Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 29


__ADS_3

Afzal mengantisipasi kemungkinan Yuri tidak akan memenuhi janjinya. Itulah alasan dia menegaskan soal pembagian tagihan itu kepada pelayan di hadapan semua orang.


Pelayan itu mengangguk dan menjawab, “Baik, Tuan! Saya paham. Kalau sudah tidak ada lagi yang mau di pesan, saya siapkan makanannya sekarang!”


Tak seorang pun peduli soal menu. Mereka tidak menduga bahwa persaingan antara Afzal dan Yuri sedemikian sengit. Menu makan malam kali ini akan jadi rekor hidangan termahal yang pernah mereka nikmati selama hidup.


Mereka mulai menikmati anggur merah super mewah. Ketika semua sedang asyik menikmati hidangan dan minuman, diam-diam Afzal membuka sebuah situs Website melalui ponselnya. Website ini dirancang khusus untuk memonitor seluruh lini bisnis keluarganya di Mayberry Commercial Street, seluruh informasi ditampilkan di Website itu sampai detail yang sekecil-kecilnya.


Zack menyerahkan pengelolaan Website ini pada Afzal setelah dia menandatangani perpanjangan kontrak kerjanya beberapa waktu lalu. Afzal bermaksud untuk mengecek total harga hidangan dan anggur merah yang dia pesan.


Harga 6 botol anggur merah impor enam ribu dolar lebih sedikit. Lalu total harga hidangan dan ruangan dengan 3 meja di lantai bawah ditambah hidangan unggulan yang sedang mereka nikmati di ruangan eksekutif ini sekitar tiga ribu dolar. Jadi uang yang akan dihabiskan Afzal malam itu kurang lebih sembilan ribu dolar.


Sementara itu Yuri dan teman-temannya akan menghabiskan sepuluh atau sebelas ribu dolar malam ini.


Afzal memutuskan untuk menghentikan persaingannya dengan Yuri.


Mereka menikmati makanan dan minuman selama lebih dari dua jam.


Yuri dan Danny tampak tidak menikmati makan malamnya sama sekali. Mereka berdua sibuk dengan ponselnya masing-masing. Entah apa yang sedang mereka berdua lakukan...!


Setelah seluruh rangkaian acara traktiran selesai, Afzal memandang Yuri dan Danny yang terlihat sedang mencemaskan sesuatu.


“Oke Yuri, sepertinya semua sudah selesai makan. Bagaimana kalau kita bayar tagihannya sekarang? Oh ya, tadi aku sudah mengingatkan pelayan untuk membagi dua tagihannya, untukku dan kamu. Aku sarankan kamu sebaiknya berterus terang saja andai uangmu tidak cukup untuk membayar tagihan yang jadi bagianmu! Kalau tidak kamu sendiri yang akan susah nanti!”


“Apa? Kenapa aku harus kalah darimu? Yuri berkata dengan nada getir.


Sebenarnya uang Yuri memang tidak cukup. Rupanya sedari tadi Danny dan Yuri mencoba menghubungi banyak orang untuk dapat tambahan uang. Karena Afzal sudah mengatakan dengan sangat jelas kepada pelayan bahwa tagihan akan dibagi dua dengan Yuri, jadi tidak ada alasan bagi Yuri untuk mengelak.


Sayangnya tak seorang pun teman yang mereka hubungi mau membalas pesan. Bahkan mereka langsung menutup telepon ketika melihat panggilan Danny atau Yuri di layar ponselnya karena mereka sempat membaca pesan Danny dan Yuri sebelumnya yang berisi permintaan untuk meminjam sejumlah uang!


Sialan!


“Afzal, apa sih maksud kamu? Setelah membayar tagihan, kamu akan kembali miskin! Sebaiknya kamu khawatir dengan kondisimu sendiri?” Xavia berkata marah sambil melotot kepada Afzal.


Lalu xavia memandang Yuri dan berkata, “Sayang, bagaimana kalau kita ke kasir dan membayar tagihan sekarang? Kita lihat siapa nanti yang akan menangis setelah membayar tagihan!”

__ADS_1


Meski Xavia menyesali banyaknya uang yang harus Yuri keluarkan untuk malam ini, tapi bayangan bahwa Afzal akan kembali miskin setelah makan malam ini membuat Xavia merasa pengeluaran itu sepadan.


Sementara itu, teman-teman mereka di ruangan sebelah juga sudah selesai makan dan sedang menuruni tangga menuju lobby restoran.


Semua sudah berkumpul di lobby.


Semua orang puas dengan jamuan malam ini.


Fakta bahwa mereka menikmati hidangan di ruangan biasa dan bukan eksekutif sama sekali tidak mengurangi rasa terima kasih mereka kepada Afzal.


“Permisi, total tagihan untuk ruangan eksekutif belum termasuk tiga meja di ruangan biasa, setelah dibagi dua antara Tuan Crawford dan Tuan Lowell adalah sebelas ribu dolar untuk masing-masing.”


Apa?


“Makanan apa seharga dua puluh dua ribu dolar? OMG!”


Semuanya terkejut.


Afzal dengan wajah datar mengambil uang dari ranselnya lalu menyerahkan sebelas ribu dolar untuk tagihan di ruangan eksekutif dan beberapa ribu dolar lainnya untuk tiga meja di ruangan satunya lagi.


Tetapi Secara riil Afzal hanya menghabiskan tujuh sampai delapan ribu dolar saja.


Selesai membayar tagihan, Afzal memandang Yuri dan bertanya, “Yuri, kamu akan membayar bagianmu sekarang, kan? Sepertinya semua orang sudah ingin pulang!”


“Hmph!”


Yuri terlihat menahan malu.


Yuri menyesal sekarang. Tadi dia hanya menuruti nafsu amarahnya. Ternyata tak seorang pun temannya yang mau meminjamkan uang untuk membayar tagihan. Sayang sekali meski dia sudah berusaha keras meyakinkan teman-temannya, tapi tak seorang pun sudi membantunya.


Semua mata tertuju pada Yuri dan membuat Yuri semakin malu dan tertekan.


“Maaf, bu, apakah bisa Anda membantu saya menangguhkan tagihannya? Saya akan kembali besok dan membayar semuanya.” Yuri berkata lirih.


Yuri bingung.

__ADS_1


“Tuan, tolong Anda jangan bercanda. Kami tidak menerima bon di sini!”


Manajer perempuan itu semakin tidak sopan dan kejam pada Yuri apa lagi setelah melihat ekspresi Yuri yang kebingungan.


“Kalau uangmu tidak cukup untuk membayar tagihan, kenapa kamu tidak menelepon orang tuamu atau pinjam uang teman-temanmu?”


Yuri memandang Xavia dan teman-teman sekelasnya.


Semua orang kompak melihat keluar ruangan seolah sudah janjian.


Yuri merasa sangat jengkel. Tidak mungkin dia menelpon ayahnya karena pasti akan marah besar kalau tahu dia menghabiskan sebelas ribu dolar untuk membeli hidangan hanya untuk membuktikan bahwa dia lebih kaya dari temannya!


Keluarga Yuri hanya memiliki satu pabrik.


“Saya punya tawaran solusi. Kamu bisa pergi untuk mengumpulkan uang, tapi kamu harus meninggalkan salah satu temanmu di sini. Atau kamu bisa tinggalkan mobilmu sebagai jaminan, aku tadi melihat mobilmu diparkir di luar.”


“Jangan! Tidak mungkin aku meninggalkan mobil itu di sini karena itu mobil ayahku! Aku harus mengembalikannya ke rumah malam ini juga!” Yuri semakin terlihat cemas.


Homeland Kitchen terletak di Mayberry Commercial Street dan tidak ada seorang pun yang Yuri kenal di sekitar tempat ini.


Yuri benar-benar mati kutu.


“Shh...”


Teman-teman Afzal mulai bergosip tentang Yuri.


Xavia merasa sangat malu.


Manajer itu kembali bicara, “Baiklah, sepertinya kamu hanya bisa meninggalkan seseorang di sini sebagai jaminan supaya kamu bisa pergi mengumpulkan uang.”


“Hello? Hello? Okay, aku pulang sekarang, ayah. Tunggu aku!” Danny berlari keluar restoran seketika itu juga.


Semua yang hadir bukan teman sekelas Yuri karena dia memang berasal dari kelas yang lain.


Tidak ada pilihan lain, Yuri memandang Xavia dan berkata, “Manajer, bolehkah aku meninggalkan pacarku di sini?”

__ADS_1


__ADS_2