Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 43


__ADS_3

Tiba-tiba Yuri dan Xavia lewat di depan Afzal dan memelankan langkah mereka.


“Sudah larut malam begini biasanya sulit ya cari taksi?” Kata Yuri dengan dinding. Yuri hanya basa-basi saja di depan Afzal agar terlihat keren.


Yuri merasa hampir kalah dari Afzal dengan semua yang tadi terjadi. Kalau tidak karena penjelasan Quinton, mungkin Yuri dan Xavia tidak bisa tidur malam ini. Mereka berdua lalu melengos pergi.


“Sialan! Apa yang mereka coba sombongkan, sih?” Harper bergumam kesal.


“Hei, aku dengar Yuri dapat uang lagi. Nggak sulit baginya untuk mendapatkan sepuluh ribu dolar waktu itu. Dan hari ini katanya dia dapat uang yang banyak lalu membelikan banyak barang untuk Xavia,” Benjamin menjelaskan dan mendengus kesal.


Setelah mendapat kode dari Harper, Benjamin ingat bahwa Yuri telah merebut Xavia dari Afzal. Dia lalu tidak berani melanjutkan penjelasannya. Sebenarnya Afzal penasaran dari mana Yuri mendapatkan uang itu, tapi dia tidak mau terlalu ambil pusing.


Tiba-tiba ponsel Afzal berdering. Panggilan dari Naomi.


“Afzal, kamu dimana? Kamu cepat ke sini ya ke Emperor Karaoke. Alice dalam masalah!”


“Oh, Alice ada masalah? Bagus, dong! Tak terhitung berapa kali Alice berlaku buruk pada Afzal. Jadi sudah sepantasnya dia menerima karma atas perbuatannya!”


Teman-teman sekamar Afzal tidak peduli.


Harper menggaruk kepalanya dan berkata, “Kecuali Naomi, semua gadis termasuk Hayley selalu mendukung Alice!”


“Afzal, apa yang harus kita lakukan sekarang?” Benjamin memandang Afzal dan bertanya.


Karena Naomi yang menelepon, Afzal jadi luluh. Lagi pula lokasi kejadiannya di Emperor Karaoke Bar yang adalah miliknya.


“Ayo kita ke sana, kita lihat sama-sama apa yang sebenarnya terjadi!”


Afzal sebenarnya tidak peduli dengan Alice, tapi dia tidak ada pilihan lain.


Mereka menelepon dua taksi dan bergegas menuju ke Emperor Karaoke Bar.


Di sebuah ruangan khusus di bar itu, nampak Alice dengan beberapa botol anggur pecah di hadapannya. Alice juga nampak agresif meneguk anggur merah langsung dari botolnya.


“Mengapa? Mengapa Quinton begitu? Kupikir dia seorang pria baik yang baru selesai studi di luar negeri. Dulu dia orang baik dan selalu baik dalam segala hal! Kupikir dia akan selalu begitu, tetap baik dan setia padaku!”

__ADS_1


“Tapi kenapa? Kenapa dia seperti orang sakit dan tersesat?”


Glek. Glek.


Alice menegakkan kepalanya sebelum melanjutkan meneguk anggur merah lalu membanting botolnya ke lantai!


“Alice, berhenti menghancurkan botolnya! Anggur merah pesananmu itu yang termahal! Kita tidak punya cukup uang untuk membayar semuanya!”


Naomi, Hayley dan Jacelyn menjauhkan botol-botol berisi anggur merah yang masih tersisa dari jangkauan Alice.


Alice sangat terpukul dengan acara hari itu, apa lagi acaranya disiarkan ke publik. Alice merasa sangat tertekan dan tidak sanggup lagi menanggung beban pikirannya. Dia sengaja datang ke Emperor Karaoke Bar untuk mabuk. Alice jatuh cinta dengan Quinton di tempat itu dan sekarang dia datang ke tempat yang sama untuk melupakannya.


Alice sengaja memesan 1 krat anggur merah yang paling mahal sekaligus.


Setelah minum beberapa teguk, Alice mulai menghancurkan botol-botol anggur itu.


“Hahaha. Tempat ini milik pacarku, Quinton. Jadi Boss Emperor Karaoke Bar pasti tidak akan mempermasalahkan! Kalau aku ingin menghancurkan botol-botol anggur ini, siapa pula yang berani melarang?”


Alice masih tidak percaya bahwa pacar pertamanya sebajingan itu! Sulit dipercaya!


“Naomi, bisakah kamu menelpon Quinton sekarang? Alice sudah menghancurkan empat botol anggur dan kita tidak punya uang untuk membayar semua kerusakan ini!”


“Ya! Telepon saja pacarku supaya kalian semua tahu betapa hebatnya dia!” Alice meneriakkan kata-kata satir dengan marah.


Afzal, Harper dan teman-temannya membuka paksa pintu ruangan itu lalu masuk ke dalam.


Afzal kaget dengan keadaan carut marut dalam ruangan itu. Ternyata wanita bisa jadi sangat liar ketika sedang marah.


“Afzal, kamu sudah datang!”


Naomi segera menghampiri Afzal. Dia sangat cemas dan bingung.


“Hahaha! Apa maksudmu datang ke sini, ingin mengejek dan menertawakan aku? Hah!”


Afzal belum sempat berkata sepatah pun, Alice yang sedang duduk di sofa mengajukan pertanyaan dan menatap dingin kepadanya.

__ADS_1


“Ya, sudah pasti itu tujuanmu datang ke sini, menertawakanku! Afzal, aku sadar bahwa selama ini aku sudah membencimu, aku selalu menjadikan dirimu sebagai target perundunganku. Dengan keadaanku sekarang ini, tentu kamulah orang yang paling bahagia di dunia ini, benar kan?”


“Alice, kamu sangat keliru menilai Afzal. Sebenarnya akulah yang meneleponnya. Aku bilang padanya bahwa kamu lagi ada masalah, dan dia langsung datang ke sini!” Naomi buru-buru menjelaskan.


“Ya, dia buru-buru ke sini untuk mengolok-olok aku!”


Kalau bukan karena Naomi yang meminta, Afzal pasti sudah menyingkir dari tempat itu.


Seseorang membuka pintu, rupanya salah seorang satpam mendengar keributan dan langsung datang memeriksa.


“Ada apa ini?” Satpam itu bertanya sambil memandang mereka dengan tatapan tajam.


Ternyata satpam itu adalah orang yang memergoki mereka pada insiden sebelumnya, suatu kebetulan!


Alice dapat mengenali satpam itu dan berkata, “Siapa kamu berani bertanya begitu padaku? Keluar kamu? panggil Bossmu, suruh dia ke sini menemuiku!”


Alice benar-benar berlaku seperti orang gila.


“Hahaha. Kamu ingin aku memanggil Boss ke mari?” Satpam itu melihat serpihan botol anggur di lantai.


Satpam itu mencibir dan berkata, “Baiklah, sepertinya aku memang harus memanggil Bos. Terlalu banyak kerusakan akibat perbuatan kalian di ruangan ini! Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya!”


Satpam itu menganggap mereka sebagai gerombolan pembuat onar.


“Cepat panggil Bosmu kemari atau kamu dipecat! Kamu tahu siapa gadis ini? Dialah pacar seorang Quinton Ziegler! Grand Marshall Restauran di Mayberry Commercial Street adalah milik keluarga Ziegler. Ada lagi yang perlu aku jelaskan padamu?”


Jacelyn khawatir mereka harus mengganti semua kerusakan dan berbotol-botol anggur merah, makanya dia buru-buru menyebut nama Quinton tanpa mempertimbangkan perasaan Alice.


Tidak disangka, satpam itu bergeming dan ekspresi wajahnya tetap dingin dan berkata, “Ya, aku tahu keluarga Ziegler dan aku juga tahu mereka baru dapat hak paten untuk menjalankan Grand Marshall Restauran, tapi apa urusannya dengan kami? Kalian pikir kalian bisa datang lalu membuat huru hara di sini hanya karena kalian berteman dengan keluarga Ziegler? Mereka bukan apa-apa dibanding Bos Flynn!”


Jacelyn tidak mengira bahwa satpam itu tidak terpengaruh sama sekali mendengar nama Quinton disebut.


“Quinton adalah orang yang menelepon Tuan Flynn, memintanya untuk memaafkan kami dan membiarkan kami pergi ketika terjadi insiden waktu lalu! Aku ingat kamu juga ada di sini malam itu!”


Tiba-tiba Jacelyn sadar bahwa telah terjadi salah paham yang sangat fatal.

__ADS_1


__ADS_2