin saudara tiriku kenal dengan si miskin ini?” Nathaniel bingung.


Teman-teman Nathaniel memandang Afzal dengan tampang penasaran dan kaget.


“Mengapa seseorang yang terlihat sangat miskin ini bisa kenal dengan sang Bidadari?”


“Anehnya lagi, si miskin itu terlihat cukup akrab dengan sang Bidadari!” Mereka tampak asyik ngobrol dan tertawa bareng!


Semua orang iri dan semua orang memandang curiga pada Afzal. Mereka tidak mengerti kenapa sang Bidadari malah berteman dengan seorang miskin seperti Afzal dan abai dengan mereka semua.


Sejujurnya hal ini pun mengejutkan Afzal.


“Gak nyangka ternyata kamu juga belajar nyetir di sini...” Afzal tersenyum tipis.


“Ya! Aku datang dan mendaftar kelas ini kemarin!”


“Aku pikir kita berjodoh! Ngomong-ngomong makasih ya udah bayarin teh susu tadi siang...”


Obrolan antara Afzal dan Mila agak kaku.


Selain Xavia dan Naomi, Afzal jarang memiliki teman perempuan. Oleh karena itu dia tidak punya banyak pengalaman ngobrol dengan perempuan, dia bahkan kesulitan untuk memulai obrolan.


Afzal tidak pandai berbasa-basi, dia hanya bicara untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh seorang perempuan padanya.

__ADS_1


__ADS_2